- Koyal Shankar Harjani mendirikan merek parfum lokal Mykonos pada tahun 2019 dengan fokus utama inovasi aroma gourmand.
- Latar belakang pendidikan kuliner Koyal di Malaysia dan Prancis memberikan inspirasi unik dalam menciptakan varian wewangian Mykonos.
- Mykonos menjadi merek parfum terlaris di Shopee pada kuartal pertama 2026 berkat strategi pemasaran digital yang efektif.
Suara.com - Mykonos menjadi salah satu merek parfum lokal yang pertumbuhannya paling mencuri perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Siapa pemilik Mykonos?
Popularitasnya terus meningkat berkat koleksi aroma yang unik serta strategi pemasaran digital yang berhasil menjangkau berbagai kalangan.
Di balik kesuksesan tersebut, terdapat sosok pengusaha muda bernama Koyal Shankar Harjani yang membangun Mykonos dari sebuah ide sederhana menjadi merek parfum dengan pasar yang luas.
Lantas, siapa pemilik Mykonos dan bagaimana perjalanan pendidikan serta strategi bisnis yang mengantarkannya meraih kesuksesan?

Siapa Pemilik Mykonos?
Pemilik sekaligus pendiri Mykonos adalah Koyal Shankar Harjani, seorang pengusaha muda yang menjabat sebagai Founder dan Chief Executive Officer (CEO) PT Mykonos Parfume Indonesia.
Ia mendirikan brand parfum lokal tersebut pada 2019 sebelum mulai memperluas pemasarannya secara agresif pada 2020.
Sejak awal, Koyal membawa konsep yang berbeda dibandingkan banyak merek parfum lokal lainnya. Alih-alih hanya menghadirkan aroma floral atau woody yang umum ditemukan di pasaran, ia memilih mengembangkan parfum dengan karakter gourmand atau aroma yang terinspirasi dari makanan dan minuman.
Pendekatan tersebut membuat Mykonos memiliki identitas yang mudah dikenali. Sejumlah varian seperti Matcha Latte, Caramel Fudge Cookies, Berry Caramel Pancakes, hingga Pandan Sticky Rice menawarkan pengalaman wewangian yang tidak biasa dan membedakannya dari kompetitor.
Selain menghadirkan aroma yang manis dan hangat, Mykonos juga merilis parfum dengan karakter segar, powdery, floral, citrus, hingga aquatic.
Beragam pilihan tersebut membuat produknya dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari penggunaan sehari-hari, bekerja di kantor, hingga menghadiri acara formal.
Pendidikan Koyal Shankar Harjani
Kesuksesan Koyal tidak terlepas dari latar belakang pendidikan yang ditempuhnya. Dikutip dari Linkedin, Koyal merupakan lulusan Taylor's University, Malaysia, dengan gelar Bachelor of Culinary Arts and Food Service Management (Honours) yang diselesaikan pada 2017.
Selama menempuh pendidikan, Koyal aktif mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri. Ia pernah menjadi anggota Taylor's Indian Society, bergabung dalam Rotaract Club Kuala Lumpur, serta memimpin sejumlah kegiatan tanggung jawab sosial. Selain itu, ia juga mengikuti berbagai pelatihan kewirausahaan, investasi, hingga pengembangan kepemimpinan.
Tidak hanya belajar di Malaysia, Koyal juga mengikuti program pertukaran pelajar di Tampere University of Applied Sciences, Finlandia.
Program tersebut memperluas pengalamannya dalam bidang manajemen layanan makanan sekaligus memberikan perspektif internasional mengenai inovasi produk dan pengalaman konsumen.
Ia juga menyelesaikan program gelar ganda di Université Toulouse – Jean Jaurès, Prancis, pada bidang Restaurant and Food Services Management.
Sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi, Koyal menempuh pendidikan di Gandhi Memorial Intercultural School, tempat ia menyelesaikan pendidikan menengah dengan fokus pada bidang bisnis.
Meski berasal dari dunia kuliner, pengalaman akademik tersebut justru membentuk cara berpikir kreatif yang kemudian diterapkan dalam industri parfum.
Pengetahuan mengenai komposisi rasa, aroma, dan pengalaman sensorik menjadi salah satu inspirasi saat mengembangkan berbagai koleksi parfum Mykonos.
Kesuksesan Mykonos
Perkembangan Mykonos tidak hanya terlihat dari popularitasnya di media sosial, tetapi juga dari data penjualan. Berdasarkan riset Compas.co.id, Mykonos menjadi brand parfum terlaris di Shopee pada kuartal I (Q1) 2026 dengan pangsa pasar 5,27 persen.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa Mykonos berhasil membangun kepercayaan konsumen dalam waktu singkat. Di tengah tingginya minat terhadap parfum lokal, merek ini mampu bersaing lewat inovasi produk dan strategi pemasaran digital yang kuat.
Mykonos dikenal mengusung konsep Extrait de Parfum, yaitu parfum dengan konsentrasi minyak esensial lebih tinggi sehingga aromanya cenderung lebih tahan lama. Beberapa varian yang populer antara lain Sorrento, Enchanted, Reflection, Milk Drops, Satin Blanc, Monaco Royale, dan Aphrodite.
Daya tarik Mykonos juga terletak pada aroma yang dekat dengan keseharian, seperti susu, vanila, karamel, teh, dan pandan. Brand ini kemudian memperluas koleksinya lewat seri bertema kafe seperti Pink Drops dan Cafe Drops.
Selain inovasi aroma, Mykonos juga didukung harga yang relatif terjangkau, penjualan yang aktif di Shopee, serta promosi melalui TikTok dan Instagram.
Kombinasi faktor tersebut membuat Mykonos terus tumbuh dan menjadi salah satu pemain kuat di industri parfum lokal Indonesia.