- Ery Makmur berkomitmen mengubah gaya hidup sehat demi menjaga masa depan dan kebaikan anak-anaknya di masa mendatang.
- Ery mengajak anaknya berpartisipasi dalam ajang lari amal Generali Lion Heart Run 2026 sebagai sarana membangun kebersamaan.
- Generali Indonesia menyelenggarakan kegiatan lari sejauh 5 kilometer di Taman Mini Indonesia Indah pada 30 Agustus 2026.
Suara.com - Ery Makmur punya alasan yang tak biasa saat memutuskan mengubah gaya hidupnya. Bukan demi tuntutan pekerjaan atau sekadar ingin tampil lebih ideal, melainkan karena memikirkan masa depan anak-anaknya.
Sebagai seorang ayah, Ery mengaku pernah dihantui ketakutan tentang kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika ia terus hidup dengan kondisi obesitas. Dari kegelisahan itu, muncul satu kalimat yang akhirnya menjadi titik balik dalam hidupnya.
"Demi anak, karena saya mikir gini kalau saya amit-amit meninggal di kondisi obesitas, kayaknya saya dzolim sama anak saya karena keberatan mengangkat keranda mayat," ujarnya.
Pernyataan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam. Ery tidak ingin kondisi kesehatannya kelak justru menjadi beban bagi orang-orang yang paling ia cintai.
"Saya enggak mau anak saya keberatan pada saat mengangkat keranda mayat ayahnya. Jadi itu yang memotivasi," lanjutnya.

Sejak saat itu, Ery mulai serius mengubah kebiasaan sehari-harinya. Ia memperbaiki pola hidup, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Baginya, menjaga kesehatan bukan lagi sekadar urusan pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Perubahan positif itu juga ingin ia tularkan kepada sang anak. Ery percaya kebiasaan hidup sehat sebaiknya dikenalkan sejak dini melalui aktivitas yang menyenangkan dan dilakukan bersama keluarga.
Salah satu caranya adalah dengan mengajak anaknya ikut merasakan pengalaman berlari dalam Generali Lion Heart Run 2026. Ajang lari amal sejauh 5 kilometer tersebut akan menjadi pengalaman perdana bagi anaknya mengikuti event lari.
"Yang disiapin kayaknya mulai minggu besok kita ajak anak saya lari dulu 2 kilo, 2 kilo dulu. Yang penting bisa menyelesaikan 2 kilo itu," katanya.
Ery mengaku tidak menargetkan waktu tertentu. Yang terpenting baginya adalah membangun kebiasaan bergerak dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.
Ia juga berencana mengajak sang buah hati berlatih langsung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah agar lebih mengenal suasana acara.
"Mungkin akan saya bawa ke Taman Mini juga biar tahu euforia nanti akan seperti apa. Yang paling penting, anaknya sudah latihan dulu menuju ke sana," tuturnya.
Tak heran jika Ery begitu antusias. Ia mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan lokasi acara tersebut.
"Jujur saya memang anak Taman Mini. Saya suka banget lari di Taman Mini karena udaranya bersih, enggak ada kendaraan. Vending machine ada, minuman di mana-mana ada, toilet bersih, makanan juga lengkap. Habis lari boleh keliling sama anak-anak, masuk museum. One stop service yang education, mantap tuh," ungkapnya.
Bagi Ery, lari bukan sekadar aktivitas fisik. Ada momen kebersamaan yang bisa dibangun bersama keluarga melalui kegiatan sederhana tersebut.
Kehadiran Ery dalam Generali Lion Heart Run 2026 juga membawa pesan bahwa hidup sehat dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
"Saya sangat antusias mengikuti Generali Lion Heart Run, karena buat saya acara ini bukan hanya tentang mencapai finish line, tapi tentang perjalanan yang kita jalani bersama," ujarnya.
Ajang yang digelar PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia itu akan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Plaza Barat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Sebanyak 2.000 peserta dari berbagai kalangan diajak untuk bergerak bersama dalam charity fun run sejauh 5 kilometer.
Menariknya, seluruh hasil penjualan tiket dan pendapatan acara akan didonasikan untuk mendukung pendidikan 1.000 anak usia dini di berbagai kota di Indonesia melalui The Human Safety Net (THSN).
President Director and CEO Generali Indonesia, Rebecca Tan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud nyata perpaduan antara gaya hidup sehat dan kepedulian sosial.
"Setiap langkah akan membawa makna dan kebaikan, baik untuk kesehatan tubuh diri kita sendiri, dan juga membuka peluang bagi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dan masyarakat Indonesia secara luas," ujarnya.
Di tengah meningkatnya kasus obesitas dan penyakit tidak menular di Indonesia, kisah Ery Makmur menjadi pengingat bahwa motivasi terbesar untuk hidup sehat terkadang datang dari keluarga.
Sebab, bagi seorang ayah, menjaga kesehatan bukan hanya tentang memperpanjang usia, tetapi memastikan dirinya tetap hadir, kuat, dan tidak menjadi beban bagi anak-anak yang dicintainya.