Gen Z Jepang Malas Menikah, Alasan Pertama soal Duit

Pebriansyah Ariefana

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:23 WIB
Gen Z Jepang Malas Menikah, Alasan Pertama soal Duit
Warga Jepang di Shibuya, salah satu pusat keramaian di Tokyo, Jepang (Shutterstock).
baca 10 detik
  • Survei pemerintah Jepang mencatat 35 persen pemuda enggan menikah karena masalah ekonomi.

  • Mayoritas generasi muda Jepang lebih memprioritaskan waktu luang dan hobi ketimbang menikah.

  • Perempuan Jepang menyoroti ketimpangan beban urusan rumah tangga sebagai kendala utama pernikahan.

Suara.com - Sebanyak 35,1 persen generasi muda atau gen z yang belum berpasangan di Jepang secara tegas memutuskan untuk tidak akan pernah berumah tangga. Sikap skeptis terhadap lembaga perkawinan ini utamanya dipicu oleh kecemasan finansial serta pergeseran prioritas hidup yang makin mengagungkan kebebasan personal.

Data mengejutkan tersebut menguatkan indikasi perubahan mendasar pada tatanan demografi Negeri Sakura. Banyak pemuda kini menilai bahwa stabilitas ekonomi serta fleksibilitas gaya hidup jauh lebih berharga ketimbang membina keluarga baru.

Keputusan mengesampingkan pernikahan ini berakar langsung pada prioritas pribadi masyarakat modern yang kian bergeser. Lebih dari separuh responden, atau tepatnya 50,8 persen, mengaku lebih memilih memfokuskan energi mereka untuk menikmati kebebasan waktu luang serta menyalurkan hobi.

Para pejalan kaki memakai masker, di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, Sabtu (15/1/2022). [REUTERS/Issei Kato/hp/cfo]
Para pejalan kaki memakai masker, di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, Sabtu (15/1/2022). [REUTERS/Issei Kato/hp/cfo]

Mengapa anak muda di Jepang makin enggan melangkah ke jenjang pernikahan?

Dirangkum dari Kyodo, faktor ekonomi menduduki posisi puncak sebagai penghambat utama niat membangun rumah tangga. Sebanyak 40 persen responden menyoroti ketidakpastian pendapatan yang dinilai belum memadai untuk menjamin kehidupan keluarga yang layak dan stabil.

Selain masalah penghasilan, kekhawatiran akan sirnanya ruang gerak pribadi juga membayangi pikiran para pemuda. Sebanyak 34,4 persen di antara mereka khawatir masa lajang yang diisi dengan hobi serta waktu santai akan terenggut setelah menikah.

Di samping itu, kendala pencarian pasangan ideal dan ketersediaan hunian turut memperkeruh situasi. Sebanyak 32,6 persen responden mengaku belum menemukan sosok yang pas, sementara 30,3 persen lainnya terkendala tingginya biaya tempat tinggal.

Bagaimana kecenderungan hambatan ini jika dilihat dari faktor usia dan gender?

Perjalanan usia ternyata makin memperkecil peluang seseorang untuk menemukan pasangan hidup yang sesuai kriteria. Hasil analisis memperlihatkan bahwa hambatan berupa ketiadaan calon pasangan yang cocok cenderung makin dominan seiring bertambahnya umur seseorang.

baca juga

Di sisi lain, perspektif gender memperlihatkan adanya beban ketimpangan peran domestik yang dirasakan oleh kaum perempuan. Kelompok perempuan jauh lebih banyak mengeluhkan ancaman ketidakadilan dalam pembagian tugas rumah tangga serta pengasuhan anak kelak.

Meskipun demikian, harapan untuk membina keluarga sebenarnya belum sepenuhnya padam di kalangan pemuda setempat. Terdapat 37,5 persen responden yang masih menyimpan asa untuk menikah pada masa mendatang, sementara 10,3 persen menargetkan pernikahan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Fenomena melandainya angka pernikahan dan makin maraknya penundaan usia nikah mendorong pemerintah bertindak tegas. Riset masif yang diinisiasi oleh Badan Anak dan Keluarga Jepang sejak 20 Mei ini bertujuan memetakan dinamika psikologis warga berusia 15 hingga 39 tahun.

Pengumpulan data melalui platform digital yang menyaring sekitar 68.000 sampel sahih ini dijadwalkan merampungkan seluruh tahapan rekapitulasi pada tahun fiskal berjalan hingga Maret 2027. Pemerintah Jepang bakal memanfaatkan temuan komprehensif ini sebagai pijakan utama dalam merumuskan strategi serta kebijakan negara di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spesifikasi Helikopter CH-47, Alutsista Raksasa Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Spesifikasi Helikopter CH-47, Alutsista Raksasa Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Lewat AIESEC UI Gelar LeadSummit 2026, Generasi Muda Dibekali Beradaptasi di Dunia Profesional

Lewat AIESEC UI Gelar LeadSummit 2026, Generasi Muda Dibekali Beradaptasi di Dunia Profesional

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Tidak Menikah Muda Bukan Berarti Tertinggal: Ini Pilihan Hidup Perempuan!

Tidak Menikah Muda Bukan Berarti Tertinggal: Ini Pilihan Hidup Perempuan!

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Gus Kikin Ingin Gerak Cepat, Struktur Baru PBNU Ditargetkan Rampung Sebulan

Gus Kikin Ingin Gerak Cepat, Struktur Baru PBNU Ditargetkan Rampung Sebulan

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:20 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026, UMKM Tetap Jadi Penopang Utama

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026, UMKM Tetap Jadi Penopang Utama

Kalbar | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:17 WIB

PTN Borong Kuota Maba, Kampus Swasta Pilih Tampung Anak Korban Bencana Lewat Sego Berkat

PTN Borong Kuota Maba, Kampus Swasta Pilih Tampung Anak Korban Bencana Lewat Sego Berkat

Jogja | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Pigai Wanti-wanti Efek Samping AI dan Pembangunan: Jangan Cuma Hitung Pertumbuhan Ekonomi

Pigai Wanti-wanti Efek Samping AI dan Pembangunan: Jangan Cuma Hitung Pertumbuhan Ekonomi

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Prabowo Soroti Ubi Bombing untuk Karhutla, Seberapa Mungkin Diterapkan?

Prabowo Soroti Ubi Bombing untuk Karhutla, Seberapa Mungkin Diterapkan?

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Uang Rp 401 Miliar Hasil Sitaan Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel Dipamerkan di Kejagung

Uang Rp 401 Miliar Hasil Sitaan Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel Dipamerkan di Kejagung

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Kapan Karhutla Selesai? Menhan Sjafrie: Tergantung Rakyat Indonesia

Kapan Karhutla Selesai? Menhan Sjafrie: Tergantung Rakyat Indonesia

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Kenapa Notifikasi HP Sering Bikin Gelisah? Ini Sisi Gelap FOMO yang Jarang Diungkap

Kenapa Notifikasi HP Sering Bikin Gelisah? Ini Sisi Gelap FOMO yang Jarang Diungkap

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:03 WIB

×