- Acaraki Jamu Festival digelar di Hutan Kota GBK Jakarta pada 6-7 Juni 2026 untuk mempromosikan jamu kepada generasi muda.
- Budaya Sehat Jamu telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada tahun 2023 berkat kekayaan hayati Indonesia.
- Festival ini memperkenalkan jamu sebagai bagian gaya hidup sehat modern melalui berbagai aktivitas kreatif, olahraga, dan inovasi produk.
Suara.com - Jamu terus membuktikan bahwa warisan budaya tidak harus tertinggal oleh zaman. Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin populer, minuman herbal khas Indonesia ini kembali mendapat tempat di hati masyarakat, termasuk generasi muda.
Semangat tersebut diangkat dalam Acaraki Jamu Festival 2026 yang mengusung tema "The Rise of Jamu Culture". Festival yang digelar pada 6–7 Juni 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta, ini menjadi ajang untuk mengajak masyarakat kembali mengenal, menikmati, dan membanggakan jamu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selama ini, jamu kerap diasosiasikan sebagai minuman yang dikonsumsi ketika tubuh sedang tidak fit. Padahal, jamu memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari budaya, pengetahuan, dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang diwariskan lintas generasi.
Kini, persepsi tersebut perlahan berubah. Jamu mulai hadir dalam wajah yang lebih modern dan dekat dengan keseharian anak muda, mulai dari minuman siap minum, produk herbal praktis, hingga konsep café jamu yang semakin mudah ditemukan di berbagai kota.
Warisan Budaya yang Diakui Dunia
Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang menjadi fondasi berkembangnya tradisi herbal dan jamu. Dari sekitar 40 ribu spesies tanaman yang ada di dunia, sekitar 30 ribu di antaranya tumbuh di Indonesia.
Keanekaragaman hayati tersebut melahirkan beragam pengetahuan pengobatan tradisional yang berkembang menjadi budaya jamu. Nilai budaya ini bahkan mendapat pengakuan dunia ketika UNESCO menetapkan Budaya Sehat Jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2023.
Pengakuan tersebut menjadi pengingat bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan bagian dari identitas bangsa yang memiliki nilai budaya, kesehatan, dan ekonomi.
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, mengatakan jamu perlu diperkenalkan dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman agar semakin dekat dengan generasi muda.
"Penting untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan mencintai jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan lintas generasi."
"Festival ini juga menunjukkan bahwa jamu mampu beradaptasi dan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, sehingga tetap relevan bagi generasi muda saat ini," ujarnya.
Jamu dan Gaya Hidup Anak Muda
Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan melalui festival ini adalah bahwa jamu dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan hanya dikonsumsi saat sakit.
Karena itu, Acaraki Jamu Festival menghadirkan berbagai aktivitas yang dekat dengan keseharian generasi muda. Mulai dari 5K Fun Run, Fun Walk, Yoga, Poundfit, hingga Zumba dalam program Jamu Fit Fest.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai produk jamu, kuliner tradisional, serta karya kreatif dari berbagai daerah melalui program Perjamuan Nusantara.
Beragam kegiatan budaya seperti Parade Jamu Gendong, Kompetisi Jamu Mixologist, Karnaval Nusantara, Temu Lawak, hingga konser musik Sorak Serai juga dihadirkan untuk memperlihatkan bahwa jamu dapat dikemas secara lebih segar, kreatif, dan relevan dengan kehidupan masa kini.
Jamu Sebagai Kebanggaan Baru
Ketua Umum GP Jamu, Jony Yuwono, menilai pelestarian jamu membutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah, industri, komunitas, hingga masyarakat.
Menurutnya, semangat para pelaku jamu tradisional yang tetap menjaga warisan leluhur di tengah perubahan zaman bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi.
"Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya jamu Indonesia. Semangat para pelaku jamu tradisional perlu menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing industri jamu nasional," katanya.
Melalui gerakan The Rise of Jamu Culture, jamu diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup sehat yang dibanggakan generasi Indonesia masa kini.