- Umat Islam menyambut 1 Muharram sebagai momen istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah dan melakukan introspeksi diri secara mendalam.
- Berbagai amalan positif seperti berdoa, bersedekah, menjalin silaturahmi, serta membaca Al-Qur'an dianjurkan untuk mengisi pergantian tahun Hijriah tersebut.
- Puasa sunnah menjadi amalan yang paling dianjurkan di bulan Muharram berdasarkan landasan hadis yang kuat dari Rasulullah.
Suara.com - Tahun Baru Islam 1 Muharram menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Meski tidak ada ibadah wajib khusus yang diperintahkan, ada sejumlah amalan 1 Muharram yang dianjurkan untuk mengisi pergantian tahun Hijriah dengan kegiatan positif dan bernilai pahala.
Bulan Muharram sendiri termasuk salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan maksiat selama bulan ini.
Lantas, apa saja amalan 1 Muharram yang paling dianjurkan? Berikut ulasannya.
1. Bermuhasabah atau Introspeksi Diri
Salah satu makna penting dari pergantian tahun Hijriah adalah melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Umat Islam diajak menengok kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir, menyesali kesalahan yang pernah dilakukan, serta bertekad menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun berikutnya.
Muhasabah juga menjadi momentum untuk memperbarui niat dalam beribadah dan memperbanyak amal saleh.
2. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Malam 1 Muharram banyak diisi dengan doa bersama, istighfar, dan dzikir. Selain memohon ampunan atas dosa yang telah lalu, umat Islam juga dianjurkan berdoa agar diberikan keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.
Sebagian masyarakat juga membaca doa awal tahun setelah Magrib sebagai bentuk harapan dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
3. Membaca Al-Qur'an, Termasuk Surat Yasin
Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang dianjurkan kapan saja, termasuk saat memasuki Tahun Baru Islam. Salah satu surat yang sering dibaca masyarakat Indonesia pada malam 1 Muharram adalah Surat Yasin.
Dalam tradisi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU), pembacaan Surat Yasin kerap menjadi bagian dari rangkaian doa dan muhasabah menyambut tahun baru Hijriah. Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa tidak ada dalil sahih yang secara khusus menetapkan keutamaan Surat Yasin pada malam 1 Muharram.
Karena itu, membaca Yasin dilakukan sebagai bagian dari ibadah membaca Al-Qur'an secara umum dan bukan karena adanya keutamaan khusus yang pasti pada malam tersebut.
4. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Awal tahun Hijriah juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Dengan bertaubat, seorang Muslim berharap dapat memulai tahun baru dalam keadaan yang lebih baik dan bersih dari dosa-dosa masa lalu.
5. Bersedekah
Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Menyambut 1 Muharram dengan berbagi kepada sesama dapat menjadi bentuk rasa syukur sekaligus sarana menebar manfaat bagi orang lain.
Sedekah tidak selalu berupa uang, tetapi juga bisa berupa makanan, bantuan tenaga, maupun bentuk kebaikan lainnya.
6. Menjalin Silaturahmi
Mempererat hubungan dengan keluarga, kerabat, dan tetangga juga termasuk amalan yang baik dilakukan saat Tahun Baru Islam. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang kurang harmonis.
7. Berpuasa Sunnah di Bulan Muharram
Di antara berbagai amalan yang dilakukan saat 1 Muharram, memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharram memiliki landasan hadis yang kuat.
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa amalan yang paling jelas dasar hadisnya pada bulan Muharram adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Muslim)
Puasa sunnah dapat dilakukan pada hari-hari di bulan Muharram, terutama puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.
Mana Amalan yang Paling Dianjurkan?
Pendakwah seperti Buya Yahya pernah menjelaskan bahwa membaca Yasin, Ayat Kursi, atau surat-surat Al-Qur'an lainnya pada malam Tahun Baru Islam tidak masalah selama diniatkan sebagai ibadah membaca Al-Qur'an dan tidak diyakini sebagai amalan wajib atau memiliki fadhilah khusus yang pasti dari Rasulullah SAW.
Buya Yahya mengatakan, "Adapun soal membaca Ayat Kursi dan sebagainya, kalau ada orang mengatakan, 'Wahai santriku bacalah Yasin 16 kali,' itu tidak ada masalah."
Jika merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW, amalan yang paling kuat anjurannya selama bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah.
Namun, umat Islam juga dianjurkan mengisi malam dan hari 1 Muharram dengan berbagai amal saleh lainnya seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, bersedekah, dan bermuhasabah.
Dengan demikian, baca Surat Yasin hingga bermuhasabah dapat menjadi pilihan amalan untuk mengisi Tahun Baru Islam, selama dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak meyakini adanya keutamaan khusus tanpa dasar yang jelas.
Tahun baru Hijriah pun dapat menjadi titik awal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah sepanjang tahun.