- Buttonscarves resmi menunjuk Mifthahul Jannah sebagai Creative Director baru untuk menggantikan pendiri Linda Anggrea.
- Mifthahul Jannah memiliki pengalaman luas sebagai mantan Chief of Product Development Modinity Group dan Co-Founder Benang Jarum.
- Linda Anggrea kini memperluas fokus kepimpinannya dalam mengelola operasional bisnis serta ekspansi pasar Modinity Group.
Suara.com - Dalam industri fashion yang terus bergerak, perubahan tidak selalu ditandai dengan lahirnya koleksi baru. Ada kalanya, perubahan justru dimulai dari sosok di balik layar yang menentukan bagaimana sebuah brand berbicara, berkembang, dan membangun kedekatan dengan konsumennya.
Ketika fashion kini tak hanya soal pakaian, peran Creative Director pun menjadi semakin luas, mencakup produk, pengalaman, cerita, hingga identitas sebuah brand.
Babak seperti inilah yang kini tengah dijalani Buttonscarves. Setelah lebih dari satu dekade arah kreatifnya berada di bawah kendali Founder Linda Anggrea, brand tersebut resmi menunjuk Mifthahul Jannah atau Mitha sebagai Creative Director.
Penunjukan ini sekaligus menandai pertama kalinya kepemimpinan kreatif Buttonscarves diteruskan kepada generasi baru. Mitha sendiri sebenarnya bukan sosok asing dalam perjalanan Buttonscarves.
Ia telah menjadi bagian dari perkembangan brand tersebut sejak awal dan tumbuh bersama berbagai perubahan yang terjadi. Pengalamannya selama ini membuat Mitha memahami tidak hanya produk yang dihasilkan, tetapi juga karakter, komunitas, serta perhatian terhadap detail yang menjadi bagian dari identitas Buttonscarves.
Kini, dalam peran barunya, Mitha memimpin arah kreatif yang lebih luas dengan menyatukan fashion, beauty, fragrance, retail, hingga brand experience dalam satu visi.
Tantangannya pun bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, melainkan menjaga kesinambungan identitas yang telah dibangun sambil menghadirkan perspektif yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dan merasa terhormat dapat melanjutkan perjalanan yang memiliki arti begitu besar bagi saya, baik secara personal maupun profesional,” ujar Mifthahul Jannah.
Menurut Mitha, kedekatannya dengan Buttonscarves menjadi salah satu bekal utama dalam menjalankan peran tersebut. Ia ingin membawa brand terus berkembang tanpa menghilangkan nilai-nilai yang selama ini telah membentuk hubungan dengan komunitasnya.
“Buttonscarves telah menjadi bagian penting dari perjalanan saya, dan saya antusias untuk terus membawa brand ini ke depannya. Komitmen saya adalah menjaga identitas dan nilai-nilai yang telah dicintai oleh komunitas kami, sekaligus terus menghadirkan ide-ide baru, inovasi yang bermakna, serta perspektif kreatif yang relevan untuk masa depan,” lanjutnya.
Sebelum dipercaya menjadi Creative Director Buttonscarves, Mitha menjabat sebagai Chief of Product Development di Modinity Group. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab terhadap pengembangan produk berbagai brand di bawah naungan grup, sekaligus terlibat dalam pembentukan identitas kreatif, konsep retail dan store, serta keseluruhan brand experience.
Pengalamannya juga berkembang melalui Benang Jarum, brand ready-to-wear di bawah Modinity Group yang ia rintis sebagai Co-Founder sekaligus dipimpinnya sebagai Creative Director. Dari koleksi hingga campaign, Mitha terbiasa melihat proses kreatif sebagai sebuah rangkaian yang saling terhubung.
Dengan tanggung jawab barunya, Mitha kini memimpin portofolio kreatif yang mencakup Buttonscarves, Buttonscarves Beauty, dan Benang Jarum. Peran tersebut memperlihatkan bagaimana arah industri fashion kini semakin beririsan dengan kategori lain, terutama beauty dan pengalaman retail.
Sementara itu, Linda Anggrea akan memperluas fokusnya dalam memimpin Modinity Group, termasuk pada penguatan supply chain, operasional bisnis, pengembangan talenta, kemitraan strategis, dan ekspansi pasar.
Menurut Linda, sebuah brand yang ingin bertahan dalam jangka panjang perlu memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk tumbuh dan mengambil peran.