- Malam 1 Suro pada 15 Juni 2026 menuntut pemilik weton tulang wangi waspada terhadap potensi gangguan energi spiritual.
- Pemilik weton tulang wangi berisiko mengalami kelelahan fisik dan sensitivitas tinggi akibat pengaruh energi gaib saat Suro.
- Ki Candan Langit menyarankan pemilik weton tulang wangi tetap di rumah, menjaga ketenangan, serta meningkatkan ibadah pribadi.
"Weton tulang wangi ini (kalau mau) bepergian ataupun ada perjalanan yang mungkin kurang pentinglah ya, ini kalau bisa ditahan dulu, ditahan dulu, dipending dulu untuk apa? Untuk menjaga keselamatannya," ujarnya.
Selain mengurangi aktivitas di luar rumah, pemilik weton tulang wangi juga dianjurkan untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dianggap membawa energi negatif.
Kewaspadaan, ketenangan pikiran, serta memperbanyak aktivitas positif menjadi bagian dari anjuran yang sering disampaikan dalam tradisi tersebut.
Apa yang Harus Dilakukan Weton Tulang Wangi Saat Malam 1 Suro?
Selain pantangan, terdapat pula sejumlah anjuran yang dipercaya dapat membantu pemilik weton tulang wangi menjalani malam 1 Suro dengan lebih tenang.
Ki Candan Langit menyarankan agar sebelum malam 1 Suro seseorang melakukan pembersihan diri secara lahir dan batin.
"Sebaiknya bersuci diri, membersihkan badan jasmani dan rohani, mandi suci, mandi dengan cara-cara sendiri, yang penting berdoa dengan keyakinan agama masing-masing dan kekuatan hati atau batin masing-masing," katanya.
Selain itu, Ki Candan Langit juga menekankan pentingnya meningkatkan ibadah, tirakat, atau bentuk pengendalian diri yang positif.
"Ketika weton tulang wangi ini bermunajat ini akan tambah kuat power-nya," ujarnya
Bentuk pengendalian diri tersebut dapat diwujudkan melalui memperbanyak doa, zikir, introspeksi diri, berbuat baik kepada sesama, maupun menjalankan puasa sunnah sesuai kemampuan.
Bagi masyarakat Jawa yang masih memegang tradisi leluhur, malam 1 Suro juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbaiki kualitas spiritual.