- Nyala api kompor gas yang berubah dari biru menjadi merah atau oranye dapat menandakan adanya gangguan pada proses pembakaran.
- Api biru menunjukkan pembakaran lebih sempurna karena campuran gas dan udara sesuai, sedangkan api merah dapat membuat panas tidak stabil.
- Penting mengetahui penyebab api berubah warna dan cara membersihkan kompor agar nyalanya kembali biru.
Regulator yang rusak atau pemasangannya kurang rapat dapat membuat tekanan gas tidak stabil. Selain api berubah warna, nyala kompor juga bisa menjadi tidak stabil atau terdengar seperti "ngos-ngosan".
6. Selang gas tertekuk atau mengalami masalah
Selang yang tertekuk, tertindih, atau tidak terpasang dengan baik dapat membatasi aliran gas menuju kompor. Akibatnya, proses pembakaran bisa terganggu dan warna api ikut berubah.
7. Burner sudah berkarat atau kompor mulai aus
Burner yang sering terkena panas dan cipratan air dapat mengalami karat. Sementara itu, kompor yang sudah lama digunakan juga bisa mengalami keausan pada bagian tertentu sehingga pembakaran tidak lagi optimal.
Cara Membersihkan Kompor agar Api Kembali Biru

Jika api merah disebabkan oleh burner yang kotor, kamu bisa mencoba membersihkannya dengan langkah berikut:
1. Pastikan kompor dalam keadaan mati dan dingin
Sebelum mulai membersihkan, pastikan kompor sudah dimatikan dan tidak ada bagian yang masih panas. Langkah ini penting agar proses pembersihan lebih aman.
2. Lepaskan burner dari kompor
Angkat burner secara perlahan dari dudukannya. Lakukan dengan hati-hati agar bagian burner, dudukan, dan lubang gas tidak mengalami kerusakan.
3. Hilangkan kotoran yang menempel
Balikkan atau tepuk-tepuk burner secara perlahan untuk melepaskan kotoran yang mudah rontok. Setelah itu, sikat bagian burner menggunakan sikat gigi bekas atau sikat kecil untuk membersihkan sisa makanan, minyak, dan kerak.
4. Rendam burner dalam air sabun
Siapkan wadah berisi air hangat dan sabun cuci piring, kemudian rendam burner selama sekitar 30–60 menit. Cara ini dapat membantu melunakkan kotoran yang membandel sehingga lebih mudah dibersihkan.
5. Bersihkan lubang-lubang burner
Setelah direndam, sikat kembali burner hingga bersih. Bagian lubang burner juga perlu diperhatikan karena sumbatan di area tersebut dapat mengganggu aliran gas; Niko menyarankan penggunaan jarum kecil secara hati-hati untuk membersihkan lubang tanpa merusaknya.
6. Bilas dan keringkan sampai benar-benar kering
Setelah bersih, bilas burner hingga tidak ada sisa sabun. Kemudian keringkan menggunakan kain atau biarkan sampai benar-benar kering sebelum dipasang kembali karena sisa air dapat memicu karat.
7. Pasang kembali burner dengan posisi yang tepat
Pastikan burner terpasang dengan benar dan tidak miring. Posisi yang tepat membantu menjaga aliran gas tetap stabil saat kompor digunakan.
8. Bersihkan burner secara rutin
Jangan menunggu sampai api berubah merah untuk membersihkan burner. Jika kompor cukup sering digunakan, terutama untuk memasak makanan berminyak, pembersihan dapat dilakukan secara rutin, setidaknya seminggu sekali.
Setelah burner dibersihkan dan dipasang kembali dengan benar, perhatikan warna serta kestabilan nyala api saat kompor digunakan.
Jika api tetap merah meskipun burner sudah bersih, sebaiknya periksa bagian lain seperti regulator, selang gas, pasokan udara, atau kondisi kompor karena penyebabnya belum tentu berasal dari kotoran.