Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru

Vania Rossa

Rabu, 10 Juni 2026 | 22:15 WIB
Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru
Ilustrasi Stasiun Kereta Tanah Abang, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • PT KAI Wisata mengubah stasiun menjadi ruang gaya hidup yang mengintegrasikan pengalaman digital, interaksi brand, dan mobilitas penumpang.
  • Perusahaan menawarkan layanan branding melalui iklan stasiun, naming rights, serta promosi dalam kereta dengan konsep bundling yang fleksibel.
  • Stasiun kini menyediakan fasilitas refresh hub dan grooming space di berbagai kota besar untuk memenuhi kebutuhan harian pengguna.

Suara.com - Stasiun sekarang sudah jauh berbeda dari sekadar tempat menunggu kereta datang. Kalau dulu identik dengan bangku panjang dan orang buru-buru naik, kini ruang ini pelan-pelan berubah jadi lifestyle space—tempat transit yang sekaligus menawarkan pengalaman, layanan, dan interaksi digital.

Mulai dari melihat iklan yang tampil di layar digital, hingga layanan yang membuat penumpang bisa mandi, grooming, bahkan relaksasi sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. Stasiun kini bukan lagi sekadar titik berhenti, tetapi ruang singgah yang terasa lebih hidup.

Transformasi ini dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui KAI Wisata dengan konsep Transit & Mobility Media, yaitu pemanfaatan ekosistem transportasi sebagai ruang komunikasi, branding, dan pengalaman pengguna.

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menyebut seluruh jaringan KAI kini memiliki nilai lebih sebagai ruang aktivitas yang terintegrasi.

“Kita punya media di stasiun, on-train di kereta, baik eksterior maupun interior, termasuk announcement. Bahkan ada naming rights untuk stasiun,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan utama ekosistem ini bukan hanya pada ruang iklan, tetapi pada perjalanan dan interaksi penumpang yang terjadi secara berulang.

“Yang kita jual itu traffic, experience, dan interaction,” katanya.

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji. (Dok. Ist)
Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji. (Dok. Ist)

Menjangkau Ratusan Juta Perjalanan Penumpang

Keunggulan utama ekosistem KAI terletak pada jangkauannya yang sangat besar. Saat ini, KAI melayani lebih dari 430 juta perjalanan penumpang setiap tahun di seluruh Indonesia.

baca juga

Jaringan ini mencakup 629 stasiun yang tersebar di 9 Daerah Operasi (Daop) dan 4 Divisi Regional (Divre), dengan total jalur rel hampir 6.957 kilometer.

Artinya, setiap hari jutaan orang bergerak melalui ekosistem KAI—mulai dari perjalanan kerja, sekolah, hingga mobilitas antar kota.

Dengan skala tersebut, KAI melihat stasiun dan kereta bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi juga ruang interaksi yang sangat potensial bagi brand.

“Intinya kita menjual traffic, experience, dan interaction dari pengguna jasa transportasi,” ujar Agus.

Stasiun Jadi 'Mall Bergerak' Versi Transportasi

Dalam pengembangannya, KAI tidak hanya menawarkan ruang iklan statis, tetapi juga sistem kolaborasi yang lebih fleksibel.

Ada konsep bundling media, di mana brand bisa masuk ke berbagai titik sekaligus—mulai dari stasiun, dalam kereta, hingga perjalanan penumpang itu sendiri.

“Nggak hanya satu produk, tapi kita bundling sesuai kebutuhan brand,” jelasnya.

Untuk skala yang lebih besar, tersedia juga naming rights stasiun. Nama stasiun bisa melekat dengan brand tertentu, dengan nilai investasi sekitar Rp13 miliar hingga Rp30 miliar per tahun, tergantung lokasi dan karakteristik aset.

“Naming rights itu kuat sekali karena menjadi bagian dari journey experience penumpang,” tambahnya.

Dari Transit ke Gaya Hidup: Ada Shower, Grooming, sampai Relaxation Hub

Lebih dari sekadar media dan branding, KAI kini mulai mengarah pada pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan gaya hidup penumpang.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah refresh hub, evolusi dari konsep shower locker yang sudah ada sebelumnya.

“Kita upgrade shower locker menjadi refresh hub. Isinya bukan cuma mandi, tapi juga ada relaksasi dan mini grooming seperti salon instan,” ujar Agus.

Untuk penumpang komuter seperti KRL, KAI juga menyiapkan konsep grooming space yang menyediakan layanan seperti barber shop dan relaksasi singkat.

“Di KRL nanti ada grooming space, seperti potong rambut cepat dan relaksasi ringan,” katanya.

Layanan ini sudah berjalan di sejumlah stasiun besar seperti Gambir, Pasar Senen, Surabaya, hingga Semarang Tawang. Tarifnya berkisar sekitar Rp65.000 untuk shower, dan Rp80.000–Rp90.000 untuk refresh hub dengan fasilitas lebih lengkap.

Menariknya, ruang-ruang ini juga terbuka untuk kolaborasi dengan brand lifestyle seperti coffee shop dan produk personal care, menciptakan ekosistem yang lebih menyatu dengan kebutuhan harian penumpang.

“Kami ingin menghadirkan apa yang dibutuhkan pengguna jasa saat ini. Banyak penumpang yang ingin tetap bisa grooming cepat meski sedang dalam perjalanan,” ujarnya.

Perubahan wajah stasiun menunjukkan bahwa transportasi publik kini ikut bergerak mengikuti gaya hidup masyarakat urban. Dari sekadar ruang transit, kini menjadi tempat singgah yang lebih lengkap—mulai dari mobilitas, pengalaman digital, hingga layanan self-care.

Naik kereta pun kini bukan hanya soal pergi dari satu titik ke titik lain, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan itu sendiri bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:40 WIB

5 Sepeda Lipat Harga Mulai Rp1 Jutaan, Cocok untuk Kerja dan Naik Transportasi Umum

5 Sepeda Lipat Harga Mulai Rp1 Jutaan, Cocok untuk Kerja dan Naik Transportasi Umum

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:01 WIB

×