- John Field merupakan pemilik PT Blueray Cargo yang menyuap pejabat Bea Cukai.
- Bos PT Blueray Cargo ini sempat buron sebelum menyerahkan diri ke KPK.
- Nama Raffi Ahmad ikut terseret karena dicatut oleh pegawai John Field.
Suara.com - Perusahaan logistik PT Blueray Cargo tengah menjadi sorotan, setelah menyeret nama Raffi Ahmad dalam kasus suap importasi.
Selain Raffi Ahmad, kasus dugaan suap importasi oleh PT Blueray Cargo ini juga menjerat pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Lantas, siapakah sebenarnya sosok di balik PT Blueray Cargo ini?
Sosok John Field, Sang Bos yang Sempat Jadi Buron
Pemilik sekaligus pimpinan tertinggi PT Blueray Cargo adalah John Field.

Saat ini, status John Field telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi senilai miliaran rupiah.
Perjalanan hukum John Field sempat diwarnai drama. Pada 4 Februari 2026, ia sempat lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Ditjen Bea Cukai.
Namun, setelah sempat menjadi buronan selama beberapa hari, John akhirnya menyerahkan diri ke KPK pada 7 Februari 2026.
Suap Fantastis Rp 61 Miliar dan Fasilitas Mewah
Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), terungkap bahwa John Field tidak main-main dalam melancarkan aksinya.
Ia didakwa memberikan uang pelicin mencapai Rp 61,3 miliar kepada sejumlah pejabat Bea Cukai.
Tak hanya uang tunai, John Field dkk juga disebut-sebut memanjakan para oknum pejabat tersebut dengan berbagai fasilitas hiburan mewah.
Tujuannya, agar barang-barang impor milik PT Blueray Cargo bisa lolos dari pengawasan kepabeanan yang ketat tanpa hambatan.
Melibatkan Orang Dalam dan Pejabat Tinggi
Dalam menjalankan praktik lancung ini, John Field tidak bekerja sendirian.
Ia dibantu oleh dua anak buah kepercayaannya yang kini juga berstatus terdakwa, yaitu Dedy Kurniawan Sukolo sebagai Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan PT Blueray Cargo dan Andri sebagai Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Cargo.
Uang haram tersebut diduga mengalir ke kantong sejumlah petinggi Bea Cukai, mulai dari tingkat Direktur hingga Kepala Seksi Intelijen, di antaranya Rizal (Direktur Penindakan dan Penyidikan), Sisprian Subiaksono, hingga Orlando Hamonangan Sianipar.
Hubungannya dengan Raffi Ahmad
Keterkaitan nama Raffi Ahmad dengan perusahaan milik John Field ini diduga kuat akibat ulah oknum pegawai PT Blueray Cargo.
Berdasarkan pengakuan Raffi, salah satu pegawai John Field mencatut namanya saat ia tak sengaja berfoto di kantor perusahaan tersebut di New York.
Pegawai tersebut diduga mengirim pesan WhatsApp kepada bosnya, John Field dan mengklaim bahwa "Sultan Andara" melakukan pemesanan barang.
Bukti percakapan inilah yang kemudian ditemukan penyidik KPK dalam ponsel oknum perusahaan, hingga akhirnya menyeret nama Raffi Ahmad ke dalam pusaran penyidikan.