Kapan Harus Resign dari Pekerjaan? Kenali 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Nur Khotimah

Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:43 WIB
Kapan Harus Resign dari Pekerjaan? Kenali 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai
ilustrasi resign (Pexels/Mikhail Nilov)
baca 10 detik
  • Banyak orang tetap bertahan di tempat kerja meski merasa tidak nyaman karena ragu menentukan waktu yang tepat untuk resign.
  • Menurut para ahli, terdapat sejumlah tanda yang dapat menjadi pertimbangan bahwa sudah saatnya mencari peluang kerja baru.
  • Simak penjelasan mengenai tanda-tanda tersebut agar keputusan resign dapat diambil secara lebih bijak, matang, dan terencana.

Suara.com - Banyak orang bertahan di tempat kerja meski sudah merasa tidak nyaman karena khawatir salah mengambil keputusan atau belum yakin apakah memang sudah waktunya untuk berhenti.

Padahal, menurut ahli, ada sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin perlu mulai mempertimbangkan untuk mencari peluang baru.

Mengenali tanda-tanda tersebut penting agar keputusan resign didasarkan pada pertimbangan yang matang, bukan sekadar emosi sesaat. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk resign?

Tanda-Tanda Perlu Resign dari Pekerjaan

Ilustrasi Resign
Ilustrasi Resign

Merangkum keterangan pakar dari laman University of Southern California, tanda-tanda seseorang perlu resign dari pekerjaan umumnya ada lima. Berikut penjelasannya:

1. Peluang Karier Tidak Lagi Berkembang

Salah satu tanda sudah waktunya mempertimbangkan resign adalah ketika peluang untuk berkembang mulai terhenti.

Jika promosi, pengembangan keterampilan, atau kesempatan mengambil tanggung jawab baru tidak lagi tersedia, karier bisa terasa stagnan.

"Nilai struktur organisasi saat ini dan lihat apakah Anda percaya pergerakan lateral dan horizontal dimungkinkan dengan ambisi Anda," saran Cheng Yu Hou, selaku HR Expert.

"Ketika pertumbuhan dibatasi atau terbatas berdasarkan ambisi Anda, Anda mungkin ingin mencari peluang baru," imbuh lulusan University of California tersebut.

baca juga

2. Muncul Masalah Etika di Tempat Kerja

Lingkungan kerja yang dipenuhi persoalan etika atau hukum dapat menjadi alasan kuat untuk mencari pekerjaan baru.

Kondisi ini semakin serius apabila perusahaan mengabaikan kepatuhan, atau ketika pelecehan maupun diskriminasi tidak ditangani dengan semestinya.

"Ketika ada komplikasi yang mencampuradukkan politik dengan etika dan kepatuhan, mungkin sudah saatnya untuk mencari peluang baru yang akan menghargai kepatuhan dan etika," kata Hou lagi.

Saran serupa juga disampaikan oleh Maisha Daniel selaku Vice President sekaligus Global Human Resources Avalara, sebuah perusahaan teknologi inovatif yang membangun kepatuhan berbasis cloud untuk menangani perhitungan pajak global.

"Anda benar-benar harus mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan jika mengalami pelecehan atau diskriminasi. Dan, Anda telah menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk membantu di tempat kerja," jelas Maisha Daniel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Segunung, Nasib Menggantung: Wajah Birokratis Rekrutmen di Indonesia

Syarat Segunung, Nasib Menggantung: Wajah Birokratis Rekrutmen di Indonesia

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 16:05 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup? Fenomena Hustle Culture di Kalangan Gen Z

Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup? Fenomena Hustle Culture di Kalangan Gen Z

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:25 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×