- Bernina Express meluncurkan Pullman Class pada musim panas 2026 untuk rute St. Moritz hingga Tirano.
- Layanan premium menggunakan gerbong bersejarah 1930-an mencakup kuliner mewah serta kunjungan ke La Gatta Winery.
- Wisatawan dapat menikmati panorama Pegunungan Alpen dan perubahan lanskap gletser hingga lembah hijau secara langsung.
Suara.com - Menyusuri Pegunungan Alpen dengan kereta api menjadi salah satu cara nyaman untuk menikmati keindahan Swiss. Penumpang cukup duduk di dalam kereta panorama, sementara pemandangan gletser, danau, lembah hingga kota-kota kecil di pegunungan perlahan berganti menjadi lanskap Italia.
Pengalaman tersebut ditawarkan Bernina Express, kereta panorama milik Rhaetian Railway atau Rhätische Bahn (RhB), yang menghubungkan kawasan pegunungan Swiss dengan Tirano di Italia. Jalurnya melewati kawasan Albula/Bernina yang ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada 2008.
“Swiss terkenal dengan pegunungan, cokelat, alam dan keju. Tetapi salah satu hal yang juga sangat terkenal dari Swiss adalah keretanya,” ujar Patrick Miescher, Market Manager Asia-Pacific Rhaetian Railway.
Menurut Patrick, kereta menjadi salah satu pengalaman yang banyak dicari wisatawan Asia ketika berkunjung ke Swiss.
Bernina Express kini juga menawarkan Pullman Class, kelas perjalanan premium yang diperkenalkan pada musim panas 2026. Layanan ini menggunakan gerbong Pullman bergaya 1930-an dengan kapasitas maksimal 32 penumpang, dilengkapi pelayanan concierge, sajian kuliner serta rangkaian pengalaman hingga La Gatta Winery di Italia.
Dari St. Moritz menuju Tirano Italia

Perjalanan dimulai dari St. Moritz, kota wisata di kawasan Engadin yang berada sekitar 1.822 meter di atas permukaan laut.
Begitu meninggalkan St. Moritz, pemandangan mulai berubah menjadi panorama pegunungan, danau dan gletser. Salah satunya Morteratsch Glacier, hamparan es yang berada di tengah lanskap Alpen.
Kereta kemudian bergerak menuju kawasan Bernina dan melewati panorama Piz Bernina yang mencapai 4.049 meter di atas permukaan laut. Perjalanan berlanjut menuju Lago Bianco dan Ospizio Bernina, titik tertinggi jalur Bernina dengan ketinggian sekitar 2.253 meter.
“Kereta kami benar-benar melintasi pegunungan. Ini sedikit berbeda dengan banyak kereta panorama lainnya di Swiss karena jalur kami berada sangat tinggi di pegunungan,” jelas Patrick.
Setelah melewati titik tertinggi, kereta mulai menuruni pegunungan menuju Italia. Di Alp Grüm, kereta berhenti sekitar 10 menit sehingga penumpang dapat turun, berfoto dan menikmati panorama lembah.
Dari Alp Grüm, lanskap semakin berubah ketika kereta memasuki Val Poschiavo dan melewati Lago di Poschiavo. Pegunungan tinggi perlahan berganti dengan lembah yang lebih hijau dan hangat. Perubahan lanskap yang cepat menjadi salah satu daya tarik utama perjalanan ini.
“Dalam waktu sekitar dua jam, wisatawan bisa melihat perubahan dari gletser hingga kawasan yang memiliki pohon-pohon palem,” kata Patrick.
Perjalanan kemudian melewati Brusio Circular Viaduct, salah satu struktur paling ikonik di jalur Bernina. Jalur berbentuk lingkaran 360 derajat tersebut dibuat untuk membantu kereta mengatasi perbedaan ketinggian secara bertahap.
Setelah melewati kawasan tersebut, kereta tiba di Tirano, Italia, yang berada sekitar 429 meter di atas permukaan laut.
Gerbong bersejarah dan layanan eksklusif
Di dalam gerbong Pullman, perjalanan menghadirkan suasana berbeda. Gerbong bersejarah tersebut dibuat pada 1931 oleh Compagnie Internationale des Wagons-Lits dan kemudian diambil alih RhB pada 1939.
Setelah direstorasi, karakter klasiknya tetap dipertahankan melalui panel kayu, ornamen dekoratif, fitting kuningan, meja, kursi berlengan dan jendela besar.
“Ini benar-benar perjalanan vintage. Gerbongnya berusia sekitar 100 tahun, tentu sudah direnovasi, tetapi tetap mempertahankan jiwa aslinya,” ujar Patrick.
Dengan jumlah penumpang yang terbatas, suasana perjalanan dibuat lebih intim. Concierge mendampingi penumpang selama perjalanan, sementara makanan dan minuman disajikan sesuai arah perjalanan.
Dari St. Moritz menuju Tirano, penumpang mendapatkan minuman serta aperitif berupa champagne dan canapés. Dalam perjalanan kembali, tersedia kopi dan petits fours. Namun pengalaman tidak berhenti ketika kereta tiba di Tirano.
Makan siang di La Gatta Winery
Setibanya di Tirano, penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju La Gatta Winery di kawasan Valtellina, Italia. Di perkebunan anggur tersebut, wisatawan mendapatkan tur wine cellar dan makan siang tiga menu dengan wine pairing.
“Konsepnya adalah perjalanan sehari yang menggabungkan perjalanan kereta, kuliner dan budaya. Setelah tiba di Tirano, bus khusus membawa penumpang ke winery untuk mengikuti presentasi wine dan menikmati makan siang tiga menu,” jelas Patrick.
Setelah agenda di winery selesai, penumpang kembali menuju Tirano untuk melanjutkan perjalanan ke St. Moritz. Pada perjalanan kembali, Pullman Class juga menyediakan akses eksklusif ke open scenic carriage, gerbong terbuka yang memungkinkan penumpang menikmati panorama Alpen secara langsung.
Jadwal dan harga Pullman Class 2026
Untuk perjalanan satu hari St. Moritz–Tirano–St. Moritz, jadwal yang tercantum menunjukkan keberangkatan dari St. Moritz pukul 09.17 dan tiba di Tirano pukul 11.32.
Dari Tirano, bus menuju La Gatta Winery berangkat pukul 11.45 dan tiba sekitar pukul 12.00. Setelah makan siang dan kunjungan ke winery, tersedia pilihan bus kembali pukul 13.45 atau 15.15. Kereta kembali dari Tirano pukul 16.06 dan tiba di St. Moritz pukul 18.25.
Pullman Class juga dapat dipesan sebagai perjalanan satu arah, baik St. Moritz–Tirano maupun sebaliknya. Makan siang di La Gatta Winery tetap termasuk dalam paket.
Dalam materi perjalanan 2026, harga perjalanan pulang-pergi dengan makan siang tercantum CHF 625, sedangkan perjalanan satu arah mulai CHF 490. Patrick menyebut kisarannya sekitar Rp13 juta, tergantung nilai tukar. Layanan ini tersedia untuk periode 1 Juni hingga 25 Oktober 2026.
Pada akhirnya, daya tarik Bernina Express Pullman Class bukan hanya terletak pada kemewahan gerbongnya. Selama perjalanan, wisatawan diajak menikmati perubahan lanskap dari gletser dan puncak Alpen, danau di ketinggian lebih dari 2.000 meter, lembah hijau hingga suasana Italia di Tirano.
Jalur Albula/Bernina sendiri menjadi bukti bagaimana teknologi perkeretaapian lebih dari seabad lalu dapat menyatu dengan karakter alam pegunungan.
“Ini bukan hanya tentang membawa orang dari satu tempat ke tempat lain. Kami ingin penumpang mendapatkan sebuah pengalaman,” tutur Patrick.
Melalui perjalanan dengan gerbong bersejarah, panorama Alpen, kuliner Italia dan kunjungan ke perkebunan anggur, Bernina Express Pullman Class menawarkan cara berbeda menikmati Eropa. Bukan sekadar perjalanan menuju destinasi, tetapi perjalanan yang justru menjadi bagian utama dari pengalaman.