7 Cara Mengatasi Air Sumur Keruh dan Berbau yang Tersedot Pompa

Yasinta Rahmawati

Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:24 WIB
7 Cara Mengatasi Air Sumur Keruh dan Berbau yang Tersedot Pompa
Ilustrasi - Air sumur keruh dan berbau yang tersedot pompa. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Pemilik rumah sering mengalami masalah air sumur yang keruh, berubah warna, dan berbau tidak sedap.
  • Solusi praktis meliputi pengaturan pipa hisap, penggunaan bahan penjernih, pemasangan filter, dan pengurasan sumur.
  • Penerapan langkah-langkah tersebut bertujuan mengembalikan kualitas air sumur agar kembali jernih dan layak pakai.

Suara.com - Memiliki sumber air pribadi seperti sumur bor atau sumur gali memang menguntungkan. Namun, masalah sering muncul ketika kualitas air menurun, seperti air yang berubah warna menjadi cokelat atau mengeluarkan aroma besi dan telur busuk.

Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas rumah tangga, mulai dari mencuci baju hingga kebutuhan mandi.

Banyak pemilik rumah yang kebingungan mencari cara mengatasi air sumur keruh dan berbau yang tersedot pompa agar air kembali jernih dan layak konsumsi.

Penyebab air sumur bermasalah bisa beragam, mulai dari dinding sumur yang rembes, endapan lumpur di dasar, hingga kandungan mineral yang terlalu tinggi.

Untuk membantu kamu, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan profesional.

1. Atur Ulang Kedalaman Pipa Hisap

Salah satu penyebab utama air menjadi keruh adalah posisi pipa hisap (tusukan) yang terlalu dekat dengan dasar sumur.

Ketika mesin pompa menyala, daya sedotnya akan mengangkat partikel lumpur atau pasir di dasar. Cobalah untuk menaikkan pipa hisap sekitar 50 cm hingga 1 meter dari dasar sumur.

Hal ini efektif untuk memastikan hanya air bersih di lapisan atas yang terambil.

baca juga

2. Gunakan Bahan Alami Penjernih (Tawas atau Kapur Tohor)

Tawas sudah lama dikenal sebagai koagulan yang mampu mengikat kotoran dalam air. kamu bisa melarutkan tawas ke dalam sumur (untuk sumur gali) agar partikel penyebab keruh mengendap ke bawah.

Selain itu, kapur tohor juga bisa digunakan untuk menetralkan pH air yang terlalu asam, yang sering kali menjadi penyebab aroma tidak sedap.

3. Pasang Filter Air Sedimen di Jalur Output

Jika kekeruhan disebabkan oleh partikel halus, pemasangan filter sedimen (catridge) pada pipa setelah pompa adalah solusinya. Filter ini akan menyaring pasir, karat, dan lumut sebelum air masuk ke toren atau keran.

Dalam menerapkan cara mengatasi air sumur keruh dan berbau yang tersedot pompa, penggunaan filter karbon aktif juga sangat disarankan karena karbon mampu menyerap bau kaporit, bau besi, dan zat organik lainnya.

4. Lakukan Pengurasan Sumur secara Berkala

Lumpur yang menumpuk selama bertahun-tahun di dasar sumur tidak akan hilang hanya dengan pemberian obat.

kamu perlu melakukan pengurasan sumur (kuras sumur) untuk membuang endapan limbah organik yang membusuk di bawah. Langkah ini sangat krusial agar sirkulasi air tanah yang baru bisa masuk dengan kondisi yang lebih segar dan bersih.

5. Gunakan Teknik Aerasi Sederhana

Bau air yang menyengat (seperti bau besi) biasanya disebabkan oleh tingginya kandungan mangan atau zat besi yang belum teroksidasi. kamu bisa membuat sistem aerasi, yaitu membiarkan air jatuh seperti air terjun sebelum masuk ke penampungan.

Oksigen dari udara akan bereaksi dengan mineral tersebut, mengubahnya menjadi endapan yang kemudian bisa disaring dengan mudah.

6. Cek Kebocoran Casing Sumur

Terkadang, air keruh bukan berasal dari sumber air bawah tanah, melainkan dari air permukaan (hujan atau limbah) yang merembes masuk melalui dinding sumur yang retak.

Pastikan casing atau dinding beton sumur dalam kondisi kedap air agar tidak ada kontaminasi dari luar yang masuk ke dalam ruang sedot pompa.

7. Gunakan Arang Batok Kelapa

Bagi penyuka cara tradisional, menaruh kantong berisi arang batok kelapa di dalam bak penampungan atau di dekat area hisap bisa membantu.

Arang aktif memiliki pori-pori mikroskopis yang sangat efektif menangkap molekul penyebab bau dan menjernihkan warna air secara alami.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, kamu kini memiliki panduan lengkap mengenai cara mengatasi air sumur keruh dan berbau yang tersedot pompa agar kualitas air di rumah kembali jernih, segar, dan higienis untuk digunakan sehari-hari. Jika masalah tetap berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli sumur bor atau teknisi filter air profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Hari Dilanda Karhutla, Lahan Gambut Tanjab Timur Terus Diburu Api

3 Hari Dilanda Karhutla, Lahan Gambut Tanjab Timur Terus Diburu Api

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:00 WIB

9 Rekomendasi Pompa Pendorong Terbaik untuk Shower dan Water Heater

9 Rekomendasi Pompa Pendorong Terbaik untuk Shower dan Water Heater

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Kamar Mandi Atas Loyo? Ini Cara Mengatasi Tekanan Air Shower Kecil di Lantai Dua Rumah

Kamar Mandi Atas Loyo? Ini Cara Mengatasi Tekanan Air Shower Kecil di Lantai Dua Rumah

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Terkini

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:25 WIB

7 Cara Mengatasi Air Sumur Keruh dan Berbau yang Tersedot Pompa

7 Cara Mengatasi Air Sumur Keruh dan Berbau yang Tersedot Pompa

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Tim ERT Gosowong Hadir di Tengah Duka, Bantu Warga NTT Bangkit Pascagempa

Tim ERT Gosowong Hadir di Tengah Duka, Bantu Warga NTT Bangkit Pascagempa

Jakarta | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Perjalanan Dinas Dody Hanggodo Bikin Risau, Ramai Seruan Unjuk Rasa Bareng Masyarakat Pati

Perjalanan Dinas Dody Hanggodo Bikin Risau, Ramai Seruan Unjuk Rasa Bareng Masyarakat Pati

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:24 WIB

5 Sepeda Gunung XC Murah tapi Bagus, Cocok Buat Pemula hingga Pro

5 Sepeda Gunung XC Murah tapi Bagus, Cocok Buat Pemula hingga Pro

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:21 WIB

Apa Itu Weton Tibo Pegat? Ini Cara Menghitung Weton Jodoh

Apa Itu Weton Tibo Pegat? Ini Cara Menghitung Weton Jodoh

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Hadapi Perubahan Iklim, BRIN Dorong Riset Kelautan Indonesia-Tiongkok

Hadapi Perubahan Iklim, BRIN Dorong Riset Kelautan Indonesia-Tiongkok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla

Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla

Jogja | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Tragedi Berdarah di Desa Bungur Bojonegoro: Ibu Stroke Tewas di Tangan Anaknya

Tragedi Berdarah di Desa Bungur Bojonegoro: Ibu Stroke Tewas di Tangan Anaknya

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Cara Tentukan Arah Rumah Berdasarkan Weton, Jangan Asal Bangun agar Rezeki Lancar!

Cara Tentukan Arah Rumah Berdasarkan Weton, Jangan Asal Bangun agar Rezeki Lancar!

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:09 WIB

×