- Metode kombinasi lari dan jalan cepat (run and walk) dapat meningkatkan performa pelari pemula saat lomba.
- Metode ini efektif membangun kapasitas jantung serta kekuatan otot secara bertahap tanpa memicu stres fisik yang berlebihan.
- Pelari dapat menggunakan formula kombinasi durasi lari dan jalan cepat secara konsisten untuk membangun daya tahan tubuh optimal.
Tahap 2: Metode "2 Menit Lari, 1 Menit Jalan Cepat" (Fase Membangun Endurance)
Jika tubuh sudah mulai terbiasa dan napas terasa lebih stabil, saatnya membalik formula dengan 2 menit lari dan 1 menit jalan cepat.
Cara ini dapat memperpanjang durasi lari dan memangkas waktu istirahat, sehingga badan mulai terbiasa dengan ritme lari yang diinginak.
"Ini dilakukan untuk membangun best endurance (daya tahan terbaik)," jelasnya.
Seiring berjalannya waktu, Anda akan sampai di titik di mana tubuh sudah nyaman untuk berlari terus-menerus tanpa perlu jeda berjalan kaki.
Olahraga Bukan Ajang Gaya-gayaan
Esensi utama dari olahraga adalah kesehatan dan konsistensi jangka panjang, bukan sekadar adu kecepatan atau gengsi di media sosial. Jadi, singkirkan rasa gengsi jik harus menurunkan tempo menjadi jalan cepat di tengah lintasan.
"Jangan malu run and walk. Pelari elite atau atlet ternama sekalipun pasti pernah mengalami fase memulai olahraga lari dengan jalan cepat, jogging ringan, baru bisa stabil lari," pungkas Melanie Putria.