- Bagi sebagian orang, berlayar ke tengah laut dan bertarung melawan tarikan ikan raksasa adalah cara terbaik untuk melepas penat sekaligus memacu adrenalin.
- Sebanyak 299 pemancing mengikuti Tuna Game Fishing Competition 2026 di Selat Sunda pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
- Iqbal dari tim One Peace Fishing keluar sebagai juara pertama setelah menaklukkan tuna seberat 10,70 kilogram.
Suara.com - Menghabiskan akhir pekan tidak melulu harus bersantai di kafe atau mengunjungi pusat perbelanjaan. Bagi sebagian orang, berlayar ke tengah laut dan bertarung melawan tarikan ikan raksasa adalah cara terbaik untuk melepas penat sekaligus memacu adrenalin.
Hobi memancing di laut dalam (sport fishing) kini semakin digemari sebagai gaya hidup dan wisata olahraga (sport tourism). Sensasi inilah yang tergambar jelas ketika ratusan "mancing mania" berkumpul untuk berburu monster laut di perairan Selat Sunda pada Sabtu (1/8/2026) lalu.
Ajang bertajuk Tuna Game Fishing Competition 2026 ini rupanya menyimpan banyak cerita seru tentang hobi, persaudaraan, dan pesona wisata bahari Banten. Berikut 5 hal menarik di baliknya:
1. Pertarungan 8 Jam Menaklukkan Tuna Raksasa
Memancing di laut lepas membutuhkan fisik yang prima dan kesabaran ekstra. Sejak pukul 06.00 WIB, 299 pemancing yang tergabung dalam 74 tim sudah bertolak ke tengah laut untuk berburu. Setelah lebih dari delapan jam menguji ketangkasan, Iqbal dari Rangkasbitung (tim One Peace Fishing) berhasil keluar sebagai Juara 1 dengan hasil tangkapan tuna seberat 10,70 kilogram.

“Semoga acara seperti ini bisa terus menjadi agenda rutin. Saya beserta tim sangat bahagia bisa membawa pulang hadiah total Rp10,6 juta dari acara ini,” seru Iqbal usai acara.
2. Komitmen Membesarkan Skala Kompetisi di Masa Depan
Antusiasme ratusan peserta di penyelenggaraan kedua ini menjadi energi positif bagi pengelola kawasan wisata. Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, melihat kesuksesan kompetisi ini sebagai pijakan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih menantang bagi para pemancing di tahun mendatang.
“Semoga ke depan event ini bisa kembali digelar dengan skala yang lebih besar. Tentunya, masukan-masukan dari penyelenggaraan tahun ini bakal menjadi pembelajaran agar jackpot pada event selanjutnya bisa lebih besar lagi,” kata Ivonne Anggraini.
3. Ruang Eksplorasi Eksklusif bagi Komunitas Pencinta Ikan Besar
Potensi perairan Banten yang kaya akan ikan-ikan pelagis besar (seperti tuna dan marlin) menjadikannya surga bagi para pemancing. Director Tanjung Lesung sekaligus Ketua Penyelenggara kompetisi, Kunto Wijoyo, berharap kawasan pesisir ini dapat terus menjadi rumah yang nyaman bagi komunitas.
“Event ini juga bertujuan menjadi ruang bagi berbagai komunitas mancing untuk menyalurkan hobi mereka. Harapannya, Tanjung Lesung bisa menjadi pilihan bagi para komunitas ketika ingin memancing ikan-ikan besar, sekaligus menikmati keindahan wisata bahari yang ada di sini,” tambah Kunto Wijoyo.
4. Bukan Sekadar Hobi, tapi Ajang Silaturahmi Komunitas
Bagi para angler, laut adalah tempat terbaik untuk melebur dan menambah teman. Hal ini dirasakan langsung oleh Habibi dari Pelawan Team asal Bekasi, yang sukses menjuarai kategori non-tuna lewat tangkapan ikan layaran (marlin) seberat 6 kilogram.
“Ternyata, kompetisi ini bukan hanya menguji kemampuan memancing saya. Lebih dari itu, saya ternyata lebih senang bisa bertemu dengan sesama angler. Suasananya seru, sportif, dan penuh kebersamaan. Saya sangat menikmati kegiatan dari awal sampai akhir sekaligus silaturahmi yang terjalin,” kata dia.