Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:33 WIB
Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove
The International Climate Initiative (IKI) Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) ajak generasi muda memperkuat literasi lingkungan mengenai fungsi penting ekosistem mangrove. ANTARA/HO-Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ)
baca 10 detik
  • IKI, GIZ, dan KLH mengajak 120 pelajar Jakarta belajar langsung tentang peran ekosistem mangrove di TWA Angke Kapuk.
  • Kegiatan edukasi lapangan ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan generasi muda dalam menghadapi ancaman abrasi serta perubahan iklim.
  • Program ini menjadi implementasi strategi IBSAP untuk mencetak generasi muda sebagai pelopor konservasi demi masa depan berkelanjutan.

Suara.com - Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, abrasi pantai, dan hilangnya ruang hijau di kawasan perkotaan, upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.

Generasi muda juga perlu memahami secara langsung bagaimana ekosistem bekerja dan mengapa keberadaannya penting bagi masa depan kota.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, kolaborasi The International Climate Initiative (IKI), Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak ratusan pelajar Jakarta belajar langsung tentang peran mangrove sebagai benteng pertahanan ekologis perkotaan.

Kegiatan yang digelar di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk itu melibatkan 120 siswa dan guru pendamping dari berbagai SMA dan SMK di Jakarta. Alih-alih hanya menerima materi di ruang kelas, para peserta diajak mengamati langsung ekosistem mangrove, mengenal beragam flora dan fauna pesisir, hingga memahami bagaimana hutan mangrove membantu menghadapi abrasi dan dampak perubahan iklim.

Lead Communication Unit for Resilient Nature Cooperation Area GIZ Indonesia, Gandabhaskara Saputra, mengatakan TWA Angke Kapuk dipilih karena menjadi salah satu contoh penting ekosistem mangrove urban yang masih bertahan di Jakarta.

"Kegiatan di TWA Angke Kapuk ini merupakan penutup dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional hasil kerja sama GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan memberikan pengalaman dan edukasi pentingnya keanekaragaman hayati bagi generasi muda langsung di lapangan sebagai frontliners menjaga keberlanjutan lingkungan hidup," ujarnya.

Pendekatan belajar langsung di alam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap ekosistem yang selama ini mungkin terasa jauh dari kehidupan sehari-hari anak muda perkotaan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang menempatkan generasi muda sebagai pelopor konservasi melalui peningkatan pengetahuan dan tanggung jawab menjaga lingkungan.

Bagi sebagian peserta, pengalaman ini membuka perspektif baru mengenai fungsi mangrove yang selama ini kurang dikenal. Salah satunya dirasakan Vincent Suhardo, siswa SMK Yadika 2.

baca juga

"Saya jadi bisa paham soal mangrove, yang sebelumnya saya tidak tahu. Awalnya saya hanya tahu mangrove itu tumbuh di pinggir laut. Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa mangrove bisa mencegah abrasi, menghadapi perubahan cuaca, dan mampu hidup di tanah berlumpur," katanya.

Cerita seperti Vincent menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak selalu harus dimulai dari isu besar dan rumit. Mengenal satu ekosistem, memahami manfaatnya, lalu menyadari keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi langkah awal lahirnya kesadaran ekologis.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pembangunan internasional, dan institusi pendidikan ini juga menawarkan pendekatan yang lebih konstruktif dalam menghadapi tantangan lingkungan. Tidak hanya menyoroti kerusakan alam, tetapi juga membangun kapasitas generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:35 WIB

Keren! Remaja Ini Teliti Teh Kombucha Jadi Inovasi Medis Perban Ramah Lingkungan

Keren! Remaja Ini Teliti Teh Kombucha Jadi Inovasi Medis Perban Ramah Lingkungan

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2026 | 08:07 WIB

Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?

Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari

Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:51 WIB

Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:50 WIB

Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu

Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:49 WIB

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:48 WIB

Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua

Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Pulang ke Kampung Halaman, Rosyidah Sukses Kembangkan Usaha Hasil Laut Berkat Dukungan BRI

Pulang ke Kampung Halaman, Rosyidah Sukses Kembangkan Usaha Hasil Laut Berkat Dukungan BRI

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!

Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:44 WIB

Panduan Lengkap Memahami Status Rekening Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant BRI

Panduan Lengkap Memahami Status Rekening Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:42 WIB

×