Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Ruth Meliana

Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB
Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau
Gunung Anak Krakatau
baca 10 detik
  • Letusan dahsyat Gunung Krakatau tahun 1883 di Selat Sunda menghancurkan gunung dan menyisakan kaldera raksasa yang dalam.
  • Anak Krakatau muncul ke permukaan pada 20 Januari 1929 akibat aktivitas magma yang terus berlanjut di zona subduksi.
  • Gunung ini tumbuh pesat melalui penumpukan material vulkanik serta menjadi laboratorium alam untuk mempelajari proses siklus gunung api.

Suara.com - Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu fenomena geologi paling menarik di Indonesia. Muncul dari reruntuhan Gunung Krakatau yang legendaris setelah letusan dahsyat tahun 1883, Anak Krakatau bukan sekadar pulau baru, melainkan bukti bahwa aktivitas vulkanik di Selat Sunda masih sangat hidup.

Pertanyaan “kenapa Anak Krakatau bisa muncul?” mengajak kita menyelami proses tektonik, siklus gunung api, dan kekuatan alam yang tak pernah berhenti.

Latar Belakang Letusan Krakatau 1883

Ilustrasi - Letusan Gunung Krakatau tahun 1883. [Berbeel; 1887]
Ilustrasi - Letusan Gunung Krakatau tahun 1883. [Berbeel; 1887]

 

Pada 26-27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus dengan kekuatan luar biasa. Letusan ini termasuk salah satu yang terdahsyat dalam sejarah modern, dengan indeks eksplosivitas vulkanik (VEI) 6.

Krakatau Purba yang tingginya mencapai sekitar 800 meter lebih hancur hampir separuh. Ledakan tersebut menghasilkan suara yang terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya, tsunami setinggi puluhan meter yang menewaskan lebih dari 36.000 orang, serta abu vulkanik yang menutupi langit hingga menyebabkan “tahun tanpa musim panas” di belahan bumi utara.

Akibat letusan itu, terbentuklah kaldera besar di tengah Selat Sunda. Kaldera ini adalah cekungan raksasa yang dulunya adalah tubuh gunung, kini terisi air laut dengan kedalaman rata-rata sekitar 200-300 meter.

Banyak yang mengira aktivitas vulkanik Krakatau telah berakhir. Namun, justru di sinilah benih Anak Krakatau mulai tumbuh.

Proses Kemunculan Anak Krakatau

Penampakan erupsi Anak Gunung Krakatau. [Nasa]
Penampakan erupsi Anak Gunung Krakatau. [Nasa]

 

Sekitar 44 tahun kemudian, tepatnya pada akhir 1927, aktivitas vulkanik kembali muncul di pusat kaldera. Awalnya berupa semburan air laut dan uap, kemudian material vulkanik mulai menumpuk di dasar laut.

Pada 11 Juni 1927 hingga awal 1929, gunung baru ini secara perlahan muncul ke permukaan. Lahir secara resmi pada 20 Januari 1929, ia dinamakan Anak Krakatau atau “Child of Krakatoa”.

Kenapa bisa muncul? Penyebab utamanya adalah aktivitas magma yang masih aktif di bawah kaldera. Meski letusan 1883 telah mengosongkan sebagian besar ruang magma dangkal, pasokan magma dari kedalaman terus berlanjut.

baca juga

Wilayah Selat Sunda terletak pada zona subduksi lempeng Australia yang menunjam di bawah lempeng Sunda (Eurasia). Proses subduksi ini menyebabkan batuan lempeng meleleh menjadi magma, yang kemudian naik ke permukaan melalui zona lemah di kaldera.

Anak Krakatau tumbuh sangat cepat. Rata-rata pertumbuhannya sekitar 4-7 meter per tahun, bahkan pernah mencapai 13 cm per minggu pada dekade 1950-an.

Hingga awal 2018, tingginya mencapai lebih dari 300 meter di atas permukaan laut dengan volume tubuh mencapai sekitar 5,5 km³.

Material yang dikeluarkan berupa lava, abu, dan bom vulkanik terus menumpuk, membangun kerucut stratovolcano baru.

Faktor Geologi Pendukung

Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau. (Twitter/Sutopo Purwo Nugroho)
Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau. (Twitter/Sutopo Purwo Nugroho)

 

Selain subduksi, ada beberapa faktor lain:

1. Lokasi di persilangan Jawa-Sumatra

Anak Krakatau berada di zona tektonik aktif dengan multiple sumber magma. Beberapa penelitian menunjukkan adanya dua sumber magma yang relatif dangkal, sehingga pasokan material lebih stabil dan pertumbuhan lebih signifikan.

2. Siklus pembentukan dan penghancuran

Sejarah Krakatau menunjukkan pola berulang. Krakatau Purba pernah meletus besar sekitar abad ke-6 M (535-536), membentuk kaldera, lalu muncul gunung baru. Anak Krakatau adalah kelanjutan siklus ini.

3. Komposisi magma

Awalnya magma basa (basaltik), kemudian berevolusi menjadi andesit, yang mendukung pembentukan kerucut stabil sekaligus erupsi eksplosif sesekali.

Pada Desember 2018, Anak Krakatau mengalami longsor flank yang memicu tsunami Selat Sunda. Meski tubuhnya menyusut sementara, aktivitas vulkanik terus berlanjut dan gunung ini kembali tumbuh.

4. Pelajaran dan Potensi Masa Depan

Anak Krakatau adalah laboratorium alam sempurna bagi ilmuwan untuk mempelajari suksesi ekosistem, pertumbuhan gunung api, dan bahaya vulkanik. Vegetasi mulai tumbuh di lerengnya, meski sering terganggu erupsi.

Bagi masyarakat sekitar, gunung ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di Ring of Fire. Meski letusan besar seperti 1883 diperkirakan masih lama, potensi erupsi kecil hingga sedang dan tsunami vulkanogenik tetap ada.

Fenomena Anak Krakatau membuktikan bahwa Bumi adalah planet yang dinamis. Apa yang hancur bisa lahir kembali dalam bentuk baru. Magma yang tak pernah berhenti naik, ditambah tekanan tektonik, menjadikan Anak Krakatau terus tumbuh dan aktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:02 WIB

Apa Suara Paling Keras yang Pernah Tercatat di Bumi? Bukan Mesin Jet atau Bom

Apa Suara Paling Keras yang Pernah Tercatat di Bumi? Bukan Mesin Jet atau Bom

Tekno | Selasa, 09 Desember 2025 | 20:15 WIB

Gunung Anak Krakatau di Lampung Meletus 10 Kali Pada Senin Pagi Hingga Malam

Gunung Anak Krakatau di Lampung Meletus 10 Kali Pada Senin Pagi Hingga Malam

News | Selasa, 28 November 2023 | 04:15 WIB

Terkini

5 Serum di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam, Ampuh Mencerahkan Wajah Menurut Review

5 Serum di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam, Ampuh Mencerahkan Wajah Menurut Review

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:09 WIB

Dari Running ke Gym Tanpa Ganti Alas Kaki, Kenalan dengan Ortuseight Hyperfit

Dari Running ke Gym Tanpa Ganti Alas Kaki, Kenalan dengan Ortuseight Hyperfit

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:50 WIB

5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan

5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:01 WIB

Melihat Sisi Lain Kota Pesisir, Menyusuri Jakarta dari Mata Perempuan Muara Angke,

Melihat Sisi Lain Kota Pesisir, Menyusuri Jakarta dari Mata Perempuan Muara Angke,

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:29 WIB

3 Shio yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Selama 6-12 Juli 2026, Diprediksi Banjir Rezeki

3 Shio yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Selama 6-12 Juli 2026, Diprediksi Banjir Rezeki

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:24 WIB

Apakah Boleh Setelah Wudhu Memakai Sunscreen Lalu Sholat?

Apakah Boleh Setelah Wudhu Memakai Sunscreen Lalu Sholat?

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:10 WIB

Sepatu Sekolah Paling Bagus dan Awet Merek Apa? Ini 5 Pilihan Murah dari Brand Lokal Sesuai Review

Sepatu Sekolah Paling Bagus dan Awet Merek Apa? Ini 5 Pilihan Murah dari Brand Lokal Sesuai Review

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:45 WIB

Komunitas Muslim di Jepang Terus Bertambah: Mengapa Kebutuhan Masjid Kian Mendesak?

Komunitas Muslim di Jepang Terus Bertambah: Mengapa Kebutuhan Masjid Kian Mendesak?

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:44 WIB

Apa Ciri-Ciri Parfum Asli? Ini 10 Tanda yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Beli

Apa Ciri-Ciri Parfum Asli? Ini 10 Tanda yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Beli

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:29 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Gel yang Bikin Bedak Menempel Sempurna saat Cuaca Panas

5 Rekomendasi Sunscreen Gel yang Bikin Bedak Menempel Sempurna saat Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:10 WIB

×