Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah

Farah Nabilla, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:12 WIB
Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah
Ilustrasi perawatan diabetes (Freepik)
baca 10 detik
  • Indonesia menduduki peringkat kelima dunia dengan 20,4 juta penderita diabetes yang berisiko mengalami komplikasi serius pada 2024.
  • Daewoong Pharmaceutical meluncurkan obat enavogliflozin 0,3 mg di Bandung untuk memperluas pilihan terapi bagi pasien diabetes tipe 2.
  • PERKENI dan KDA menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi penelitian medis dan pendidikan guna meningkatkan kualitas penanganan diabetes.

Suara.com - Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia. International Diabetes Federation (IDF) mencatat terdapat sekitar 20,4 juta orang dewasa hidup dengan diabetes pada 2024, menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 28,6 juta pada 2050.

Selain tingginya jumlah pasien, IDF juga memperkirakan hampir 15 juta orang dewasa di Indonesia belum terdiagnosis diabetes.

Kondisi ini membuat deteksi dini dan keberlanjutan terapi menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit yang berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular dan ginjal tersebut.

Di tengah tingginya beban diabetes, kini tersedia tambahan pilihan terapi bagi pasien diabetes melitus tipe 2.

Daewoong Pharmaceutical Indonesia meluncurkan enavogliflozin 0,3 mg, obat golongan sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT2) inhibitor yang dikembangkan secara mandiri oleh perusahaan.

Peluncuran dilakukan dalam rangkaian Forum Endokrinologi Nasional Ke-14 sekaligus Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Diskusi juga membahas pentingnya mempertimbangkan risiko metabolik, kardiovaskular, dan ginjal dalam tata laksana diabetes, tidak hanya berfokus pada pengendalian kadar gula darah.

Ketua Umum PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, K-EMD, mengatakan kehadiran terapi baru tersebut menambah pilihan penanganan bagi pasien diabetes di Indonesia.

"Peluncuran enavogliflozin 0,3 mg di Indonesia memiliki makna penting karena menghadirkan pilihan terapi baru bagi pasien, sekaligus mendorong diskusi ilmiah mengenai bagaimana kita dapat mengelola diabetes tipe 2 dengan lebih baik pada populasi kita," ujarnya.

baca juga

Menurutnya, Indonesia saat ini masih menghadapi beban diabetes yang terus meningkat. Sehingga kolaborasi antara tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, dan industri dinilai penting untuk meningkatkan kualitas terapi serta luaran jangka panjang pasien.

Pada sesi ilmiah, Prof. Yong-ho Lee dari Division of Endocrinology and Metabolism, Yonsei University Severance Hospital, Korea Selatan, juga memaparkan hasil penelitian mengenai terapi tersebut pada pasien diabetes tipe 2 di Asia.

Ia menjelaskan bahwa terapi ini merupakan inhibitor SGLT-2 yang telah didukung oleh bukti klinis yang secara khusus diperoleh pada pasien Asia dengan diabetes melitus tipe 2.

"Dalam menangani pasien Asia, pemilihan terapi tidak hanya perlu mempertimbangkan efektivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah, tetapi juga dampaknya terhadap parameter metabolik, seperti berat badan dan resistensi insulin," ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Korean Diabetes Association (KDA) dan PERKENI juga menandatangani nota kesepahaman (MoU).

Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat pertukaran akademik, penelitian bersama, dan pendidikan medis di bidang diabetes antara Indonesia dan Korea Selatan.

Chairman Korean Diabetes Association, Prof. Sung-rae Kim, mengatakan bahwa MoU itu menghubungkan dua komunitas medis yang memiliki tujuan yang sama, untuk meningkatkan perawatan diabetes melalui penelitian ilmiah dan pendidikan.

CEO Daewoong Pharmaceutical, Seong-soo Park mengatakan terapi baru dan kerja sama juga bagian dari upaya meningkkatkan kualitas layanan kesehatan Indonesia, khususnya dalam penanganan penyakit kronis.

"Kami akan terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara tenaga medis Korea Selatan dan Indonesia guna mempererat kerja sama medis kedua negara serta membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia," ungkap Seong-soo Park.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda

Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:05 WIB

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:51 WIB

Terkini

Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya

Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:10 WIB

5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian

5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:02 WIB

Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli

Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:55 WIB

3 Sepatu Trail Running Lokal Terbaik, Ini Harga dan Review Pembeli setelah Dipakai

3 Sepatu Trail Running Lokal Terbaik, Ini Harga dan Review Pembeli setelah Dipakai

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:25 WIB

Mengenal XERF, Perawatan Pengencang Kulit Terbaru yang Minim Downtime

Mengenal XERF, Perawatan Pengencang Kulit Terbaru yang Minim Downtime

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:38 WIB

Moisturizer Apa yang Bikin Wajah Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Moisturizer Apa yang Bikin Wajah Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:20 WIB

4 Cushion Wardah yang Terbukti Laris untuk Base Makeup Flawless, Lengkap Harga dan Review

4 Cushion Wardah yang Terbukti Laris untuk Base Makeup Flawless, Lengkap Harga dan Review

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:05 WIB

Rice Cooker yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Beserta Fitur dan Review Pembeli

Rice Cooker yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Beserta Fitur dan Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:20 WIB

4 Tas Sekolah Ransel Mulai Rp90 Ribuan, Muat Banyak dan Nyaman Dipakai

4 Tas Sekolah Ransel Mulai Rp90 Ribuan, Muat Banyak dan Nyaman Dipakai

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:02 WIB

Sepeda Hybrid Berapa Harganya? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Buatan Lokal yang Murah

Sepeda Hybrid Berapa Harganya? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Buatan Lokal yang Murah

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:34 WIB

×