- Trader Jafar Tri Maulana menghadapi kegagalan besar akibat mengabaikan manajemen risiko setelah memulai trading pada 2017.
- Jafar menerima modal investasi sebesar Rp3 miliar dari seorang pengacara yang mempercayainya pada tahun 2021.
- Dukungan dana tersebut mengubah Jafar menjadi lebih disiplin dalam mengelola risiko keuangan demi kebahagiaan keluarganya.
Suara.com - Kesuksesan sering kali hanya terlihat dari hasil akhirnya. Padahal, di balik pencapaian seorang trader dan edukator finansial Jafar Tri Maulana atau yang dikenal sebagai Japsku, tersimpan perjalanan hidup panjang yang penuh kegagalan, tekanan mental, hingga keberanian mengambil risiko.
Jafar mengaku tak pernah merasa dirinya langsung sukses. Baginya, ukuran keberhasilan bukan sekadar keuntungan finansial, melainkan ketika orang tua dan keluarganya ikut merasakan kebahagiaan dari hasil kerja kerasnya.
"Saya belum merasa sukses kalau orang-orang di sekitar saya belum ikut merasakan kebahagiaan dari apa yang saya miliki," ujar Jafar.
Sebelum terjun ke dunia trading, Jafar lebih dulu membangun berbagai usaha. Pengalaman sebagai pengusaha membuatnya memahami bahwa membangun aset membutuhkan modal, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan.
Perjalanannya sebagai trader dimulai pada 2017. Setahun kemudian, ia mulai menikmati keuntungan. Namun, fase tersebut justru membuatnya terlena.
Ia mengaku terlalu fokus mengejar profit hingga mengabaikan manajemen risiko. Akibatnya, kerugian yang dialami jauh lebih besar dibanding keuntungan yang diperoleh.
"Saya hanya berpikir bagaimana caranya profit, tanpa menyadari bahwa saya juga manusia yang bisa mengalami kerugian," katanya.
Masa itu menjadi titik terendah dalam kariernya. Selain kehilangan uang, ia juga harus menghadapi tekanan mental karena sulit menerima kenyataan bahwa tidak semua keputusan di pasar akan berakhir manis.
Titik balik datang dari arah yang tak disangka.
Saat masih menjalankan bisnis layanan pulsa digital, Jafar berkenalan dengan seorang pengacara yang kemudian melihat langsung cara ia bekerja. Dari hubungan profesional tersebut tumbuh rasa percaya.
Pada 2021, orang tersebut mempercayakan modal investasi sebesar Rp3 miliar kepada Jafar.
Menurutnya, kepercayaan itu jauh lebih berharga dibanding nominal investasi yang diterimanya.
"Mengelola dana orang lain berbeda dengan menggunakan uang sendiri. Tanggung jawabnya jauh lebih besar," ujarnya.
Sejak saat itu, cara Jafar mengambil keputusan berubah. Ia lebih disiplin, memperkuat manajemen risiko, dan tidak lagi mengambil keputusan berdasarkan emosi atau euforia sesaat.
Bagi Jafar, keberhasilan bukan soal keberuntungan semata. Menurutnya, peluang hanya akan menghasilkan sesuatu ketika seseorang sudah siap menyambutnya.
"Hoki datang kepada orang yang berani, tetapi keberanian itu harus diimbangi dengan pikiran yang positif dan kesiapan saat momentum datang," katanya.
Kini, Jafar berharap kisahnya dapat mengingatkan bahwa setiap keberhasilan selalu memiliki proses yang tidak mudah. Kegagalan, tekanan, dan kepercayaan yang diberikan orang lain menjadi bagian penting yang membentuk dirinya hingga berada di titik sekarang.
"Saya ingin terus bertumbuh dan membuat orang-orang di sekitar ikut merasakan manfaat dari apa yang saya capai," tutupnya.