Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki? Ini Jalur dan Estimasi Waktu Pendakiannya

Farah Nabilla, Dita Alvinasari

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:00 WIB
Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki? Ini Jalur dan Estimasi Waktu Pendakiannya
Gunung Kawi (jadesta.kemenpar.go.id)
baca 10 detik
  • Gunung Kawi bukan hanya dikenal karena cerita mistis, tetapi juga memiliki jalur pendakian.
  • Ada beberapa rute menuju puncak Batu Tulis dengan tingkat kesulitan berbeda.
  • Simak jalur, estimasi waktu, dan persiapan sebelum mendaki Gunung Kawi.

Jalur Pendakian Populer Gunung Kawi

Gunung Kawi memiliki beberapa jalur pendakian dengan karakteristik yang berbeda. Dua jalur yang cukup sering digunakan adalah jalur Precet dan jalur Keraton.

1. Jalur Precet (Via Wagir, Malang)

Jalur Precet menjadi salah satu rute favorit karena memiliki waktu tempuh yang relatif lebih singkat dibandingkan jalur lainnya. Pendakian dimulai dari basecamp kawasan hutan Precet, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Untuk pendaki dengan kondisi fisik normal, perjalanan menuju puncak Batu Tulis biasanya membutuhkan waktu sekitar 8–9 jam, tergantung kecepatan berjalan, kondisi cuaca, dan waktu istirahat.

Perkiraan waktu perjalanan:

  • Basecamp menuju Pos 1: sekitar 1,5–2 jam
  • Pos 1 menuju Pos 2: sekitar 1,5–2 jam
  • Pos 2 menuju Pos 3: sekitar 2 jam
  • Pos 3 menuju puncak Batu Tulis: sekitar 2 jam dengan medan yang lebih curam dan licin

Jalur Precet memiliki beberapa area yang nyaman untuk mendirikan tenda, terutama di sekitar Pos 2.

Terdapat pula beberapa titik sumber air yang dapat dimanfaatkan pendaki. Jalur ini cocok bagi yang ingin menikmati pendakian singkat dengan sistem satu malam bermalam di gunung.

2. Jalur Keraton (Via Ngajum, Malang)

Jalur Keraton menawarkan pengalaman berbeda karena memiliki nuansa sejarah dan budaya yang cukup kuat. Rute ini melewati kawasan yang berkaitan dengan tempat-tempat religi serta jejak budaya lokal.

baca juga

Dibandingkan jalur Precet, jalur Keraton cenderung lebih panjang dengan waktu tempuh sekitar 11–12 jam menuju puncak. Medannya cukup menguras tenaga karena banyak tanjakan tajam dan kawasan hutan yang masih lebat.

Di sepanjang jalur terdapat beberapa titik menarik, termasuk area pesarean dan sumber mata air sebelum mencapai puncak.

Jalur Pendakian Lain Gunung Kawi

Selain Precet dan Keraton, terdapat beberapa jalur lain yang juga bisa digunakan, seperti jalur Panderman, Mrinci, Kucur, dan Ngantang.

Setiap jalur memiliki tingkat kesulitan serta karakter medan yang berbeda.

Sebelum mendaki, sebaiknya mencari informasi terbaru dari basecamp setempat karena kondisi jalur Gunung Kawi dapat berubah akibat cuaca maupun faktor alam.

Estimasi Waktu Pendakian Gunung Kawi

Rata-rata pendakian Gunung Kawi membutuhkan waktu sekitar 6–12 jam untuk perjalanan naik, tergantung jalur yang dipilih dan kondisi fisik pendaki.

Banyak pendaki memilih sistem perjalanan 2–3 hari dengan rincian naik, bermalam, lalu turun keesokan harinya.

Mitos Pesugihan Gunung Kawi dan Fakta Pendakiannya

Gunung Kawi kembali menjadi sorotan setelah banyak dibahas di media sosial terkait cerita mistis dan isu praktik pesugihan yang sudah lama berkembang di masyarakat.

Cerita tersebut membuat nama Gunung Kawi memiliki citra yang berbeda dibandingkan gunung lainnya.

Namun, di sisi lain, kawasan ini juga merupakan tempat dengan keindahan alam dan jalur pendakian yang menarik untuk dijelajahi.

Bagi pendaki, Gunung Kawi tetap menjadi kawasan pegunungan yang menawarkan pengalaman menikmati hutan, udara sejuk, serta panorama alam.

Tidak semua aktivitas di Gunung Kawi berkaitan dengan cerita mistis yang beredar.

Pendaki yang datang tetap perlu menghormati budaya dan kepercayaan masyarakat sekitar, menjaga etika selama berada di gunung, serta mengikuti aturan yang berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:10 WIB

Gunung Kawi Terkenal dengan Apa? Ini Daya Tarik Alam, Mistis, dan Spiritual

Gunung Kawi Terkenal dengan Apa? Ini Daya Tarik Alam, Mistis, dan Spiritual

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:05 WIB

Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya

Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:39 WIB

Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Kim Soo Hyun Tampil Memukau di HUT RCTI ke-37, Nyanyi Dreaming hingga Main 'Sinetron'

Kim Soo Hyun Tampil Memukau di HUT RCTI ke-37, Nyanyi Dreaming hingga Main 'Sinetron'

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:22 WIB

BRI Hadirkan BRImo Taiwan Untuk Mudahkan Transaksi PMI

BRI Hadirkan BRImo Taiwan Untuk Mudahkan Transaksi PMI

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:21 WIB

Harga Minyak Turun Jelang Pengumuman Sanksi Baru AS ke Iran

Harga Minyak Turun Jelang Pengumuman Sanksi Baru AS ke Iran

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:19 WIB

Buntut Siswa SMA Tewas Tergelincir, Pedagang Ikan Kramat Jati Bakal Dipindah!

Buntut Siswa SMA Tewas Tergelincir, Pedagang Ikan Kramat Jati Bakal Dipindah!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:19 WIB

Awas Macet! Cek Titik Penutupan Jalan di Pusat Kota Makassar Hari Ini

Awas Macet! Cek Titik Penutupan Jalan di Pusat Kota Makassar Hari Ini

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:18 WIB

BRImo Taiwan Buka Akses Perbankan Digital BRI Bagi PMI

BRImo Taiwan Buka Akses Perbankan Digital BRI Bagi PMI

Jatim | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:18 WIB

Atlet Open Donasi Demi Harumkan Indonesia, Publik Bongkar Anggaran Sewa Mobil Rp2,4 M di Kemenpora

Atlet Open Donasi Demi Harumkan Indonesia, Publik Bongkar Anggaran Sewa Mobil Rp2,4 M di Kemenpora

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:14 WIB

BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan untuk Diaspora Indonesia

BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan untuk Diaspora Indonesia

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional

Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional

Sumbar | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Arema FC Pinjam Mauro Zijlstra dari Persija, Lini Serang Makin Tajam?

Arema FC Pinjam Mauro Zijlstra dari Persija, Lini Serang Makin Tajam?

Jatim | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:10 WIB

×