Suara.com - Musim panas di Türkiye bukan hanya tentang menikmati pantai, laut biru, dan kota-kota kuno. Ada pengalaman lain yang tak kalah menarik untuk dijelajahi, yaitu mencicipi kuliner khas yang hadir dengan cita rasa segar dan bahan-bahan musiman.
Dari sup dingin khas Anatolia hingga hidangan laut di tepi Aegea, kuliner musim panas Türkiye menawarkan cara berbeda untuk mengenal budaya setempat. Berikut sejumlah makanan yang layak masuk daftar saat berlibur ke Türkiye.
1. Ayran A, Sup Yoghurt yang Disantap Dingin

Bagi wisatawan yang mencari hidangan menyegarkan, ayran a bisa menjadi pilihan. Sup dingin khas Anatolia Timur ini dibuat dari yoghurt, kacang arab, dan gandum.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan hidangan yang ringan sekaligus mengenyangkan. Meski berasal dari kawasan Anatolia Timur, sajian tradisional ini kini juga dapat ditemukan di sejumlah rumah makan di kota-kota besar seperti Istanbul.
2. Hidangan Sayuran dengan Minyak Zaitun

Masakan berbahan minyak zaitun menjadi salah satu ciri khas kuliner musim panas Türkiye. Sayuran seperti buncis, zukini, dan artichoke dimasak perlahan dengan minyak zaitun, kemudian biasanya disajikan dalam keadaan dingin.
Di kawasan Aegea, wisatawan juga dapat menemukan sayuran lokal seperti evketibostan dan deniz börülcesi yang diolah menggunakan minyak zaitun. Hidangan ini cocok bagi yang ingin menikmati makanan sederhana dengan cita rasa bahan yang tetap menonjol.
3. Çoban Salatas, Salad Segar untuk Menemani Santapan

Di meja makan musim panas Türkiye, salad juga memiliki tempat tersendiri. Salah satu yang paling klasik adalah çoban salatas atau salad gembala.
Tomat, mentimun, paprika, bawang bombai, lemon, dan minyak zaitun berpadu menjadi sajian yang segar. Salad ini kerap menjadi pendamping berbagai hidangan, termasuk sayuran berbahan minyak zaitun.
Selain itu, wisatawan dapat mencoba ksr, mücver, piyaz, serta bakso lentil yang menawarkan variasi rasa dan tekstur.
4. Esnaf Lokantas, Masakan Rumahan ala Türkiye
Bukan nama makanan, tetapi esnaf lokantas merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi pencinta kuliner. Rumah makan lokal ini awalnya melayani pekerja saat jam makan siang dan dikenal dengan hidangan rumahan yang baru dimasak.
Makanan biasanya dipajang di etalase sehingga pengunjung tinggal memilih hidangan yang diinginkan. Konsepnya sederhana, harganya relatif terjangkau, dan resepnya memberikan gambaran tentang masakan sehari-hari masyarakat Türkiye.
5. Meze dan Hidangan Laut di Meyhane

Saat sore berganti malam, pengalaman kuliner bisa dilanjutkan di meyhane tepi laut. Tempat makan tradisional ini menghadirkan suasana santai dengan meja-meja panjang untuk menikmati makanan bersama.
Beragam meze musiman biasanya disajikan sebagai pembuka, termasuk haydari berbahan yoghurt. Setelah itu, wisatawan dapat menikmati ikan bakar dan aneka hidangan laut segar.
Di kawasan pesisir Aegea dan Mediterania, pengalaman bersantap seperti ini menjadi salah satu cara menikmati malam musim panas sambil merasakan suasana lokal.
6. Komposto, Serbat, dan Limun Rumahan
Tidak lengkap rasanya menikmati hidangan musim panas tanpa minuman yang menyegarkan. Türkiye memiliki sejumlah minuman tradisional rumahan seperti komposto, serbat, dan limun.
Minuman tersebut melengkapi sajian musim panas yang didominasi sayuran segar, salad, dan hidangan berbahan minyak zaitun.
7. Es Krim Mara, Penutup yang Bisa Dimakan dengan Pisau dan Garpu

Untuk pencinta makanan manis, es krim Mara menjadi salah satu kuliner yang menarik dicoba. Berasal dari Kahramanmara, es krim ini dibuat menggunakan susu kambing dan bahan dari umbi anggrek liar.
Berbeda dari es krim biasa, teksturnya sangat padat dan tidak mudah meleleh. Karena itu, es krim Mara bahkan dapat disajikan dalam bentuk irisan dan disantap menggunakan pisau serta garpu.
Menikmatinya bersama baklava menjadi penutup manis untuk perjalanan kuliner musim panas di Türkiye.
Pada akhirnya, perjalanan ke Türkiye tidak harus berhenti pada pantai, bangunan bersejarah, atau pemandangan alam. Menyusuri pasar, duduk di rumah makan lokal, menikmati hidangan laut di tepi laut, hingga mencicipi makanan penutup tradisional dapat menjadi cara lain untuk memahami karakter sebuah destinasi.
Musim panas pun terasa lebih lengkap ketika perjalanan tidak hanya membawa pulang foto, tetapi juga pengalaman rasa dari meja makan Türkiye.