Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Agung Pratnyawan

Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:06 WIB
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
Ilustrasi daratan es di antartika. [Pexels].
baca 10 detik
  • Antartika dulunya adalah kawasan hutan tropis yang memiliki suhu sangat hangat.
  • Fosil tanaman kuno ditemukan di Pegunungan Transantartika pada sejarah tahun 1912.
  • Penurunan gas rumah kaca dan arus laut memicu proses pembekuan Antartika.

Suara.com - Benua Antartika yang kita kenal saat ini merupakan hamparan daratan beku yang tertutup lapisan es sangat tebal. Namun jutaan tahun lalu, wilayah di kutub selatan Bumi ini ternyata dipenuhi oleh hutan tropis yang rimbun dan hangat.

Bagaimana bisa, hutan tropis menjadi membeku jadi benua es seperti sekarang? Menurut laman Discovering Antarctica, masa lalu antartika ini diketahui dari penemuan fosil-fosil pohon.

Bukti Sejarah di Balik Lapisan Es

Sejarah masa lalu daratan Antartika berhasil terungkap berkat penemuan berbagai macam fosil penting di kawasan tersebut.

Salah satu bukti paling bersejarah dikumpulkan oleh Kapten Scott dan timnya pada perjalanan tahun 1912 silam.

Mereka menemukan fosil pohon paku biji kuno bernama Glossopteris di dekat Gletser Beardmore, Pegunungan Transantartika.

Penemuan vegetasi ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa benua tersebut dulunya memiliki suhu iklim yang jauh lebih hangat.

Menariknya, fosil identik juga ditemukan secara luas di daratan Amerika Selatan, wilayah Afrika, dan daratan Australia.

Kesamaan flora ini memperkuat teori pergeseran benua yang digagas oleh ilmuwan Alfred Wegener pada masa lalu.

baca juga
Ilustrasi daratan es di antartika. [Pexels].
Ilustrasi daratan es di antartika. [Pexels].

Pecahnya Benua Raksasa Gondwana

Melacak mundur sekitar 200 juta tahun lalu, kerak benua Antartika belum berada di posisi kutub yang dingin.

Daratan ini masih menyatu kuat dengan benua-benua selatan lainnya membentuk daratan super raksasa bernama Gondwana.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas tektonik secara perlahan memecah daratan Gondwana tersebut menjadi beberapa daratan baru.

Kerak benua Antartika pun terpisah dan perlahan bergerak menjauhi benua lain menuju posisinya di kutub selatan saat ini.

Proses pemisahan daratan ini memakan waktu jutaan tahun dan mengubah konfigurasi tektonik secara drastis.

Bahkan sekitar 450 juta tahun lalu, daratan yang membentuk Antartika diketahui pernah berada tepat di area garis khatulistiwa.

Proses Terbentuknya Benua Beku

Pergerakan daratan secara bertahap menuju kutub selatan memang memengaruhi masuknya benua ini ke dalam fase pembekuan.

Meski begitu, para ilmuwan menegaskan bahwa pergeseran posisi geografis tersebut bukan satu-satunya penyebab utama terjadinya iklim dingin ekstrem.

Sekitar 100 juta tahun lalu, tingkat gas rumah kaca di atmosfer masih tinggi sehingga mencegah terbentuknya gletser secara global.

Namun, penurunan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer pada periode berikutnya sukses memicu tren pendinginan suhu Bumi secara perlahan.

Dua peristiwa tektonik besar kemudian semakin mempercepat proses pembekuan Antartika menjadi benua es raksasa yang kita kenal sekarang.

Peristiwa tersebut adalah melebarnya area laut antara Antartika dan Australia, serta terpisahnya Semenanjung Antartika dari wilayah Amerika Selatan.

Perubahan letak daratan ini krusial karena berhasil menciptakan aliran Arus Sirkumpolar Antartika yang bersuhu sangat dingin.

Arus ini terus berputar mengelilingi benua, sehingga berfungsi layaknya perisai yang mencegah masuknya perairan lautan hangat ke wilayah pesisir.

ilustrasi es di laut Antartika (Pixabay.com/358611)
ilustrasi es di laut Antartika (Pixabay.com/358611)

Efek Pemantulan Cahaya Matahari

Studi formasi batuan menunjukkan bahwa gletser mulai perlahan terbentuk di Antartika sekitar 38 juta tahun yang lalu.

Menariknya, penemuan fosil tundra vegetasi terbaru di kawasan McMurdo Dry Valleys menunjukkan iklim serupa masih bertahan hingga 14 juta tahun lalu.

Begitu daratan mulai diselimuti hamparan es, benua ini mengalami mekanisme umpan balik positif yang dikenal dengan istilah efek albedo.

Keberadaan es berwarna putih terang tersebut secara aktif memantulkan kembali sebagian besar paparan sinar matahari langsung ke angkasa.

Pantulan radiasi energi matahari ini berdampak pada percepatan laju pendinginan yang membuat suhu daratan menjadi semakin ekstrem.

Lembaran es raksasa di Antartika Timur pada akhirnya mencapai ukuran masif seperti sekarang sejak 13,8 juta tahun yang lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Tekno | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:48 WIB

Bagaimana Serangga Asli Antartika Melawan Dingin

Bagaimana Serangga Asli Antartika Melawan Dingin

Tekno | Sabtu, 15 Februari 2025 | 21:00 WIB

90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus

90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus

Tekno | Selasa, 28 Januari 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Bantu Samarkan Flek Hitam! 5 Day Cream Niacinamide untuk Wajah Lebih Cerah

Bantu Samarkan Flek Hitam! 5 Day Cream Niacinamide untuk Wajah Lebih Cerah

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Rumah Lebih Layak, Sanitasi Lebih Baik: Nelayan Roban Timur Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah

Rumah Lebih Layak, Sanitasi Lebih Baik: Nelayan Roban Timur Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:39 WIB

Dua Gol Stjepan Loncar Bawa Persija Hajar PSIM, Shin Tae-yong Angkat Topi

Dua Gol Stjepan Loncar Bawa Persija Hajar PSIM, Shin Tae-yong Angkat Topi

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:39 WIB

Pasar Gaung Diacak-acak Petugas, Polda Sumbar Sapu Bersih 'Kampung Narkoba' di Padang

Pasar Gaung Diacak-acak Petugas, Polda Sumbar Sapu Bersih 'Kampung Narkoba' di Padang

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Wajah Calm dan Bersih: 4 Acne Clear Pad Atasi Pori Tersumbat dan Kemerahan

Wajah Calm dan Bersih: 4 Acne Clear Pad Atasi Pori Tersumbat dan Kemerahan

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:20 WIB

7 Arti Mimpi Orang yang Disukai Menurut Islam dan Psikologi

7 Arti Mimpi Orang yang Disukai Menurut Islam dan Psikologi

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:15 WIB

×