- Richard Muljadi ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta atas dugaan kasus penipuan bisnis batu bara senilai Rp7 miliar.
- Cucu konglomerat ini sebelumnya pernah divonis bersalah karena penyalahgunaan narkotika jenis kokain pada tahun 2018 lalu.
- Richard kerap memicu kontroversi publik akibat penggunaan fasilitas pengawalan aparat serta gaya hidup mewah yang mencolok.
Suara.com - Nama Richard Muljadi kembali menjadi perhatian publik setelah ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terkait kasus dugaan penipuan bisnis batu bara yang merugikan korban hingga Rp7 miliar.
Kasus terbaru ini menambah panjang daftar kontroversi yang selama bertahun-tahun mengiringi perjalanan hidup Richard Muljadi di ruang publik.
Berbagai peristiwa yang melibatkan dirinya kerap memicu perdebatan karena dianggap mencerminkan perlakuan istimewa yang tidak dinikmati masyarakat pada umumnya.
Siapa Richard Muljadi?
Richard Arief Muljadi merupakan cucu dari pengusaha dan pengacara senior Kartini Muljadi yang dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh di dunia bisnis Indonesia.
Lahir pada 19 Januari 1988, Richard mengenyam pendidikan ekonomi dan pemasaran di Monash University, Australia, sebelum kembali ke Indonesia dan terlibat dalam sejumlah bisnis keluarga serta perusahaan teknologi.
Namun, di balik citra sebagai pengusaha muda dan sosialita, Richard beberapa kali menjadi sorotan akibat berbagai kontroversi yang viral di media sosial maupun pemberitaan nasional.
Kontroversi Richard Muljadi
Berikut deretan kontroversi Richard Muljadi yang paling banyak menyita perhatian publik.
![Terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba jenis kokain Richard Muljadi berjalan saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/02/14/61845-richard-muljadi.jpg)
1. Kasus Kokain di Toilet Restoran Mal Mewah
Kontroversi terbesar yang pernah menjerat Richard Muljadi terjadi pada 2018 ketika ia ditangkap aparat kepolisian di toilet sebuah restoran di kawasan Mall Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan.
Saat penangkapan berlangsung, polisi menemukan barang bukti berupa sisa narkotika jenis kokain seberat 0,038 gram yang tersimpan pada selembar uang pecahan 5 Dollar Australia. Selain itu, petugas juga mengamankan sebuah telepon genggam milik Richard.
Kasus tersebut berlanjut ke meja hijau dan menjadi perhatian luas karena melibatkan figur publik dari keluarga konglomerat. Dalam persidangan, majelis hakim menyatakan Richard terbukti memiliki narkotika jenis kokain.
Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis pidana penjara selama satu tahun enam bulan serta memerintahkan Richard menjalani pengobatan dan rehabilitasi medis di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.
Putusan tersebut sempat menjadi perbincangan karena dianggap lebih ringan dibanding ekspektasi sebagian masyarakat terhadap kasus penyalahgunaan narkotika.

2. Menjalani Pemberkatan Pernikahan Saat Direhabilitasi
Ketika masih menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur, Richard kembali menjadi sorotan setelah diketahui menghadiri pemberkatan bersama pasangannya, Shalvynne Chang.
Kuasa hukumnya saat itu menjelaskan bahwa Richard memperoleh izin keluar sementara melalui fasilitas yang disebut business pass.
Dengan izin tersebut, ia diperbolehkan meninggalkan lokasi rehabilitasi selama beberapa jam untuk mengikuti acara pemberkatan di gereja sebelum kembali ke RSKO.