Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB
Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN
Ilustrasi (Suara.com/Achmad Fauzi)
baca 10 detik
  • Ekonom Indef M Rizal Taufikurahman mengkritisi wacana pemerintah mewajibkan rekening bagi masyarakat pada Senin (14/9/2026).
  • Kebijakan tersebut berisiko membebani APBN dan menciptakan rekening pasif jika tidak dirancang serta diperhitungkan secara cermat.
  • Pemerintah wajib mengintegrasikan data kependudukan untuk mencegah rekening ganda, salah sasaran, serta penyalahgunaan data masyarakat.

Suara.com - Wacana pemerintah untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat agar memiliki rekening tabungan di bank mulai memantik perhatian serius dari berbagai kalangan analis.

Meski niat awalnya berpusat pada upaya mendongkrak literasi finansial masyarakat menengah ke bawah, inisiatif berskala nasional ini dinilai menyimpan sejumlah celah risiko yang harus segera diantisipasi agar tidak membebani perekonomian negara.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, mengkritisi bahwa tolak ukur keberhasilan dari wacana kebijakan ini semestinya tidak sekadar bertumpu pada seberapa masif kuantitas pembukaan buku tabungan baru.

Aspek yang jauh lebih esensial justru terletak pada utilitas atau memastikan instrumen perbankan tersebut benar-benar aktif digunakan oleh warga untuk menopang kegiatan ekonomi sehari-hari.

"Urgensinya bukan pada sebanyak apa rekening dibuka, tetapi apakah rekening itu benar-benar digunakan. Jika hanya mengejar angka kepemilikan rekening, pemerintah berisiko menciptakan inklusi keuangan yang semu, bukan inklusi ekonomi yang produktif," ujar Rizal saat dihubungi Suara.com, Senin (14/9/2026).

Ancaman Rekening Pasif dan Beban Anggaran

Dari sisi fungsionalitas, kebijakan kepemilikan rekening ini sejatinya membawa angin segar, terutama dalam membenahi mekanisme pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos).

Penyaluran dana tunai yang langsung ditransfer ke rekening pribadi penerima akan sangat efektif dalam meminimalisasi potensi pemotongan liar di lapangan sekaligus mempermudah negara dalam melacak aliran dana.

Kendati demikian, Rizal mengingatkan bahwa aparatur pemerintah harus cermat dalam melakukan pemetaan di lapangan. Pembuatan rekening baru secara masal berisiko menciptakan tumpang tindih bagi masyarakat yang ternyata sudah terafiliasi dengan layanan perbankan. Imbasnya, buku tabungan yang baru dicetak hanya akan terbengkalai menjadi rekening pasif (dormant).

baca juga

"Rekening memang bisa memperbaiki penyaluran bansos karena lebih langsung dan mudah dilacak. Namun, jika penerima sudah memiliki rekening atau rekening baru hanya dipakai sekali, program ini justru berpotensi menambah rekening dormant," jelasnya.

Lebih lanjut, pendorongan program ini secara instan dikhawatirkan akan memicu guncangan pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Besaran alokasi kas negara yang tersedot akan sangat bergantung pada rancangan eksekusi di lapangan.

Apabila skema yang dipilih mengharuskan negara untuk sepenuhnya mensubsidi biaya administrasi pencetakan, menyediakan infrastruktur teknologi di pelosok, hingga menyuntikkan saldo awal bagi jutaan warga, maka kalkulasi keuangan harus dilakukan secara presisi.

"Dari sisi fiskal, beban APBN bergantung pada desainnya. Jika pemerintah menanggung biaya pembukaan, administrasi, infrastruktur, dan saldo awal, maka harus dihitung ketat opportunity cost-nya agar biaya sistem tidak lebih besar daripada manfaat yang diterima masyarakat," kata Rizal.

Urgensi Integrasi Data Kependudukan

Selain potensi membengkaknya beban belanja negara, ekspansi pembukaan rekening ini turut membuka celah kerawanan dari sisi administratif dan perlindungan privasi publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Terkini

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

Kaltim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo

Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Titik Rawan Banjir Jaksel Dibenahi: Lumpur Kali Mampang Diangkat, Tanggul Diperkuat

Titik Rawan Banjir Jaksel Dibenahi: Lumpur Kali Mampang Diangkat, Tanggul Diperkuat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Tampil Stand Out ala Profesional dalam Buku Presentasi yang Mencekam

Tampil Stand Out ala Profesional dalam Buku Presentasi yang Mencekam

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Beda Impor Migas via Pertamina dan Lemigas, Bahlil Sebut Tak Pakai APBN

Beda Impor Migas via Pertamina dan Lemigas, Bahlil Sebut Tak Pakai APBN

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Tanggapi Pertemuan Hambalang, DPR Minta Kerja Sama RI-Singapura Saling Menguntungkan

Tanggapi Pertemuan Hambalang, DPR Minta Kerja Sama RI-Singapura Saling Menguntungkan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:28 WIB

×