Ketika Kupu-kupu Pindah Rumah, Ada Alarm Bahaya di Balik Sayap yang Indah

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 04 September 2026 | 12:39 WIB
Ketika Kupu-kupu Pindah Rumah, Ada Alarm Bahaya di Balik Sayap yang Indah
Kupu-kupu hinggap di atas bunga. Sumber: Unsplash.com/Joshua J. Cotten

Suara.com - Ada satu kepercayaan yang mungkin masih diwariskan oleh leluhur kita selama ini: kalau ada kupu-kupu masuk rumah, itu pertanda akan ada tamu atau kabar yang datang menghampiri.

Jika yang hinggap adalah kupu-kupu bercorak cerah, konon artinya kabarnya baik. Kepercayaan semacam ini terdengar seperti dongeng atau cerita fiktif yang biasa disampaikan oleh nenek, tak perlu dipercaya serius.

Namun menariknya, sains justru mengonfirmasi ada benang merah dari mitos itu. Bukan soal tamu atau rezeki, tapi soal sinyal. Kupu-kupu memang datang membawa kabar, hanya saja kabarnya tentang bumi yang sedang berubah. 

Ketika Kupu-kupu Beramai-ramai Pindah Rumah

Kupu-kupu berterbangan. Sumber: pinterest.com/OurNaturalUniverse
Kupu-kupu berterbangan. Sumber: pinterest.com/OurNaturalUniverse

Pertengahan tahun 2026, tim peneliti dari Monash University merilis sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nature Ecology & Evolution. Mereka menelusuri sebaran 1.758 spesies kupu-kupu di 105 negara, dan hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, satu dari sepuluh spesies kupu-kupu di dunia sudah bergeser dari wilayah asalnya.

Sekitar 80 persen dari pergeseran itu berkaitan dengan perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Sisanya dipicu ulah manusia, mulai dari alih fungsi lahan, pertanian intensif, urbanisasi, sampai fragmentasi habitat.

Pergeserannya pun tak main-main sangat cepat. Kupu-kupu "tawny coster" misalnya, aslinya hanya ditemukan di India, Bangladesh, dan Sri Lanka.

Sejak masuk ke Australia tahun 20212, spesies ini merambah wilayah baru dengan kecepatan 135 kilometer per tahun. Ada juga kupu-kupu yang memilih naik ke dataran lebih tinggi, mengejar suhu yang masih nyaman untuk bertahan hidup.

Sayangnya, ekspansi wilayah bagi kupu-kupu bukan berarti kabar gembira. Menurut peneliti utama studi ini, Dr. Shawan Chowdhury, kupu-kupu adalah indikator dini, dan pergeseran sedrastis ini menandakan perubahan besar sedang terjadi di seluruh ekosistem.

Sekitar 27 persen spesies lain justru mengalami nasib sebaliknya: wilayah jelajahnya menyusut, bahkan menghilang dari tempat yang dulu jadi rumahnya. Penyusutan ini paling terasa di Eropa dan Amerika Utara, sementara perluasan wilayah lebih banyak terjadi di kawasan tropis.

baca juga

Yang membuat situasi lebih pelik, kawasan tropis termasuk Indonesia justru menjadi wilayah yang paling minim data pemantauan.

Padahal di sinilah kupu-kupu hidup mepet dengan batas suhu toleransinya. Sedikit saja kenaikan panas, ditambah habitat yang terpecah-pecah oleh pembangungan, bisa mendorong mereka melewati ambang batas bertahan hidup.

Kabar dari Kampus IPB: Saat Kupu-kupu Betah Tinggal

Berbagai spesies kupu-kupu yang menghuni kampus IPB. Sumber: IPB University
Berbagai spesies kupu-kupu yang menghuni kampus IPB. Sumber: IPB University

Kalau di level global kupu-kupu jadi alarm karena berpindah, ada cerita berbeda dari kampus IPB Universty di Dramaga, Bogor. Di sana, justru soal betahnya kupu-kupu yang jadi kabar baik. 

Hingga 2025, tercatat 128 spesies kupu-kupu menghuni kawasan kampus tersebut, mulai dari Graphium agamemnon, Graphium sarpedo, hingga Papilio memnon. Angka ini bukan sekadar statitstik lucu-lucuan, tapi bukti nyata bahwa kawasan itu masih punya keanekaregaman tumbuhan yang sehat.

Dosen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Dr. Abdul Haris Mustari, menjelaskan bahwa setiap jenis kupu-kupu punya selera makan yang spesifik terhadap tumbuhan inang tertentu. Karena itu, semakin beragam tumbuhan di suatu kawasan, semakin beragam pula kupu-kupu yang bisa hidup di sana. Tumbuhan dari famili jeruk-jerukan jadi favorit banyak spesies, begitu juga kembang sepatu, soka, kaliandra, sampai bunga kupu-kupu yang memang namanya sesuai fungsinya.

Menurut Mustari, kupu-kupu adalah indikator kesehatan lingkungan. Semakin beragam jenisnya semakin sehat pula ekosistem yang menopangnya. Ia juga menyebut fenomena menarik: beberapa spesies yang sempat dikira hilang bisa muncul kembali begitu tumbuhan pakannya tersedia lagi. Sebaliknya, saat sumber pakan menipis, populasi kupu-kupu bisa menurun bahkan menghilang untuk sementara. 

Kupu-kupu punya siklus hidup pendek, sangat bergantung pada tumbuhan inang tertentu, dan sensitif terhadap perubahan suhu. Kombinasi itu membuat mereka jadi salah satu makhluk pertama yang bereaksi ketika sesuatu berubah di lingkungannya.

Jadi kalau suatu hari kita tak lagi melihat kupu-kupu mampir ke halaman rumah, mungkin bukan berarti rezeki sedang seret. Bisa jadi itu tanda tumbuhan berbunga di sekitar kita sudah berkurang, atau suhu di sana sudah tak lagi nyaman buat mereka singgah.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiasaan Kecil, Berdampak Besar: Bekal Hidup Sehat untuk Generasi Muda Indonesia

Kebiasaan Kecil, Berdampak Besar: Bekal Hidup Sehat untuk Generasi Muda Indonesia

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 21:20 WIB

EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar dari Telkom Dihadiri 350 Peserta

EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar dari Telkom Dihadiri 350 Peserta

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 16:26 WIB

A Gift of Dust: Buku Bergambar Nonfiksi tentang Ekologi dan Alam

A Gift of Dust: Buku Bergambar Nonfiksi tentang Ekologi dan Alam

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

×