Masalah yang lebih besar ada pada model bisnis fast fashion yang mengandalkan produksi dalam jumlah besar untuk memastikan tren selalu tersedia.
Artinya, pakaian yang akhirnya tidak dipakai tetap sudah mengonsumsi air, energi, bahan kimia, dan tenaga kerja sejak awal diproduksi.
Karena itu, sejumlah alternatif kebijakan mulai mendapat perhatian.
Beberapa di antaranya adalah memperluas tanggung jawab produsen terhadap pengelolaan limbah tekstil, mendorong investasi infrastruktur daur ulang, membatasi penggunaan material yang sulit didaur ulang, hingga mewajibkan transparansi tentang nasib barang yang dikembalikan.
Penulis: Vicha Rumanti