Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Dinda Rachmawati

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
Kreativitas Anak Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah mendirikan perusahaan siswa melalui program Student Company dari Prestasi Junior Indonesia.
  • Program kewirausahaan tersebut mencatatkan total pendapatan kolektif melampaui Rp483 juta melalui pengelolaan bisnis langsung oleh para pelajar.
  • Puncak acara program dan kompetisi ini diselenggarakan di Senayan Park, Jakarta, pada tanggal 1 Agustus 2026.

Suara.com - Tak sedikit Generasi muda yang awalnya mengaku bingung saat diminta membuat sebuah bisnis. Sebagian belum pernah menjual produk, tidak memahami cara mengatur keuangan, bahkan masih malu menawarkan hasil karya mereka kepada orang lain. 

Namun, dari proses belajar, mencoba, hingga berani gagal, para pelajar ini berhasil membuktikan bahwa ide sederhana bisa berkembang menjadi usaha yang nyata.

Perjalanan itulah yang dirasakan 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah di berbagai daerah di Indonesia melalui program Student Company yang diselenggarakan Prestasi Junior Indonesia (PJI). 

Selama mengikuti program, para peserta tidak hanya mempelajari teori kewirausahaan, tetapi juga mendirikan 45 perusahaan siswa (student company) dan mengelolanya secara langsung.

Hasilnya pun tak bisa dipandang sebelah mata. Seluruh perusahaan siswa tersebut berhasil mencatatkan pendapatan kolektif lebih dari Rp483 juta. 

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kesempatan belajar melalui pengalaman nyata mampu melahirkan kepercayaan diri sekaligus semangat berwirausaha sejak usia sekolah.

Program ini merupakan bagian dari Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) yang dijalankan Prestasi Junior Indonesia dengan dukungan Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, Starbucks Indonesia, dan The Starbucks Foundation.

Selama program berlangsung, para siswa menjalani seluruh proses layaknya seorang pengusaha. Mereka melakukan riset pasar, merancang produk, membangun identitas merek, menyusun strategi pemasaran, mengelola laporan keuangan, hingga mempresentasikan bisnis kepada pelanggan maupun calon investor.

Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, mengatakan pengalaman tersebut sengaja dirancang agar siswa memperoleh pembelajaran yang aplikatif. Apalagi, kata dia, Indonesia tidak kekurangan generasi muda kreatif. 

baca juga

Tantangannya, lanjut Pribadi adalah menghadirkan lebih banyak generasi yang mampu mengubah kreativitas menjadi inovasi, inovasi menjadi produk, dan produk menjadi nilai tambah bagi masyarakat. 

"Karena itu, Student Company tidak kami rancang sebagai simulasi bisnis, melainkan sebagai ruang belajar yang mempertemukan pendidikan, dunia usaha, dan mentor profesional agar pelajar memperoleh pengalaman nyata membangun usaha sekaligus mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan pola pikir kewirausahaan," ujarnya.

Proses belajar itu mencapai puncaknya dalam ajang Prestasi Junior Indonesia Company of the Year (PJI COY) 2026 yang digelar di Senayan Park, Jakarta, pada 1 Agustus 2026. 

Sembilan perusahaan siswa terbaik memamerkan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari pengusaha, pemimpin perusahaan, dan profesional lintas industri.

Menariknya, sebagian besar inovasi yang lahir justru berangkat dari persoalan di sekitar mereka. Ada yang mengolah pelepah pisang menjadi bioleather, memanfaatkan serat daun nanas sebagai perlengkapan rumah tangga, hingga mengubah tempurung kelapa dan plastik daur ulang menjadi produk bernilai ekonomi dengan konsep ekonomi sirkular.

Semangat membangun bisnis kreatif sejak dini juga mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar. 

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur. Namun menjadi entrepreneur bukan hanya sekadar mendirikan perusahaan, melainkan memiliki jiwa wirausaha dan tujuan yang jelas. 

"Program seperti Student Company menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi generasi muda untuk mencoba, berkolaborasi, menerima masukan, bahkan mengalami kegagalan saat masih muda. Justru dari proses itulah mereka belajar untuk bangkit kembali, terus memperbaiki diri, dan membangun karakter dan ketangguhan yang dibutuhkan untuk menjadi entrepreneur di masa depan," katanya.

Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025, sektor ini menyumbang Rp1.757,87 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tumbuh 6,86 persen, dan menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja.

Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, menilai pengalaman langsung menjadi bekal penting bagi generasi muda menghadapi dunia kerja maupun bisnis.

Apalagi, melalui Zurich Entrepreneurship Program, para peserta juga diberikan pengalaman, jejaring, serta keahlian para karyawan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk melalui pendekatan skill-based volunteering agar siswa memperoleh perspektif nyata mengenai bagaimana sebuah bisnis dibangun, dikembangkan, dan bertahan di tengah perubahan.

"Kami percaya upaya ini dapat melahirkan talenta yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Senior General Manager Corporate Communications PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia), Avolina Raharjanti, menambahkan bahwa kreativitas akan lebih bermakna ketika mampu memberikan solusi.

"Melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program, kami ingin membantu generasi muda memahami bahwa inovasi yang baik selalu berawal dari pemahaman terhadap pelanggan," tuturnya. 

Lebih lanjut Avolina menambahkan, ketika kreativitas dipadukan dengan empati, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba, mereka akan mampu membangun produk yang relevan, memberikan nilai bagi masyarakat, sekaligus memiliki daya saing di pasar.

Dari kompetisi tersebut, dua perusahaan siswa terbaik akan mewakili Indonesia pada JA Asia Pacific Company of the Year Competition 2027 di Bali. Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, perjalanan mereka menjadi gambaran bahwa keberanian mencoba sejak bangku sekolah bisa menjadi langkah awal menuju masa depan yang penuh peluang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lina Lie Membangun Imperium Bisnis dari Nol dan Misi Memberdayakan Perempuan

Lina Lie Membangun Imperium Bisnis dari Nol dan Misi Memberdayakan Perempuan

Entertainment | Senin, 03 Agustus 2026 | 13:44 WIB

Talenta Muda Indonesia Siap Jadi Motor Solusi Bisnis Berkelanjutan

Talenta Muda Indonesia Siap Jadi Motor Solusi Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:05 WIB

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Foto | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:07 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×