- The Daun melakukan soft opening di kawasan PIK2 dengan menghadirkan konsep ruang bernuansa hutan tropis yang teduh.
- Fasilitas ini menawarkan pengalaman rekreasi alam melalui pepohonan rindang, tanaman hidup, serta efek kabut bagi para pengunjung.
- Kehadiran The Daun menyediakan alternatif tempat bersantai dengan beragam pilihan menu makanan serta minuman yang terjangkau harganya.
Suara.com - Di tengah hiruk-pikuk kawasan perkotaan yang identik dengan gedung, jalanan padat, dan cuaca panas, ruang hijau menjadi salah satu tempat yang semakin banyak dicari masyarakat. Tak sedikit orang yang ingin sejenak menjauh dari suasana kota tanpa harus benar-benar bepergian jauh.
Pengalaman tersebut kini bisa ditemukan di kawasan PIK2. The Daun, yang baru saja melakukan soft opening, menawarkan suasana berbeda dengan menghadirkan konsep ruang bernuansa hutan tropis.
Berbeda dari tempat nongkrong yang umumnya mengandalkan interior estetik, The Daun menghadirkan area yang dipenuhi pepohonan rindang, tanaman hidup, aliran air, hingga efek kabut atau mist. Kombinasi elemen tersebut membuat suasana di dalam area terasa lebih teduh dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.
Rizky Ramadhan, salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya, mengaku awalnya tertarik setelah melihat sejumlah video mengenai tempat tersebut di media sosial.
“Jujur saya datang karena penasaran lihat videonya di media sosial. Saya pikir cuma konsep hijau biasa, ternyata pas masuk rasanya beda. Pohonnya tinggi-tinggi, tanamannya hidup semua, bahkan ada efek kabut. Vibes-nya benar-benar seperti lagi nongkrong di tengah hutan,” kata Rizky.
Menurutnya, suasana tersebut membuat kunjungannya bersama keluarga berlangsung lebih lama dari rencana awal.
“Awalnya cuma mau ngopi sebentar, ternyata jadi berjam-jam. Anak saya juga senang karena bisa lihat banyak tanaman dan jalan-jalan di area taman. Jarang ada tempat di PIK2 yang bisa kasih pengalaman seperti ini,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan Nabila Salsabila yang datang bersama teman-temannya selepas bekerja. Baginya, daya tarik utama tempat tersebut bukan hanya pada tampilan visual, tetapi juga suasana yang ditawarkan.
“Sekarang banyak kafe estetik, tapi yang bikin tempat ini menarik justru suasananya. Duduk sambil dengar suara air, lihat pepohonan, rasanya lebih rileks. Healing tipis-tipis tanpa harus keluar kota,” tutur Nabila.
The Daun sendiri sebelumnya telah dikenal melalui outletnya di kawasan Puncak, Bogor. Ekspansi ke PIK2 membawa konsep ruang hijau yang menjadi bagian dari identitas tempat tersebut ke kawasan perkotaan dan pesisir.
Selain menawarkan ruang untuk bersantai, The Daun juga menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman. Menu yang tersedia antara lain camilan, hidangan Nusantara, rice bowl, pasta, hingga aneka kopi, matcha, smoothie, dan mocktail. Harga makanan dan minuman berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp40 ribu sebelum pajak.
Kehadiran tempat bernuansa alam seperti ini turut menambah pilihan destinasi rekreasi di PIK2. Di tengah banyaknya pilihan kuliner dan hiburan, pengunjung kini tidak hanya mencari makanan, tetapi juga suasana yang bisa membuat mereka merasa lebih nyaman untuk menghabiskan waktu.
Dengan pepohonan, suara aliran air, serta suasana hijau yang cukup dominan, tempat seperti The Daun menunjukkan bahwa pengalaman menikmati nuansa alam tidak selalu membutuhkan perjalanan jauh ke luar kota. Bahkan di tengah kawasan ibukota yang terus berkembang, suasana menyerupai hutan tropis masih bisa menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan.