- Kao Indonesia meluncurkan program Anak KAO - Sekolah Sehat 2026 di SMPN 73 Jakarta pada 1 September 2026.
- Program edukasi tersebut menyasar lebih dari 11.000 siswa SD dan SMP di Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan NTT.
- Inisiatif ini bertujuan menanamkan perilaku hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan demi mendukung generasi masa depan.
Suara.com - Membiasakan hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah bukan hanya tentang menjaga tubuh tetap bugar. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri, aktif bergerak, hingga peduli terhadap lingkungan dapat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk menanamkan kebiasaan tersebut. Selain memperoleh pengetahuan akademis, anak juga belajar membangun pola hidup yang nantinya terbawa hingga dewasa.
Semangat inilah yang turut diangkat melalui program Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat 2026. Memasuki tahun ke-10, program edukasi tersebut kembali menyasar lebih dari 11.000 siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP yang berada di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, serta Nusa Tenggara Timur.
Peluncuran program berlangsung di SMPN 73 Jakarta, Jakarta Selatan, pada 1 September 2026, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Kesehatan.
Presiden Direktur Kao Indonesia, Shoichi Hasegawa, mengatakan perjalanan satu dekade tersebut menjadi kesempatan untuk terus memperluas edukasi mengenai kebiasaan baik kepada anak-anak.
“Selama satu dekade, komitmen Kao Indonesia melalui program Anak KAO terus diwujudkan secara berkelanjutan untuk bersama-sama membentuk generasi masa depan yang aktif, sehat, bersih, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Materi yang diberikan tahun ini juga cukup beragam. Tidak hanya membahas perilaku hidup bersih dan sehat, edukasi turut mencakup manajemen menstruasi, kepedulian terhadap lingkungan, pemilahan sampah kemasan, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan teman dan mencegah perundungan.
Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen RI, Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A., melihat pembiasaan hidup sehat sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui program Anak KAO, anak-anak dapat diajarkan pembiasaan hidup bersih dan sehat yang menjadi landasan penting dalam mewujudkan generasi cerdas,” katanya.
Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM., mengingatkan bahwa kebiasaan sehat perlu diperkenalkan sejak dini agar dapat dilakukan secara konsisten.
“Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa,” tuturnya.
Menurut Niken, pola hidup sehat juga mencakup aktivitas fisik, mencuci tangan menggunakan sabun, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin. Penguatan TRIAS UKS bersama Puskesmas juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan anak.
Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan mulai dikenalkan melalui penyediaan waste point untuk membiasakan siswa memilah sampah kemasan. Sejumlah siswa juga mendapat kesempatan menjadi Duta Anak KAO dan berperan sebagai agen perubahan di sekolah masing-masing.
Bagi anak-anak, kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten, hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan, menghargai orang lain, aktif bergerak, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dapat berkembang menjadi karakter.
“Upaya menanamkan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semangat Kirei Lifestyle Innovation,” kata Shoichi.
Pada akhirnya, membangun generasi yang sehat tidak cukup hanya melalui pengetahuan. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendukung agar kebiasaan baik dapat dipraktikkan setiap hari, di sekolah maupun di rumah.