The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu

Vania Rossa

Senin, 08 Juni 2026 | 21:26 WIB
The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu
Acaraki Jamu Festival 2026 mengusung tema The Rise of Jamu Culture. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Acaraki Jamu Festival digelar di Hutan Kota GBK Jakarta pada 6-7 Juni 2026 untuk mempromosikan jamu kepada generasi muda.
  • Budaya Sehat Jamu telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada tahun 2023 berkat kekayaan hayati Indonesia.
  • Festival ini memperkenalkan jamu sebagai bagian gaya hidup sehat modern melalui berbagai aktivitas kreatif, olahraga, dan inovasi produk.

Suara.com - Jamu terus membuktikan bahwa warisan budaya tidak harus tertinggal oleh zaman. Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin populer, minuman herbal khas Indonesia ini kembali mendapat tempat di hati masyarakat, termasuk generasi muda.

Semangat tersebut diangkat dalam Acaraki Jamu Festival 2026 yang mengusung tema "The Rise of Jamu Culture". Festival yang digelar pada 6–7 Juni 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta, ini menjadi ajang untuk mengajak masyarakat kembali mengenal, menikmati, dan membanggakan jamu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Selama ini, jamu kerap diasosiasikan sebagai minuman yang dikonsumsi ketika tubuh sedang tidak fit. Padahal, jamu memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari budaya, pengetahuan, dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang diwariskan lintas generasi.

Kini, persepsi tersebut perlahan berubah. Jamu mulai hadir dalam wajah yang lebih modern dan dekat dengan keseharian anak muda, mulai dari minuman siap minum, produk herbal praktis, hingga konsep café jamu yang semakin mudah ditemukan di berbagai kota.

Warisan Budaya yang Diakui Dunia

Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang menjadi fondasi berkembangnya tradisi herbal dan jamu. Dari sekitar 40 ribu spesies tanaman yang ada di dunia, sekitar 30 ribu di antaranya tumbuh di Indonesia.

Keanekaragaman hayati tersebut melahirkan beragam pengetahuan pengobatan tradisional yang berkembang menjadi budaya jamu. Nilai budaya ini bahkan mendapat pengakuan dunia ketika UNESCO menetapkan Budaya Sehat Jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2023.

Pengakuan tersebut menjadi pengingat bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan bagian dari identitas bangsa yang memiliki nilai budaya, kesehatan, dan ekonomi.

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, mengatakan jamu perlu diperkenalkan dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman agar semakin dekat dengan generasi muda.

baca juga

"Penting untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan mencintai jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan lintas generasi."

"Festival ini juga menunjukkan bahwa jamu mampu beradaptasi dan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, sehingga tetap relevan bagi generasi muda saat ini," ujarnya.

Jamu dan Gaya Hidup Anak Muda

Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan melalui festival ini adalah bahwa jamu dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan hanya dikonsumsi saat sakit.

Karena itu, Acaraki Jamu Festival menghadirkan berbagai aktivitas yang dekat dengan keseharian generasi muda. Mulai dari 5K Fun Run, Fun Walk, Yoga, Poundfit, hingga Zumba dalam program Jamu Fit Fest.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai produk jamu, kuliner tradisional, serta karya kreatif dari berbagai daerah melalui program Perjamuan Nusantara.

Beragam kegiatan budaya seperti Parade Jamu Gendong, Kompetisi Jamu Mixologist, Karnaval Nusantara, Temu Lawak, hingga konser musik Sorak Serai juga dihadirkan untuk memperlihatkan bahwa jamu dapat dikemas secara lebih segar, kreatif, dan relevan dengan kehidupan masa kini.

Jamu Sebagai Kebanggaan Baru

Ketua Umum GP Jamu, Jony Yuwono, menilai pelestarian jamu membutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah, industri, komunitas, hingga masyarakat.

Menurutnya, semangat para pelaku jamu tradisional yang tetap menjaga warisan leluhur di tengah perubahan zaman bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi.

"Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya jamu Indonesia. Semangat para pelaku jamu tradisional perlu menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing industri jamu nasional," katanya.

Melalui gerakan The Rise of Jamu Culture, jamu diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup sehat yang dibanggakan generasi Indonesia masa kini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove

Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:33 WIB

Iduladha dan Generasi Muda: Makna Lama yang Masih Relevan di Era Modern

Iduladha dan Generasi Muda: Makna Lama yang Masih Relevan di Era Modern

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:30 WIB

Checkout Dulu, Pikir Belakangan: Tren Paylater di Kalangan Generasi Muda

Checkout Dulu, Pikir Belakangan: Tren Paylater di Kalangan Generasi Muda

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Izin Hutan Kuansing Bermasalah, Pejabat Kemenhut dan ATR/BPN Dicecar KPK

Izin Hutan Kuansing Bermasalah, Pejabat Kemenhut dan ATR/BPN Dicecar KPK

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:36 WIB

Prabowo Libatkan TNI-Polri dalam Operasional Kopdes Merah Putih, Penyaluran Bansos Bakal Terpusat

Prabowo Libatkan TNI-Polri dalam Operasional Kopdes Merah Putih, Penyaluran Bansos Bakal Terpusat

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:35 WIB

Berapa Tarif Hotman Paris sebagai Pengacara?

Berapa Tarif Hotman Paris sebagai Pengacara?

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:35 WIB

6 Cara Mengakali Salah Shade Bedak agar Tetap Menyatu dengan Warna Kulit

6 Cara Mengakali Salah Shade Bedak agar Tetap Menyatu dengan Warna Kulit

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:32 WIB

Dedemit Kepala Putus yang Menyamar Menjadi Penjual Bakso Keliling

Dedemit Kepala Putus yang Menyamar Menjadi Penjual Bakso Keliling

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:30 WIB

Shin Tae-yong Dilaporkan Kena Sanksi Berat KFA Terkait Dugaan Tindak Kekerasan

Shin Tae-yong Dilaporkan Kena Sanksi Berat KFA Terkait Dugaan Tindak Kekerasan

Bola | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:29 WIB

Charger Lokal Pertama Berteknologi Pengatur Tegangan Presis, Ini Bisa Jadi Solusi Overheat iPhone 17

Charger Lokal Pertama Berteknologi Pengatur Tegangan Presis, Ini Bisa Jadi Solusi Overheat iPhone 17

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:27 WIB

Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone

Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:26 WIB

8 Weton Balungan Sugih Apa Saja? Ini Daftar Menurut Primbon Jawa dan Maknanya

8 Weton Balungan Sugih Apa Saja? Ini Daftar Menurut Primbon Jawa dan Maknanya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:20 WIB

Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan

Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:18 WIB

×