- Jakarta International Pet Show 2026 diselenggarakan di NICE PIK 2 pada 3–5 Juli sebagai ajang edukasi dan hiburan.
- Pameran menghadirkan beragam aktivitas interaktif seperti kompetisi, talkshow, serta area edukasi satwa bagi keluarga dan komunitas pecinta hewan.
- Acara ini berhasil mengubah tren pameran hewan menjadi ruang berbagi pengalaman, konsultasi kesehatan, serta pengembangan wawasan kesejahteraan hewan.
Suara.com - Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya pecinta hewan peliharaan, tetapi juga memperlihatkan perubahan cara masyarakat menikmati sebuah pameran.
Jika dulu pet expo identik dengan tempat berburu makanan, aksesori, atau kebutuhan anabul, kini pengunjung datang dengan tujuan yang lebih beragam, mulai dari mencari pengetahuan, mengikuti komunitas, hingga menikmati hiburan bersama keluarga.
Perubahan tersebut terlihat sepanjang penyelenggaraan JIPS 2026 di NICE PIK 2 pada 3–5 Juli lalu. Berbagai aktivitas seperti talkshow, kompetisi agility, zona edukasi satwa, mini zoo, hingga sesi interaksi dengan hewan menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah menghabiskan waktu berjam-jam di dalam area pameran.
Jonathan, salah satu pengunjung, mengaku awalnya datang karena menyukai anjing. Namun, setelah berkeliling, ia justru menemukan banyak pengalaman lain yang membuat kunjungannya terasa lebih lengkap.
"JIPS 2026 seru banget, terus aku juga kebetulan suka anjing dan ada tenant ikan. Aku suka banget, itu kasih warna juga sih," ujarnya.
Menurut Jonathan, konsep acara yang dikemas lebih interaktif membuat suasana pameran terasa hidup. Kehadiran panggung talkshow yang terbuka serta area kompetisi agility menjadi salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian pengunjung.
"Jadi hasilnya seru, kayak tadi talk show-nya panggungnya bagus ya, dia melingkar gitu. Dan agility-nya kayaknya banyak banget yang datang," katanya.
Kompetisi Ninja Dog Warrior menjadi salah satu contoh bagaimana edukasi dapat dikemas dalam bentuk hiburan. Pengunjung tidak hanya menyaksikan anjing melewati berbagai rintangan, tetapi juga melihat secara langsung hasil latihan, komunikasi, dan kekompakan antara hewan peliharaan dengan pemiliknya.
Di sisi lain, JIPS juga memberikan ruang bagi komunitas yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Melalui Morphvolution, misalnya, pengunjung dapat mengenal berbagai jenis gecko dengan warna dan pola yang unik, sekaligus memahami lebih jauh tentang dunia reptil dari para pehobi dan komunitas.
Tidak hanya menyasar pet parent, pameran ini juga menarik minat keluarga yang membawa anak-anak. Kehadiran Animalium, Jagat Satwa Nusantara, dan Mini Zoo by deHakims memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal beragam satwa dari jarak dekat sambil mempelajari habitat, karakter, serta cara memperlakukan hewan dengan baik.
Pengunjung asal Tangerang, Melati Safira, mengaku semula hanya menemani adiknya melihat kucing ras. Namun, ia justru menghabiskan hampir seharian menikmati berbagai aktivitas yang tersedia.
"Saya enggak nyangka acaranya sebesar ini. Biasanya kalau pameran hewan, kita cuma lihat booth. Di JIPS ini banyak yang bisa ditonton. Ada kompetisi, talkshow, satwa eksotis, dan area interaksi. Jadi enggak terasa sudah beberapa jam di dalam," katanya.
Pengalaman serupa dirasakan Ardiansyah Putra yang datang bersama istri dan anaknya. Menurutnya, kombinasi antara hiburan dan edukasi menjadi nilai tambah yang membuat seluruh anggota keluarga dapat menikmati acara.
"Anak saya senang karena bisa lihat banyak hewan. Saya dan istri juga senang karena ada edukasinya. Jadi bukan cuma foto-foto, tetapi ada informasi soal habitat, perawatan, dan cara memperlakukan hewan," ujarnya.
Perubahan tren pet parent juga terlihat dari cara pengunjung memanfaatkan area pameran. Booth makanan, vitamin, grooming, aksesori, hingga layanan konsultasi kesehatan dipenuhi pengunjung yang tidak hanya berbelanja, tetapi juga aktif bertanya kepada tenaga profesional mengenai kebutuhan hewan peliharaan mereka.
"Yang saya suka, semua kebutuhan ada. Dari makanan, vitamin, mainan, sampai konsultasi. Jadi sekalian cari referensi yang paling cocok buat anjing saya," kata Ardiansyah.
Di sisi lain, ramainya sesi meet and greet bersama pet influencer menunjukkan bahwa dunia hewan peliharaan kini juga berkembang di ranah digital. Banyak pet parent memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar membuat konten yang informatif sekaligus tetap mengutamakan kesejahteraan hewan.
Melihat antusiasme tersebut, JIPS 2026 menjadi gambaran bahwa budaya memelihara hewan di Indonesia terus berkembang. Pameran tidak lagi dipandang sebagai tempat transaksi semata, melainkan ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun jejaring dengan sesama pecinta hewan.
Pergeseran inilah yang menunjukkan bahwa kebutuhan pet parent saat ini bukan hanya memenuhi perlengkapan anabul, tetapi juga memperkaya pengetahuan agar dapat memberikan perawatan yang lebih baik bagi hewan kesayangan mereka.