- Lippo Icon Cibubur mengubah konsep pusat perbelanjaan menjadi ruang ketiga berbasis komunitas melalui transformasi fisik dan konseptual.
- Pengelola menghadirkan Teras Nusantara Amphitheater berdesain terasering sawah untuk merangkul semangat tumbuh bersama di antara masyarakat.
- Timotius Thendean menyatakan fasilitas baru tersebut bertujuan menciptakan relevansi sosial serta wadah ekspresi kreatif bagi pengunjung.
Suara.com - Era pusat perbelanjaan sebagai sekadar tempat transaksi jual-beli telah usai.
Kini, mall bertransformasi menjadi "ruang ketiga", sebuah titik temu di mana interaksi sosial, pengalaman gaya hidup, dan napas komunitas menyatu.
Menjawab tantangan zaman tersebut, Lippo Icon Cibubur (sebelumnya dikenal sebagai Cibubur Junction) melakukan gebrakan melalui transformasi fisik dan konsep yang fundamental.
Bintang utama dari perubahan ini adalah Teras Nusantara Amphitheater.
Lebih dari sekadar elemen arsitektur yang megah, ruang ini dirancang sebagai jantung baru bagi masyarakat Cibubur untuk berkumpul dan berkarya.
Menghidupkan Filosofi Terasering: Semangat "Rise Together"
Secara visual, Teras Nusantara Amphitheater langsung mencuri perhatian.
Menghubungkan area Upper Ground (UG) hingga lantai 2, ruang ini mengadopsi desain bertingkat yang terinspirasi dari keindahan terasering sawah khas Indonesia.
Penggunaan warna-warna alam (earthy tones) memberikan sentuhan hangat, natural, namun tetap modern di tengah hiruk-pikuk mall.
Namun, inspirasi terasering ini bukan tanpa makna. Ada filosofi mendalam yang disematkan di setiap undakannya.
Layaknya sawah terasering di mana setiap tingkatan saling menopang untuk mengalirkan air dan menumbuhkan kehidupan, Teras Nusantara membawa semangat "Rise Together" (Tumbuh Bersama).
Filosofi ini mencerminkan harapan agar mall menjadi ekosistem yang saling terhubung.
Di sini, pengelola mall, penyewa (tenant), komunitas, seniman, hingga pengunjung umum berdiri di satu panggung yang sama untuk saling mendukung dan berkembang.
Lebih dari Arsitektur: Wadah Ekspresi dan Koneksi
Jika dulu area transisi antar lantai hanya dianggap sebagai ruang sirkulasi, Teras Nusantara mengubahnya menjadi ruang fungsional yang hidup.
Sebagai sebuah amphitheater, area ini diproyeksikan menjadi "panggung terbuka" bagi berbagai aktivitas:
- Hub Komunitas: Menjadi tempat berkumpulnya berbagai komunitas, mulai dari hobi hingga edukasi.
- Panggung Seni & Budaya: Wadah bagi para kreator lokal untuk menampilkan pertunjukan musik, tari, hingga pameran seni.
- Destinasi Lifestyle: Ruang bagi masyarakat untuk sekadar duduk bersantai, berinteraksi, atau menikmati suasana mall dengan cara yang berbeda.
- Katalis Kolaborasi: Tempat di mana ide-ide kreatif bertemu, memungkinkan terjadinya kolaborasi antara brand (tenant) dengan para kreator konten atau komunitas.
Relevansi Baru di Tengah Masyarakat
Timotius Thendean, Regional Mall Director Lippo Malls Indonesia, menegaskan bahwa transformasi ini adalah upaya untuk tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat urban yang semakin dinamis.
"Transformasi Lippo Icon Cibubur tidak hanya berbicara mengenai perubahan fisik, tetapi juga bagaimana kami menciptakan relevansi baru bagi pengunjung," ujar Timotius.
"Kami ingin mall semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga tempat untuk menciptakan momen bersama."
Ia menambahkan bahwa Teras Nusantara Amphitheater diharapkan menjadi ruang yang bernapas.
"Inilah semangat 'Rise Together' yang ingin kami hadirkan. Kami berharap tempat ini menjadi ruang yang hidup, tempat komunitas, kreator, dan pengunjung dapat bertemu, berkarya, dan berkolaborasi," tuturnya
Dengan hadirnya Teras Nusantara, Lippo Icon Cibubur kini bukan lagi sekadar destinasi belanja di pinggiran Jakarta, melainkan sebuah ikon baru yang memperkuat ikatan sosial dan merayakan kreativitas lokal di setiap tingkatannya.