Suara.com - AIESEC in Universitas Indonesia (UI) sukses menyelenggarakan Global Village Summer 2026, sebuah program tahunan yang mempertemukan masyarakat dengan peserta internasional melalui pertukaran budaya, edukasi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), serta berbagai aktivitas interaktif.
Kegiatan ini berlangsung di Green Pramuka Square dan dihadiri oleh 91 peserta yang terdiri atas delegasi internasional, local volunteers, mahasiswa, serta masyarakat umum. Antusiasme peserta acara ini tercermin dari tingkat kepuasan yang mencapai 9 dari 10, menunjukkan apresiasi positif terhadap keseluruhan rangkaian kegiatan.
Kesuksesan acara ini turut didukung oleh Green Pramuka Square sebagai venue partner, bersama Cakap dan Ancol sebagai mitra kolaborasi.
Mengusung tema "Terra Memoria: The Land that Lives Within Us", Global Village Summer 2026 mengajak masyarakat untuk mengenang, menghargai, dan menjaga bumi sebagai sumber kehidupan sekaligus bagian dari identitas budaya.
Tema ini selaras dengan Sustainable Development Goal (SDG) 15: Life on Land yang menekankan pentingnya pelestarian lingkungan melalui kolaborasi lintas budaya dan negara.
Urgensi tersebut semakin relevan mengingat krisis lingkungan kini menjadi bagian dari tantangan global. Saat ini, sekitar satu juta spesies tumbuhan dan satwa berada di ambang kepunahan akibat hilangnya habitat, eksploitasi berlebihan, polusi, dan perubahan iklim yang mengancam keseimbangan ekosistem.
Berangkat dari kondisi tersebut, terlebih dalam momentum menjelang Hari Konservasi Alam Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli, Global Village Summer 2026 mengajak generasi muda untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian alam.
Melalui tema tersebut, AIESEC in UI berharap peserta dapat menyadari bahwa bumi merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga melalui kesadaran, semangat saling belajar, dan aksi nyata.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Organizing Committee President, Goeij Angelatika Goeyanto, yang mengajak peserta untuk melihat keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perbedaan budaya, latar belakang, maupun kebangsaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam menjaga bumi yang menjadi rumah bersama.
Semangat tersebut kemudian mengiringi pembukaan rangkaian acara melalui penampilan budaya dari Sanggar Tari Kencana Pradipa dan Sanggar Tari RAGANTARI yang menampilkan kekayaan seni tradisional Indonesia.
Penampilan tersebut tidak hanya memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada peserta, tetapi juga menunjukkan bahwa seni mampu menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Selain pertunjukan budaya, peserta juga mengunjungi cultural booths yang menghadirkan representatif dari Kedutaan Besar Jerman, Kedutaan Besar Meksiko, delegasi Korea Selatan, serta delegasi dari Pakistan.
Melalui sesi interaktif tersebut, pengunjung berkesempatan mengenal tradisi, bahasa, makanan, hingga pengalaman hidup dari berbagai negara secara langsung. Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempererat hubungan antarbudaya sekaligus memperluas perspektif peserta mengenai keberagaman global.
Global Village Summer 2026 juga menghadirkan SDGs Exhibition dan sesi talkshow yang membahas pentingnya pelestarian lingkungan serta peran generasi muda dalam menciptakan perubahan.
Sesi talkshow ini menghadirkan Zalfa Naifatu Iffah, Top 50 Green Innovation Academic Presenter & Honourable Delegate, dan Rheza Maulana, S.T., M.Si., Wildlife Conservationist and Researcher at National Geographic Indonesia, yang berbagi perspektif mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui inovasi, kolaborasi, dan aksi nyata.
Di samping itu, peserta memperoleh kesempatan untuk membangun networking dengan sesama peserta, mitra, dan delegasi internasional sehingga tercipta ruang kolaborasi yang lebih luas.
Sebagai penutup, peserta mengikuti workshop kreatif yang mengajak mereka mendaur ulang limbah ampas kopi menjadi gantungan kunci yang unik, harum, dan bernilai guna.
Aktivitas ini menjadi bentuk edukasi mengenai pengelolaan limbah yang inovatif sekaligus mengajak peserta menyadari bahwa aksi sederhana dalam memanfaatkan kembali limbah dapat berkontribusi pada upaya menjaga lingkungan.
Melalui Global Village Summer 2026, AIESEC in UI berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengalaman mengenal budaya dari berbagai negara, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Kolaborasi lintas budaya yang terjalin selama acara diharapkan dapat menjadi awal dari terciptanya aksi-aksi berkelanjutan dalam mendukung kehidupan yang lebih harmonis antara manusia dan alam.
Pesan tersebut turut diperkuat dalam sesi talkshow bersama Rheza Maulana, S.T., M.Si., Wildlife Conservationist and Researcher di National Geographic Indonesia, yang mengajak peserta untuk melihat bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.
"Burung diciptakan bukan sekadar untuk mengisi langit dan kicauannya. Di setiap kepakan sayapnya, mereka membawa benih kehidupan yang menumbuhkan hutan. Setiap makhluk hidup memiliki peran yang tak tergantikan. Ketika satu spesies menghilang, yang hilang bukan hanya sebuah kehidupan, melainkan juga keseimbangan alam yang selama ini menyangga kehidupan kita semua," ujar Rheza.***