- PT Unison Medika Jaya mengedukasi masyarakat mengenai melasma, gangguan hiperpigmentasi kulit yang sering disalahartikan sebagai flek biasa.
- Melasma dipicu oleh paparan sinar matahari, hormon, genetik, serta cahaya tampak, terutama pada perempuan di wilayah tropis.
- Dokter menyarankan diagnosis profesional dan terapi redermalisasi serta penggunaan tabir surya untuk mengendalikan kondisi kulit secara efektif.
Pendekatan redermalisasi kini menjadi salah satu terapi yang digunakan untuk membantu menangani melasma. Melalui skin booster yang mengombinasikan Hyaluronic Acid dan Succinic Acid.
Terapi ini tidak hanya ditujukan untuk membantu memudarkan hiperpigmentasi, tetapi juga meningkatkan hidrasi, memperbaiki kualitas kulit, serta mendukung proses regenerasi sehingga kondisi kulit menjadi lebih sehat secara menyeluruh.
Sementara itu, dr. Ratna Yuliarviana, dokter estetika, menekankan bahwa melasma merupakan kondisi kronis yang dapat dikendalikan, tetapi memerlukan terapi yang menyeluruh serta konsistensi dari pasien.
"Dalam praktik sehari-hari, saya mengombinasikan redermalisasi menggunakan Hyaluronic Acid dan Succinic Acid dengan Growth Factors untuk memperbaiki kualitas kulit dan mendukung regenerasi sel. Terapi ini perlu diimbangi dengan penggunaan sunscreen setiap hari agar hasilnya lebih optimal dan risiko kekambuhan dapat diminimalkan," ungkapnya.
Menurutnya, terapi redermalisasi dapat dikombinasikan dengan AQ Serum yang diformulasikan menggunakan Growth Factors. Kandungan tersebut berperan mendukung regenerasi sel kulit, membantu mengurangi proses inflamasi, serta mempercepat pemulihan jaringan kulit.
Dengan demikian, perbaikan kualitas kulit tidak hanya berfokus pada memudarkan noda gelap, tetapi juga membantu menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Meski teknologi terapi terus berkembang, para dokter mengingatkan bahwa hasil perawatan tetap bergantung pada kebiasaan pasien dalam melindungi kulit.
Penggunaan tabir surya berspektrum luas dengan SPF yang memadai setiap hari menjadi langkah penting untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV maupun visible light yang dapat memicu kekambuhan melasma.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan memahami bahwa melasma bukan sekadar masalah kosmetik yang bisa diatasi dengan krim pencerah. Diagnosis yang tepat, terapi yang sesuai, perlindungan terhadap paparan cahaya, serta komitmen menjalani perawatan secara konsisten menjadi kunci agar kondisi ini dapat dikendalikan.
Dengan pemahaman yang lebih baik, penderita melasma pun memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat sekaligus mengembalikan rasa percaya diri mereka.