Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Vania Rossa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
ilustrasi belanja. (Freepik)
baca 10 detik
  • Laporan Brand Footprint 2026 menempatkan Indomie sebagai merek FMCG paling sering dipilih konsumen Indonesia sepanjang tahun ini.
  • Persaingan pasar semakin sengit karena jumlah merek meningkat, sehingga hanya 44 persen merek yang berhasil mencatatkan pertumbuhan.
  • Strategi menarik pembeli baru serta inovasi produk menjadi kunci utama bagi merek untuk bertahan di pasar Indonesia.

Suara.com - Pernah bertanya-tanya, produk apa yang paling sering masuk ke keranjang belanja masyarakat Indonesia? Jawabannya masih didominasi merek-merek yang sudah akrab di dapur dan kebutuhan sehari-hari.

Namun, di balik daftar tersebut, persaingan antarbrand kini semakin sengit.

Temuan itu terungkap dalam laporan Brand Footprint 2026 dari Worldpanel by Numerator, yang memeringkat merek Fast Moving Consumer Goods (FMCG) paling banyak dipilih konsumen di Indonesia.

Pemeringkatan ini menggunakan Consumer Reach Points (CRPs), yaitu ukuran yang menghitung seberapa sering sebuah merek dipilih melalui kombinasi jumlah rumah tangga yang membeli dan frekuensi pembelian.

Tahun ini, Indomie kembali menjadi merek FMCG yang paling sering dipilih konsumen Indonesia. Posisi berikutnya ditempati So Klin, Mie Sedaap, Roma, Indofood, Royco, Kapal Api, NABATI, Masako, dan Frisian Flag.

Komposisi 10 besar tidak banyak berubah dibanding tahun sebelumnya. Hanya terjadi sedikit pergeseran posisi.

Meski daftar merek favorit relatif stabil, persaingan sebenarnya justru semakin ketat. Rumah tangga Indonesia masih membeli sekitar 95 merek FMCG dalam setahun dengan rata-rata 293 kali perjalanan belanja. Artinya, kebiasaan belanja masyarakat tidak mengalami perubahan besar.

Namun, jumlah merek yang beredar di pasar terus bertambah. Worldpanel mencatat jumlah brand yang dipantau meningkat dari 436 menjadi 451 merek, sehingga setiap produk harus bekerja lebih keras untuk menarik perhatian konsumen.

Managing Director Worldpanel Indonesia Venu Madhav mengatakan kondisi tersebut membuat semakin sedikit merek yang berhasil mencatatkan pertumbuhan.

baca juga

"Jumlah brand yang kami pantau meningkat dari 436 menjadi 451. Artinya, persaingan memperebutkan pilihan konsumen semakin ketat. Akibatnya, hanya 44 persen brand yang tumbuh pada 2025, turun dibandingkan 62 persen pada tahun sebelumnya," kata Venu.

Menurutnya, pertumbuhan pasar saja tidak lagi cukup untuk mendorong kinerja sebuah merek.

"Konsumen masih rutin berbelanja, tetapi brand tidak bisa lagi mengandalkan pertumbuhan pasar semata. Kemampuan menarik pembeli baru kini menjadi faktor yang semakin menentukan," ujarnya.

Laporan tersebut juga menunjukkan sekitar 80 persen brand yang berhasil tumbuh mampu menjangkau lebih banyak rumah tangga. Sebagian di antaranya juga sukses meningkatkan frekuensi pembelian dari pelanggan yang sudah ada.

Dengan kata lain, memenangkan hati konsumen baru tetap menjadi kunci utama jika ingin bertahan di tengah pasar yang semakin padat.

Menariknya, peluang tidak hanya dimiliki pemain besar. Brand berskala kecil juga mulai menunjukkan performa yang menjanjikan.

Kini, mereka mencakup 41 persen dari seluruh merek yang dipantau, naik dari 39 persen pada tahun sebelumnya. Bahkan, lebih dari separuh brand kecil tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan.

Hal ini menunjukkan konsumen Indonesia semakin terbuka mencoba produk baru, terutama yang menawarkan inovasi, harga terjangkau, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Indonesia Brand Footprint 2026. (Worldpanel Indonesia)
Indonesia Brand Footprint 2026. (Worldpanel Indonesia)

Beberapa brand menjadi contoh bagaimana strategi tersebut berhasil diterapkan. Desaku, misalnya, melanjutkan tren pertumbuhan selama tiga tahun berturut-turut berkat ragam bumbu dan rempah yang lengkap, kemasan sachet yang terjangkau, serta distribusi yang kuat di pasar tradisional. Strategi itu berhasil menarik lebih dari enam juta pembeli baru.

Sementara Baby Happy memperkuat posisinya lewat inovasi kemasan sachet, promosi buy more save more, serta perluasan distribusi di toko tradisional, e-commerce, hingga toko perlengkapan bayi. Dalam setahun terakhir, brand ini berhasil menggaet sekitar 1,7 juta pembeli baru.

Marketing Lead Worldpanel Indonesia Corina Fajriyani menjelaskan, Brand Footprint terus menunjukkan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan datang dari kemampuan memahami kebutuhan konsumen dan tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari.

"Brand yang berkinerja terbaik adalah mereka yang terus menarik pembeli baru sekaligus memberikan lebih banyak alasan bagi konsumen untuk memilih produknya," tutup Corina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian

Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:29 WIB

4 Parfum Mykonos Wangi Vanila yang Dinilai Tahan Lama dalam Review Pembeli

4 Parfum Mykonos Wangi Vanila yang Dinilai Tahan Lama dalam Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 16:15 WIB

Antara Hemat dan Takut Keluar Uang: Saat Belanja Bikin Kita Merasa Bersalah

Antara Hemat dan Takut Keluar Uang: Saat Belanja Bikin Kita Merasa Bersalah

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

×