Sebelum Sustainability Populer, Masyarakat Indonesia Sudah Hidup Minim Sampah

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:25 WIB
Sebelum Sustainability Populer, Masyarakat Indonesia Sudah Hidup Minim Sampah
Potret Makanan yang Dibungkus dengan Daun dan Besek (Pexels/ More Amore)

Suara.com - Ketika berbagai kampanye pengurangan sampah terus mendorong masyarakat membawa tumbler, menggunakan tas belanja sendiri, atau menghindari plastik sekali pakai, ada satu fakta yang sering terlupakan: praktik hidup minim sampah sebenarnya bukan hal baru di Indonesia.

Jauh sebelum istilah sustainability, zero waste, atau less waste populer, masyarakat telah menjalankan prinsip-prinsip tersebut melalui kebiasaan sehari-hari yang lahir dari budaya dan kearifan lokal.

Daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus makanan, besek bambu untuk membawa hidangan, hingga kebiasaan membawa keranjang sendiri ke pasar merupakan contoh praktik yang selama puluhan tahun membantu mengurangi limbah.

Namun seiring berkembangnya budaya konsumsi dan hadirnya kemasan sekali pakai yang dianggap lebih praktis, banyak kebiasaan tersebut perlahan ditinggalkan.

Padahal, di tengah meningkatnya persoalan sampah di Indonesia, praktik-praktik lama itu justru kembali relevan. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan timbulan sampah nasional mencapai sekitar 33,8 juta ton pada 2024.

Dari jumlah tersebut, sampah plastik menyumbang hampir seperlima atau sekitar 19,64 persen dari total sampah yang dihasilkan masyarakat.

Dalam diskusi “Less Waste Talk: Langkah Kecil untuk Lingkungan Kita” yang diselenggarakan Yoursay.id dan Suara Hijau bersama KOPHI Jawa Tengah, Kepala Divisi Program dan Aksi KOPHI Yogyakarta, Nurhayati, menilai masyarakat Indonesia pada masa lalu sesungguhnya telah menerapkan gaya hidup yang jauh lebih minim sampah dibandingkan saat ini.

Menurutnya, banyak praktik yang kini dianggap merepotkan sebenarnya pernah menjadi bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Salah satunya penggunaan daun sebagai pembungkus makanan.

“Misalnya harus ngebungkus makanan pakai daun itu jadi rasanya ribet, padahal itu kita yang sudah melupakan kebiasaan baik kita aja sih di zaman dulu,” ujar Nurhayati.

baca juga

Pandangan bahwa kemasan alami tidak praktis, kata dia, muncul karena masyarakat semakin terbiasa dengan budaya serba instan. Padahal ketika daun, bambu, dan berbagai material alami menjadi pilihan utama, masyarakat tidak melihatnya sebagai beban tambahan dalam aktivitas sehari-hari.

“Kalau misalnya kita hidup di zaman dulu, kita mungkin enggak akan komplain. Karena masyarakat Indonesia terbiasa kok dengan gaya hidup yang seperti itu dan enggak ngerasa ribet,” katanya.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi satu hal penting: gaya hidup minim sampah di Indonesia bukanlah konsep yang diimpor dari tren lingkungan global. Sebaliknya, praktik tersebut tumbuh dari kondisi sosial, budaya, dan pengetahuan lokal yang telah diwariskan antargenerasi.

Nurhayati bahkan menyebut praktik less waste sebagai bagian dari identitas masyarakat Indonesia yang kini mulai terlupakan.

“Padahal gaya hidup yang less waste itu adalah identitas masyarakat Indonesia sebetulnya,” ujarnya.

Sayangnya, banyak kebiasaan tersebut tidak lagi menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Kemasan alami sering dipandang kuno, sementara produk sekali pakai diasosiasikan dengan kemudahan dan modernitas. Akibatnya, nilai-nilai keberlanjutan yang pernah hidup dalam budaya masyarakat perlahan tergeser oleh pola konsumsi yang menghasilkan lebih banyak sampah.

Di tengah krisis sampah yang terus meningkat, upaya membangun gaya hidup ramah lingkungan mungkin tidak selalu harus dimulai dengan menciptakan kebiasaan baru. Sebagian jawabannya bisa jadi justru terletak pada mengingat kembali praktik-praktik lama yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Less Waste Bukan Cuma Pilah Sampah, Pencegahan Hulu ke Hilir Masih Tabu?

Less Waste Bukan Cuma Pilah Sampah, Pencegahan Hulu ke Hilir Masih Tabu?

Your Say | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:15 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panel Surya Kian Jadi Pilihan untuk Bumi yang Lebih Bersih

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panel Surya Kian Jadi Pilihan untuk Bumi yang Lebih Bersih

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 20:04 WIB

Less Waste Hulu ke Hilir: Mengapa Pencegahan Sampah Harus Jadi Prioritas?

Less Waste Hulu ke Hilir: Mengapa Pencegahan Sampah Harus Jadi Prioritas?

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 20:25 WIB

Terkini

50 Nama Username TikTok Aesthetic yang Keren dan Berkelas

50 Nama Username TikTok Aesthetic yang Keren dan Berkelas

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 12:35 WIB

5 Produk Skincare Terbaik untuk Flek Hitam agar Wajah Lebih Cerah

5 Produk Skincare Terbaik untuk Flek Hitam agar Wajah Lebih Cerah

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 12:35 WIB

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Spesifikasi dan Harga GWM Wey G9 Hi4 untuk Pasar Indonesia

Spesifikasi dan Harga GWM Wey G9 Hi4 untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali

Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali

Bali | Sabtu, 12 September 2026 | 12:24 WIB

Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak

Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:20 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 12:15 WIB

Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik

Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik

Sulsel | Sabtu, 12 September 2026 | 12:04 WIB

Gaya Hidup Sehat Dion Wiyoko Jadi Inspirasi Keluarga, Kini Rutin Cek Tensi dan Jantung

Gaya Hidup Sehat Dion Wiyoko Jadi Inspirasi Keluarga, Kini Rutin Cek Tensi dan Jantung

Health | Sabtu, 12 September 2026 | 12:02 WIB

Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius

Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:00 WIB

×