- Sebagian masyarakat Jawa masih menggunakan perhitungan neptu hari dan pasaran kelahiran untuk menentukan arah rumah.
- Petunjuk primbon Jawa menetapkan arah bangunan tertentu yang disesuaikan dengan pengelompokan jumlah nilai neptu pemiliknya.
- Tradisi Jawa juga melarang rumah tusuk sate karena posisi tersebut dipercaya membawa gangguan bagi penghuninya.
Suara.com - Menentukan arah rumah berdasarkan weton masih menjadi salah satu pertimbangan dalam tradisi Jawa ketika seseorang hendak membangun atau memilih tempat tinggal.
Kepercayaan ini menganggap setiap weton memiliki perhitungan neptu tertentu yang dapat digunakan untuk menentukan arah rumah yang dinilai selaras dengan karakter pemiliknya.
Selain arah mata angin, masyarakat Jawa juga mengenal sejumlah pantangan dalam memilih rumah, termasuk posisi rumah yang dianggap kurang baik menurut perhitungan primbon.
Meski merupakan bagian dari kepercayaan dan warisan budaya, petunjuk tersebut hingga kini masih digunakan sebagian masyarakat sebagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan mengenai tempat tinggal.
Cara Menghitung Weton
Penentuan arah rumah menurut weton diawali dengan menghitung jumlah neptu hari dan pasaran kelahiran seseorang. Dalam tradisi Jawa, setiap hari dalam sepekan dan lima pasaran memiliki nilai neptu masing-masing.
Neptu hari terdiri atas Minggu bernilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sementara itu, neptu pasaran terdiri atas Kliwon 8, Legi 5, Pahing 9, Pon 7, dan Wage 4.
Cara menghitungnya cukup sederhana dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran. Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Rabu Wage memiliki neptu 14 karena Rabu bernilai 7 dan Wage bernilai 4.
Hasil perhitungan tersebut kemudian dicocokkan dengan kelompok neptu dalam petunjuk arah rumah menurut primbon Jawa.
Dalam kepercayaan tradisional, arah mata angin juga memiliki simbol dan penjaga masing-masing, yaitu timur dikaitkan dengan Maha Dewa, barat dengan Batara Yamadipati, utara dengan Batara Wisnu, dan selatan dengan Batara Brahma.
Arah Rumah Sesuai Weton
Berdasarkan sejumlah petunjuk dalam primbon Jawa, arah rumah yang dianggap sesuai dengan neptu dapat dikelompokkan sebagai berikut.
- Neptu 7, 8, 13, dan 18: rumah dianjurkan menghadap ke utara atau timur.
- Neptu 9 dan 14: rumah dianjurkan menghadap ke selatan atau timur.
- Neptu 10: rumah dianjurkan menghadap ke selatan atau barat.
- Neptu 11, 15, dan 16: rumah dianjurkan menghadap ke barat.
- Neptu 12 dan 17: rumah dianjurkan menghadap ke utara atau barat.
Sebagai contoh, seseorang dengan weton Rabu Wage mempunyai neptu 14. Berdasarkan kelompok tersebut, arah rumah yang dipercaya selaras dengan wetonnya adalah selatan atau timur.
Selain arah hadap, tradisi Jawa juga mengenal pantangan mengenai rumah tusuk sate, yaitu rumah yang berada tepat di ujung pertigaan sehingga jalur jalan seolah-olah mengarah langsung ke bangunan.
Posisi tersebut secara tradisional dianggap kurang baik karena dipercaya dapat membawa gangguan terhadap kehidupan penghuni, termasuk persoalan ekonomi, kesehatan, dan keharmonisan keluarga.
Namun, terdapat pula pandangan tradisional yang membedakan kondisi rumah berdasarkan urutan pembangunan. Rumah yang telah berdiri sebelum jalan dibuat atau diubah menjadi posisi tersebut dalam beberapa kepercayaan tidak selalu dianggap memiliki persoalan yang sama.