- Sunscreen penting digunakan untuk membantu melindungi kulit anak dari paparan sinar ultraviolet (UV).
- Chemical sunscreen dan physical sunscreen memiliki cara kerja serta kandungan yang berbeda, sehingga banyak orang tua bingung menentukan pilihan yang paling sesuai.
- Simak perbedaan kedua jenis sunscreen tersebut beserta penjelasan dokter mengenai pilihan yang lebih baik untuk anak-anak.
Suara.com - Sunscreen merupakan salah satu produk perawatan kulit yang penting digunakan untuk membantu melindungi kulit anak dari paparan sinar ultraviolet (UV).
Namun, masih banyak orang tua yang bingung memilih jenis sunscreen yang paling sesuai karena tersedia dalam dua kategori utama, yaitu chemical sunscreen dan physical sunscreen.
Meski sama-sama berfungsi melindungi kulit dari sinar matahari, kedua jenis sunscreen tersebut memiliki cara kerja dan kandungan yang berbeda.
Perbedaan ini membuat banyak orang tua bertanya-tanya, mana yang lebih aman dan cocok digunakan pada kulit anak yang cenderung lebih sensitif.
Lantas, mana yang lebih baik untuk anak, chemical sunscreen atau physical sunscreen?
Berikut perbedaan chemical sunscreen dan physical sunscreen, serta penjelasan dokter soal jenis sunscreen untuk anak yang paling aman.
Perbedaan Chemical Sunscreen dan Physical Sunscreen

Chemical sunscreen dan physical sunscreen sama-sama berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV), tapi keduanya bekerja dengan cara yang berbeda.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), perbedaan utama keduanya terletak pada kandungan bahan aktif yang digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap sinar matahari.
Chemical sunscreen mengandung filter UV organik, seperti avobenzone, octisalate, octinoxate, atau homosalate, yang bekerja dengan menyerap energi sinar UV sebelum merusak kulit.
Sementara itu, physical sunscreen atau mineral sunscreen menggunakan bahan aktif berupa zinc oxide, titanium dioxide, atau kombinasi keduanya, yang membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit untuk menyerap sekaligus memantulkan sebagian sinar UV.
Perbedaan berikutnya terletak pada tekstur dan kenyamanan saat digunakan. Chemical sunscreen umumnya memiliki tekstur yang lebih ringan, mudah menyerap, dan tidak meninggalkan white cast sehingga lebih nyaman dipakai.
Sedangkan physical sunscreen cenderung bertekstur lebih kental dan pada beberapa produk dapat meninggalkan lapisan putih, meski banyak formulasi terbaru telah mengurangi efek tersebut.
Dari sisi jenis kulit, dermatolog dari AAD menjelaskan bahwa physical sunscreen sering direkomendasikan untuk pemilik kulit sensitif karena kandungan zinc oxide dan titanium dioxide lebih kecil kemungkinannya memicu iritasi.
Sebaliknya, chemical sunscreen umumnya cocok untuk kulit normal hingga berminyak yang menginginkan hasil akhir lebih ringan dan transparan di kulit.
Meski memiliki karakteristik yang berbeda, baik chemical sunscreen maupun physical sunscreen sama-sama efektif melindungi kulit apabila digunakan dengan benar.
Chemical vs Physical Sunscreen, Mana yang Boleh Dipakai Anak?

Menurut dokter estetika dr. Yessica Tania, Dipl. AAAM, jenis sunscreen terbaik untuk anak adalah physical sunscreen. Pasalnya, sunscreen ini cenderung tidak memicu iritasi pada kulit anak yang masih sensitif.
"Secara teoris, sunscreen dewasa boleh saja dipakai anak-anak, asal isinya physical sunscreen," jelas dr. Yessica Tania, dilansir dari TikTok pada Kamis, 16 Juli 2026.
"Kenapa UV filter yang chemical enggak boleh buat anak-anak? Karena potensi untuk iritasi ke kulit itu lebih besar," kata sang dokter menambahkan.
Saran tersebut senada dengan ketentuan dari American Academy of Dermatology (AAD) yang menyebutkan bahwa anak berusia 6 bulan ke atas dianjurkan untuk memakai physical sunscreen.
Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, perlindungan utama yang dianjurkan adalah menghindari paparan sinar matahari langsung, menggunakan pakaian yang menutupi kulit, topi bertepi lebar, dan berteduh, bukan mengandalkan sunscreen.
Kesimpulannya, physical sunscreen lebih dianjurkan untuk anak karena kandungan mineralnya dinilai lebih ramah bagi kulit sensitif.
Apa pun jenis sunscreen yang dipilih, pastikan produk memiliki SPF minimal 30, perlindungan broad spectrum (UVA dan UVB), serta diaplikasikan kembali setiap dua jam atau setelah anak berenang maupun berkeringat agar perlindungannya tetap optimal.