KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:40 WIB
KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial
Ilustrasi aset KAI yang bisa dikerjasamakan [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar]
baca 10 detik
  • PT KAI meluncurkan platform digital Space by KAI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026) untuk mempermudah akses informasi aset.
  • Platform tersebut berfungsi menghubungkan mitra bisnis dengan berbagai aset strategis KAI di wilayah Jawa dan Sumatera.
  • Pemanfaatan aset komersial ini bertujuan meningkatkan pendapatan perusahaan melalui kerja sama dengan mitra serta pelaku usaha UMKM.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengeluarkan sarana agar masyarakat bisa melihat aset-aset perseroan yang bisa digarap untuk berbisnis. Sarana itu berupa platform platform digital Space by KAI.

Dalam platform ini, KAI ingin mempermudah calon mitra dan investor mencari aset yang dapat dikerjasamakan di berbagai wilayah Indonesia.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan bisnis non-angkutan memiliki potensi besar untuk mendukung kinerja perusahaan. Apalagi, KAI saat ini melayani lebih dari 500 juta penumpang setiap tahunnya.

Penumpang beraktivitas di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ilustrasi Stasiun. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Jadi hari ini KAI ada launching yang namanya Space by KAI. Nanti ini akan diintegrasikan dengan Access by KAI, sehingga industri perkeretaapian ini juga bisa mengembangkan bisnis yang non-farebox, yang non-angkutannya, karena ini punya potensi besar," kata Anne kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurut Anne, besarnya jumlah pelanggan KAI menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai aktivitas bisnis di ekosistem aset perusahaan. Karena itu, pemanfaatan aset dinilai dapat menjadi sumber pendapatan tambahan selain dari layanan angkutan penumpang dan barang.

Executive Vice President of Sales KAI Zuhril Alim menjelaskan, Space by KAI dirancang sebagai jembatan antara KAI selaku pemilik aset dengan mitra yang ingin mengembangkan usaha di lokasi-lokasi strategis milik perusahaan.

"Prinsipnya adalah hari ini kita sedang me-launching satu platform baru untuk memudahkan interaksi antara KAI selaku pemilik aset dan pemilik captive market yang mencapai 500 juta per tahunnya dengan para mitra maupun calon mitra yang akan bekerja sama dengan KAI dalam hal pemanfaatan asetnya," ujar Zuhril.

Ia menyebutkan, aset yang ditawarkan melalui Space by KAI mencakup stasiun, rumah dinas, bangunan dinas hingga lahan yang tersebar di berbagai daerah operasi dan divisi regional KAI di Pulau Jawa maupun Sumatera.

Menurut Zuhril, KAI saat ini memiliki total lahan sekitar 327 juta meter persegi. Namun, tidak seluruh aset tersebut dimasukkan ke dalam platform karena perusahaan melakukan proses kurasi untuk memilih aset yang memiliki nilai komersial tinggi.

baca juga

"Teman-teman akan bisa melihat lokasi-lokasi mana yang punya potensial, punya nilai komersial tinggi. Karena tidak seluruh aset yang katakanlah tidak memiliki nilai komersial kami masukkan," ucapnya.

Ia menuturkan, langkah tersebut dilakukan agar calon mitra lebih mudah menemukan aset yang potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai bentuk usaha. KAI juga membuka peluang kerja sama dalam beragam sektor, termasuk pengembangan properti, usaha komersial hingga program-program pemerintah.

Selain mengedepankan potensi bisnis, KAI memastikan aset yang ditampilkan di Space by KAI merupakan aset yang sudah siap untuk dikerjasamakan. Perusahaan tidak memasukkan aset yang masih menghadapi persoalan hukum maupun administrasi.

"Yang kami sampaikan di dalam Space by KAI ini adalah betul-betul aset yang sudah bisa ready untuk dikerjasamakan. Aset-aset yang masih memiliki permasalahan atau masih belum clean and clear, kami mengambil untuk tidak kami tampilkan terlebih dahulu," kata Zuhril.

Ia menambahkan, peluang kerja sama melalui Space by KAI juga terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, selama syarat dan ketentuan terpenuhi, KAI siap menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.

"Selalu ada peluang ketika syarat dan ketentuannya terpenuhi baik dari pihak KAI maupun dari pihak calon mitra, itu kemudian bisa menjadi satu kerja sama yang saling menguntungkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi

Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:59 WIB

CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional

CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:42 WIB

OJK Siapkan Tiga Kebijakan Strategis, Dorong Tokenisasi Aset dan Stablecoin Nasional

OJK Siapkan Tiga Kebijakan Strategis, Dorong Tokenisasi Aset dan Stablecoin Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:55 WIB

Terkini

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:51 WIB

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

×