- Blister adalah gelembung cairan pada kulit akibat gesekan berulang saat berlari yang dapat menurunkan performa pelari.
- Pelari dapat mencegah blister dengan menggunakan kaus kaki sintetis, mengoleskan pelumas anti-gesek, serta memperbaiki teknik menjejak tanah.
- Pilihlah ukuran sepatu yang memberikan ruang bagi kaki untuk membengkak saat menempuh jarak lari yang jauh.
Suara.com - Para pencinta lari, apalagi yang sering race atau long run mungkin pernah mengalami yang namanya blister.
Blister adalah gelembung berisi cairan pada kulit akibat gesekan berulang antara kaki, kaus kaki, dan sepatu yang sangat mengganggu kenyamanan.
Kondisi ini biasanya muncul pada area tumit, telapak kaki, atau di sela-sela jari kaki.
Meski terlihat sepele, namun jika sudah pecah, rasa perihnya bisa mengganggu performa lari bahkan meningkatkan risiko infeksi.
Lalu bagaimana meminimalisir bahkan mencegah timbulnya blister saat lari? Berikut trik yang bisa dicoba.
1. Pakai kaos kaki khusus lari
Kaus kaki katun adalah musuh utama bagi para pelari karena sifatnya yang menahan keringat.
Pilihlah kaus kaki khusus lari berbahan sintetis seperti nilon atau polyester yang memiliki fitur moisture-wicking.
Bahan ini efektif mengalirkan kelembapan keluar dari permukaan kulit kaki Anda.
Kaus kaki dengan fitur double-layer juga sangat disarankan untuk mengalihkan gesekan antar-kain, bukan pada kulit.
2. Gunakan Petroleum Jelly
Mengurangi gaya gesek secara langsung pada kulit bisa disiasati dengan menggunakan pelumas khusus.
Oleskan petroleum jelly (Vaseline) atau krim anti-gesek pada area rawan seperti tumit, pinggir kelingking, dan ibu jari kaki.
Lapisan pelumas ini menciptakan proteksi instan yang meminimalisir dampak gesekan kaus kaki selama melangkah.
3. Pastikan Ukuran Sepatu Memiliki "Ruang Napas"