Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki? Ini Jalur dan Estimasi Waktu Pendakiannya

Farah Nabilla, Dita Alvinasari

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:00 WIB
Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki? Ini Jalur dan Estimasi Waktu Pendakiannya
Gunung Kawi (jadesta.kemenpar.go.id)
baca 10 detik
  • Gunung Kawi bukan hanya dikenal karena cerita mistis, tetapi juga memiliki jalur pendakian.
  • Ada beberapa rute menuju puncak Batu Tulis dengan tingkat kesulitan berbeda.
  • Simak jalur, estimasi waktu, dan persiapan sebelum mendaki Gunung Kawi.

Suara.com - Nama Gunung Kawi kembali menjadi sorotan setelah berbagai konten di media sosial membahas kawasan ini, terutama terkait cerita mistis dan isu praktik pesugihan yang sudah lama berkembang di tengah masyarakat.

Di balik berbagai cerita yang beredar, Gunung Kawi juga memiliki daya tarik sebagai kawasan pegunungan dengan jalur pendakian. Banyak orang penasaran, apakah Gunung Kawi bisa didaki seperti gunung-gunung lainnya?

Lantas, bagaimana jalur pendakian Gunung Kawi, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak, dan apa saja yang perlu dipersiapkan? Berikut informasi lengkapnya.

ilustrasi Gunung Kawi (Wikimedia Commons/Chainwit)
Ilustrasi Gunung Kawi (Wikimedia Commons/Chainwit)

Mengenal Gunung Kawi

Gunung Kawi merupakan salah satu gunung berapi yang sudah lama tidak aktif di Jawa Timur. Kawasan ini berada di sisi barat daya Kabupaten Malang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Hingga saat ini, tidak terdapat catatan sejarah mengenai letusan Gunung Kawi.

Gunung Kawi memiliki ketinggian yang cukup beragam tergantung titik puncak yang dituju. Puncak Batu Tulis Gunung Kawi berada di ketinggian sekitar 2.603 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan kawasan puncak tertinggi Gunung Buthak yang masih berada dalam kompleks Gunung Kawi mencapai sekitar 2.880 mdpl.

Banyak orang masih keliru menyebut Gunung Kawi sebagai Gunung Butak. Padahal, Gunung Buthak merupakan salah satu puncak yang berada di kawasan Gunung Kawi, bukan nama lain dari seluruh gunung tersebut.

Selain dikenal sebagai kawasan pendakian, Gunung Kawi juga populer karena keberadaan Pesarean Gunung Kawi yang menjadi tempat ziarah dan memiliki nilai budaya bagi sebagian masyarakat.

Gunung Kawi juga memiliki julukan Gunung Putri Tidur. Nama tersebut muncul karena bentuk gunung jika dilihat dari arah Kota Malang di sisi timur atau dari wilayah Kesamben dan Wlingi, Blitar di sisi barat, tampak menyerupai sosok perempuan yang sedang berbaring. Bagian selatan terlihat seperti kepala hingga dada, sementara bagian utara menyerupai kaki yang menjulur.

Dari kawasan Gunung Kawi, pendaki dapat menikmati pemandangan alam yang luas. Panorama yang terlihat mencakup kawasan Kota Batu di sebelah utara, Kota Malang hingga Kepanjen di sisi timur, Waduk Karangkates atau Bendungan Sutami di bagian selatan, serta Kota Wlingi, Blitar dengan hamparan perkebunan teh Sirahkencong di sisi barat.

baca juga

Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki?

Gunung Kawi bisa didaki dan memiliki beberapa jalur yang biasa digunakan oleh pendaki.

Meski namanya tidak sepopuler Gunung Semeru atau Gunung Arjuno, kawasan ini tetap menawarkan pengalaman pendakian yang menarik dengan suasana hutan alami dan medan yang cukup menantang.

Pendakian menuju puncak Gunung Kawi membutuhkan persiapan karena jalurnya didominasi hutan, tanjakan panjang, serta trek tanah yang dapat menjadi licin saat musim hujan.

Salah satu tujuan pendakian yang populer adalah Puncak Batu Tulis. Jalur menuju puncak ini dikenal memiliki karakter trek yang berat karena terus menanjak dengan kemiringan yang dapat mencapai sekitar 80 derajat di beberapa bagian.

Gunung Kawi lebih cocok untuk pendaki yang sudah memiliki pengalaman dasar. Kemampuan membaca jalur, mengatur stamina, dan membawa perlengkapan yang sesuai menjadi hal penting agar perjalanan berjalan aman.

Bagi pendaki pemula yang ingin mencoba Gunung Kawi, sebaiknya tidak berangkat sendirian. Mengajak teman yang sudah memahami jalur atau menggunakan bantuan pemandu lokal dapat menjadi pilihan agar perjalanan lebih nyaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:10 WIB

Gunung Kawi Terkenal dengan Apa? Ini Daya Tarik Alam, Mistis, dan Spiritual

Gunung Kawi Terkenal dengan Apa? Ini Daya Tarik Alam, Mistis, dan Spiritual

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:05 WIB

Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya

Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:39 WIB

Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Karhutla Riau Membara Lagi, Lahan di Jalan Lingkar Bangkinang Terbakar

Karhutla Riau Membara Lagi, Lahan di Jalan Lingkar Bangkinang Terbakar

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:15 WIB

5 Rekomendasi Moisturizer Pencerah Wajah, Pemudar Bekas Jerawat, dan Flek Hitam

5 Rekomendasi Moisturizer Pencerah Wajah, Pemudar Bekas Jerawat, dan Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:15 WIB

IMX 2026 Tegaskan Indonesia Sebagai Barometer Modifikasi dan Lifestyle Kawasan ASEAN

IMX 2026 Tegaskan Indonesia Sebagai Barometer Modifikasi dan Lifestyle Kawasan ASEAN

Otomotif | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Menyelamatkan Nyawa di Ujung Perbatasan: Akhir Tragis Pelarian Kapal Penyelundup di Bintan

Menyelamatkan Nyawa di Ujung Perbatasan: Akhir Tragis Pelarian Kapal Penyelundup di Bintan

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Sepatu XTEP Buatan Mana? Ini 3 Rekomendasi Terbaik untuk Lari Lengkap Harganya

Sepatu XTEP Buatan Mana? Ini 3 Rekomendasi Terbaik untuk Lari Lengkap Harganya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Komdigi Siapkan Aturan Harga GoFood dan Layanan Antar Barang, Platform Wajib Transparan

Komdigi Siapkan Aturan Harga GoFood dan Layanan Antar Barang, Platform Wajib Transparan

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Bikin Malu, Viral WNI Dituduh Kasih Makan Plastik ke Rusa di Nara Park Jepang

Bikin Malu, Viral WNI Dituduh Kasih Makan Plastik ke Rusa di Nara Park Jepang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran

Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Kas Negara Tekor Rp319 T, Suahasil: Memang APBN Kita Desain Defisit

Kas Negara Tekor Rp319 T, Suahasil: Memang APBN Kita Desain Defisit

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Kenali Boreout: Ketika Bosan di Kantor Lebih Menyiksa dari Beban Kerja

Kenali Boreout: Ketika Bosan di Kantor Lebih Menyiksa dari Beban Kerja

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:52 WIB

×