Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah

Dythia Novianty

Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:52 WIB
Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Isu pergantian Menteri Keuangan per 6 Juni 2026 berpotensi menambah gejolak pasar keuangan serta memperlemah nilai tukar rupiah.
  • Pelemahan rupiah saat ini lebih didominasi sentimen domestik terkait keraguan investor terhadap kredibilitas pengelolaan stabilitas fiskal nasional.
  • Ketidakpastian kebijakan dapat memicu arus keluar modal asing, sehingga pemerintah perlu memberikan sinyal ekonomi yang transparan dan konsisten.

Suara.com - Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berada di bawah tekanan dan mendekati level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS), munculnya isu pergantian Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dinilai berpotensi menambah gejolak di pasar keuangan domestik.

Kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi dan stabilitas fiskal disebut menjadi faktor yang semakin menentukan pergerakan rupiah dibandingkan sentimen global.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, menilai dampak isu pergantian Menteri Keuangan saat ini bisa lebih besar dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Menurut dia, sejak 2025 pelemahan rupiah tidak lagi didominasi faktor eksternal semata, melainkan semakin dipengaruhi sentimen domestik dan tingkat kepercayaan pasar terhadap pengelolaan ekonomi nasional.

"Isu pergantian Menteri Keuangan di tengah tekanan terhadap rupiah berpotensi memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya," kata Rizal kepasa Suara.com, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, faktor domestik kini menjadi kontributor utama pelemahan rupiah. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar lebih sensitif terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan kredibilitas pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Sejak 2025 pelemahan rupiah semakin didominasi oleh faktor domestik dan sentimen pasar yang terus membesar dan menjadi kontributor utama depresiasi rupiah," ujarnya.

Rizal menambahkan, pasar saat ini lebih mencermati kepastian arah kebijakan ekonomi, keberlanjutan disiplin fiskal, serta stabilitas tata kelola keuangan negara dibandingkan faktor eksternal seperti penguatan dolar AS atau fluktuasi harga komoditas global.

Dalam situasi tersebut, isu pergantian Menteri Keuangan berpotensi memunculkan persepsi ketidakpastian baru yang dapat memengaruhi keputusan investor.

baca juga

"Pasar saat ini lebih sensitif terhadap isu kredibilitas kebijakan, stabilitas fiskal, dan kepastian arah ekonomi dibandingkan hanya faktor eksternal seperti penguatan dolar AS atau harga komoditas," jelasnya.

Menurut Rizal, jika isu tersebut berkembang tanpa adanya kepastian dari pemerintah, bukan tidak mungkin terjadi arus keluar modal asing (capital outflow) yang berujung pada tekanan lebih lanjut terhadap nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

"Munculnya isu pergantian Menkeu dapat memicu persepsi meningkatnya ketidakpastian kebijakan sehingga mendorong capital outflow dan memperlemah rupiah dalam jangka pendek," katanya.

Meski demikian, Indef menilai dampak negatif tersebut tidak akan berlangsung lama apabila pemerintah mampu menjaga konsistensi kebijakan ekonomi dan memberikan sinyal yang jelas kepada pelaku pasar.

Rizal menegaskan bahwa persoalan utama yang saat ini dihadapi Indonesia bukan semata-mata siapa yang menduduki posisi Menteri Keuangan, melainkan bagaimana pemerintah membangun kembali kepercayaan investor terhadap tata kelola ekonomi nasional.

"Pelemahan rupiah akibat isu pergantian tersebut tidak bersifat permanen apabila pemerintah mampu menjaga kesinambungan kebijakan fiskal dan memberikan sinyal yang kuat kepada pasar," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan

Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:08 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:53 WIB

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

Terkini

Pindar Samir Tumbuh 84% di Semester Pertama 2026

Pindar Samir Tumbuh 84% di Semester Pertama 2026

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:18 WIB

Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM

Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:17 WIB

Ghosting, Breadcrumbing, dan Situationship: Bahasa Baru dalam Dunia Asmara

Ghosting, Breadcrumbing, dan Situationship: Bahasa Baru dalam Dunia Asmara

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:15 WIB

BKPM Cabut Izin Perusahaan 10 Investor Bodong, Modal Rp10 Miliar Cuma Fiktif

BKPM Cabut Izin Perusahaan 10 Investor Bodong, Modal Rp10 Miliar Cuma Fiktif

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:14 WIB

Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia

Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:12 WIB

Proyek Hidrogen Dimulai Meski Harga Masih Mahal

Proyek Hidrogen Dimulai Meski Harga Masih Mahal

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:08 WIB

Perbedaan Facial Wash dengan Facial Foam, Mana yang Paling Cocok untuk Tipe Kulitmu?

Perbedaan Facial Wash dengan Facial Foam, Mana yang Paling Cocok untuk Tipe Kulitmu?

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:05 WIB

Terungkap! Ini Alasan Persija Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa

Terungkap! Ini Alasan Persija Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:04 WIB

30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:03 WIB

Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya

Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:01 WIB

×