- Pemadaman listrik di Pulau Jawa mengancam kualitas penyimpanan ASIP dan bahan makanan beku milik masyarakat serta pelaku usaha.
- Produsen elektronik menghadirkan teknologi cooling retention untuk menjaga suhu dingin tetap stabil meskipun aliran listrik sedang terputus.
- AQUA Elektronik AQF-455EC dan Sharp Grand Vetro menjadi solusi perangkat pendingin efisien guna mencegah kerusakan produk selama mati listrik.
Suara.com - Kulkas yang tetap dingin saat mati listrik kini menjadi kebutuhan penting, terutama di tengah kondisi beberapa wilayah di Pulau Jawa yang dilaporkan masih mengalami gangguan pemadaman listrik PLN dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak besar pada penyimpanan ASI perah (ASIP), bahan makanan beku, hingga pelaku usaha kecil di sektor makanan dan minuman.
Ketika listrik padam, suhu di dalam kulkas biasanya mulai naik dalam hitungan jam. Kondisi ini bisa merusak kualitas ASIP, daging beku, hingga produk frozen food yang bernilai ekonomi tinggi. Karena itu, kulkas dengan teknologi retensi dingin (cooling retention) dan insulasi tinggi menjadi solusi yang semakin dicari.
Secara umum, kulkas rumah tangga standar hanya mampu mempertahankan suhu dingin selama beberapa jam setelah listrik mati. Setelah itu, suhu akan naik dan makanan mulai mengalami thawing atau pencairan.
Hal ini terjadi karena lapisan insulasi standar tidak cukup tebal untuk menahan suhu dingin lama dan tidak ada teknologi penyimpanan suhu jangka panjang. Selain itu, volume ruang pendingin kecil sehingga lebih cepat kehilangan suhu stabil
Padahal, untuk ASIP dan produk beku, perubahan suhu kecil saja bisa berdampak pada kualitas dan keamanan.
Teknologi Cooling Retention Jadi Kunci
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah produsen kini menghadirkan teknologi cooling retention, yaitu kemampuan mempertahankan suhu dingin lebih lama meskipun listrik mati.
Teknologi ini biasanya didukung oleh:
- Insulasi busa berdensitas tinggi
- Desain pintu rapat anti kebocoran udara dingin
- Material dinding yang lebih tebal
- Efisiensi pendinginan saat listrik kembali menyala
Salah satu produk yang mengusung konsep ini adalah chest freezer dari AQUA Elektronik.
AQUA Elektronik AQF-455EC Freezer Tahan Dingin Hingga 48 Jam

Salah satu solusi yang banyak dibahas adalah AQUA Elektronik AQF-455EC, lini chest freezer berkapasitas besar sekitar 519 liter.
Produk ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan penyimpanan jangka panjang, terutama bagi keluarga yang menyimpan ASIP maupun pelaku usaha makanan beku.
Menurut Meiriano Ullman, Head of Product Planning Aqua Elektronik Indonesia, perangkat ini memang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Kami memahami konsumen membutuhkan perangkat penyimpanan beku untuk menyimpan berbagai bahan makanan, cocok bagi mereka yang punya bisnis kuliner termasuk frozen food. Kami hadirkan chest freezer AQF-455EC yang berkapasitas cukup besar dan dibekali teknologi unggulan cooling retention untuk memastikan makanan tetap beku bahkan ketika aliran listrik mengalami gangguan atau mati,” ujar Meiriano Ullman, Head of Product Planning Aqua Elektronik Indonesia.