- Paparan sinar UV tanpa sunscreen dapat memicu berbagai masalah kulit.
- Tanda yang sering muncul antara lain flek hitam, kulit kusam, dan kerutan dini.
- Kenali 7 ciri kulit rusak akibat tidak memakai sunscreen secara rutin.
Suara.com - Paparan sinar matahari tidak hanya membuat kulit terasa lebih gelap setelah beraktivitas di luar ruangan. Jika kulit terus-menerus terpapar sinar ultraviolet (UV) tanpa perlindungan sunscreen, dampaknya bisa menumpuk seiring waktu.
Kerusakan akibat sinar UV sering kali tidak langsung terlihat. Pada awalnya mungkin hanya berupa kulit yang tampak kusam atau muncul bercak kecokelatan, tetapi paparan berulang dapat memengaruhi lapisan kulit hingga mempercepat tanda-tanda penuaan.
Menyadur dari American Academy of Dermatology (AAD), Skin Cancer Foundation, dan Mayo Clinic, penggunaan sunscreen secara rutin merupakan salah satu cara penting untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UVA dan UVB.
Berikut beberapa tanda kulit rusak akibat tidak memakai sunscreen secara rutin.

1. Kulit Lebih Cepat Menggelap
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah warna kulit menjadi lebih gelap setelah sering terpapar matahari. Hal ini terjadi karena kulit memproduksi lebih banyak melanin sebagai mekanisme perlindungan alami terhadap paparan sinar UV.
Meski tanning merupakan respons alami tubuh, paparan sinar matahari yang terus berlangsung tanpa perlindungan dapat membuat warna kulit tidak merata dan lebih sulit kembali ke kondisi semula.
2. Muncul Flek Hitam atau Hiperpigmentasi
Paparan sinar UV menjadi salah satu pemicu utama munculnya hiperpigmentasi, termasuk flek hitam, sun spots, atau age spots. Kondisi ini terjadi ketika produksi melanin meningkat pada area tertentu sehingga terbentuk bercak yang warnanya lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya.
Tanpa perlindungan sunscreen, flek hitam juga lebih mudah bertambah atau kembali muncul meski telah menggunakan produk pencerah.
3. Kulit Terlihat Kusam
Kulit yang sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan dapat kehilangan tampilan cerah alaminya. Selain memicu pigmentasi, paparan UV juga dapat membuat permukaan kulit tampak lebih kasar sehingga wajah terlihat kusam.
Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, warna kulit dapat terlihat kurang merata meski sudah menggunakan skincare.
4. Garis Halus dan Kerutan Muncul Lebih Cepat
Sinar UVA mampu menembus hingga lapisan kulit yang lebih dalam dan berperan dalam proses photoaging, yaitu penuaan kulit akibat paparan sinar matahari.
Paparan UV yang berulang dapat merusak kolagen dan elastin, dua komponen penting yang menjaga kekencangan serta elastisitas kulit. Akibatnya, garis halus dan kerutan bisa muncul lebih cepat.
5. Kulit Kehilangan Elastisitas
Selain memicu kerutan, kerusakan kolagen juga membuat kulit terasa kurang kenyal. Seiring waktu, kulit dapat tampak lebih kendur dibandingkan jika rutin dilindungi dari sinar UV.
Perubahan ini biasanya terjadi secara bertahap sehingga sering kali baru disadari setelah berlangsung dalam waktu lama.
6. Kulit Lebih Mudah Terbakar Matahari (Sunburn)
Tidak menggunakan sunscreen meningkatkan risiko mengalami sunburn, terutama saat berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama.
Sunburn ditandai dengan kulit yang memerah, terasa panas, nyeri saat disentuh, bahkan dapat mengelupas beberapa hari kemudian. Paparan sinar matahari berulang yang menyebabkan sunburn juga meningkatkan risiko kerusakan kulit jangka panjang.
7. Risiko Kanker Kulit Meningkat
Paparan sinar UV merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya kanker kulit. Karena itu, penggunaan sunscreen menjadi bagian dari upaya perlindungan kulit, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Meski sunscreen tidak dapat menghilangkan seluruh risiko, berbagai organisasi kesehatan menekankan bahwa penggunaan sunscreen secara rutin, disertai pakaian pelindung dan menghindari paparan matahari berlebihan, dapat membantu mengurangi dampak buruk sinar UV terhadap kulit.
Cara Membantu Mencegah Kerusakan Kulit Akibat Sinar UV
Selain menggunakan sunscreen setiap hari, ada beberapa kebiasaan yang dianjurkan untuk membantu melindungi kulit, antara lain sebagai berikut.
- Pilih sunscreen dengan broad-spectrum SPF 30 atau lebih tinggi.
- Oleskan sunscreen sekitar 15–30 menit sebelum keluar ruangan.
- Gunakan kembali setiap dua jam atau lebih sering setelah berenang maupun berkeringat.
- Kenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, atau pakaian berlengan panjang saat berada di bawah sinar matahari.
- Batasi paparan sinar matahari langsung, terutama pada pukul 10.00–16.00 ketika intensitas sinar UV cenderung lebih tinggi.