Suara.com - Rangkaian acara Simposium Nasional dan Kongres XIV Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPI Tiongkok), atau yang kerap dikenal dengan nama Simkongres, resmi berakhir di Kota Xi'an. Mengusung semangat kolaborasi dan regenerasi, agenda tahunan ini sukses mempertemukan mahasiswa Indonesia dari berbagai penjuru Tiongkok dalam forum diskusi ilmiah sekaligus pengambilan keputusan strategis organisasi.
Estafet penyelenggaraan Simkongres yang sebelumnya diselenggarakan di Shanghai pada tahun lalu, kini beralih ke Xi'an. Kota yang identik dengan sejarah Jalur Sutra ini dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan yang dimulai pada Kamis, 9 Juli 2026, diawali dengan Welcoming Dinner bertema "Warung Pendidikan, Imigrasi, dan Konsuler" yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing di Hilton Xi'an.
Suasana khidmat menyelimuti pembukaan acara yang diawali dengan berkumandangnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Ibu Lestari Puspitaningsih, selaku Atase Pendidikan KBRI Beijing, menjadi pembicara pertama dengan pemaparan mendalam mengenai program Warung Pendidikan. Sesi tersebut dilanjutkan oleh Bapak Nandang Nurdiansyah, selaku Asisten Atase Imigrasi dan Bapak Bayu P. Oktavianto, selaku Sekretaris Kedua Fungsi Konsuler yang masing-masing memperkenalkan program Warung Imigrasi dan Warung Konsuler.

Puncak sambutan pembuka disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Yang Terhormat Bapak Djauhari Oratmangun, didampingi Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Ibu Dr. Irene, M. Han. Kehadiran KBRI Beijing tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap dinamika positif yang diusung oleh pelajar Indonesia di perantauan.
Memasuki hari kedua, Jumat 10 Juli 2026, suasana simposium terasa lebih semarak dan penuh antusiasme. Ibu Lestari Puspitaningsih selaku Atase Pendidikan KBRI Beijing, dan Ibu Dr. Irene, M. Han selaku Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, kembali hadir untuk memberikan sambutan dan menyemarakkan jalannya simposium. Kehadiran mereka menjadi momentum berharga bagi para peserta untuk mendapatkan arahan serta motivasi langsung dari perwakilan resmi Pemerintah Indonesia di Tiongkok.
Memasuki sesi utama, peserta mengikuti pemaparan materi dari Dr. Wang Xiang Bing () selaku Ketua Eksekutif Belt and Road Indonesia National Association, yang bertema “Crossing Knowledge Borders: New Opportunities for Indonesian-China Enterprises In The Era of Open Innovation” dan Dr. Dr. (H.C.) Ponijan Liaw, M.Pd., CSM® selaku Presiden EPDC (The Energetic People Development Center) Training Indonesia, dengan tema “Effective Communication and Leadership” yang berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
Untuk merangkap rangkaian kegiatan di hari itu, Simkongres 2026 juga mengadakan City Tour bagi peserta untuk mengunjungi destinasi ikonik kota Xi'an, seperti Muslim Street, Bell Tower, dan Drum Tower. Kegiatan ini memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta.
Memasuki agenda puncak pada 11-12 Juli, Kongres berlangsung secara tertutup dan konfidensial. Seluruh proses persidangan berjalan dinamis dengan melibatkan delegasi dari berbagai cabang PPI Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, Hangzhou, Wuhan, dan kota-kota lainnya.
Simkongres 2026 bukan sekadar ajang seremonial, melainkan wadah strategis bagi lahirnya kepemimpinan baru dan penguatan solidaritas mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Diharapkan, kegiatan ini mampu mempererat hubungan antarmahasiswa, memperluas jejaring, serta melahirkan berbagai inisiatif yang bermanfaat bagi komunitas pelajar Indonesia di Tiongkok. ***