Saat Anak Keluar dari Zona Nyaman, Belajar Bahasa Asing Jadi Pengalaman yang Tak Terlupakan

Dinda Rachmawati

Jum'at, 04 September 2026 | 16:35 WIB
Saat Anak Keluar dari Zona Nyaman, Belajar Bahasa Asing Jadi Pengalaman yang Tak Terlupakan
Saat Anak Keluar dari Zona Nyaman, Belajar Bahasa Asing Jadi Pengalaman yang Tak Terlupakan (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • EF Language Abroad Indonesia mengadakan program EF Homestay bagi anak berusia tujuh hingga tujuh belas tahun.
  • Program ini berlangsung selama dua hingga tiga minggu di luar negeri untuk melatih kemampuan bahasa secara langsung.
  • Peserta didampingi oleh EF Leader selama perjalanan guna memberikan rasa tenang bagi para orang tua di Indonesia.

Suara.com - Belajar bahasa asing sering kali identik dengan buku pelajaran, hafalan kosakata, dan latihan percakapan di dalam kelas. Padahal, kemampuan berbahasa tidak hanya dibentuk dari seberapa banyak kata yang berhasil diingat, tetapi juga dari keberanian menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi anak, pengalaman berkomunikasi langsung dengan orang dari negara lain dapat menjadi proses belajar yang berbeda. Hal sederhana seperti memesan makanan, bertanya arah, berkenalan dengan teman baru, atau menyampaikan pendapat menggunakan bahasa asing bisa melatih kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.

Pendekatan inilah yang menjadi bagian dari pengalaman belajar dalam EF Language Travel, rangkaian program pendidikan internasional yang memungkinkan peserta mempraktikkan bahasa di negara tujuan. 

Selain pembelajaran di kelas, peserta mendapat kesempatan mengenal budaya, mengikuti aktivitas kelompok, mengeksplorasi kota, hingga membangun pertemanan internasional.

Salah satu pilihannya adalah EF Homestay Program yang diperuntukkan bagi anak dan remaja usia 7-17 tahun. Program biasanya berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu dan menggabungkan pembelajaran bahasa dengan berbagai kegiatan di luar kelas.

Menurut Country Product Manager EF Language Abroad Indonesia, Agustania Hegia Iskandar, lingkungan baru dapat mendorong anak keluar dari zona nyaman.

“Ketika anak harus mengurus keperluannya sendiri, berkomunikasi dengan teman dari negara lain, dan mengikuti ritme budaya baru, di situlah kemampuan bahasa mereka berkembang karena digunakan secara langsung, bukan sekadar dipelajari di kelas,” ujar Agustania.

Pengalaman tersebut membuat bahasa menjadi alat untuk menjalani aktivitas, bukan sekadar materi pelajaran. Anak terdorong untuk berbicara karena memang membutuhkan komunikasi untuk menyelesaikan berbagai hal.

Di saat yang sama, mereka belajar menghadapi situasi yang mungkin sebelumnya selalu dibantu orang tua. Mengikuti jadwal, menjaga barang pribadi, beradaptasi dengan kebiasaan berbeda, hingga bekerja sama dengan teman menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

baca juga

Pilihan tempat tinggal juga dapat memberikan pengalaman tersendiri. Dalam program tertentu, peserta bisa tinggal bersama Host Family dan mengenal kehidupan keluarga lokal. Ada pula pilihan Residence, tempat peserta tinggal bersama pelajar lainnya dari berbagai latar belakang.

Perjalanan seperti ini secara tidak langsung memperkenalkan anak pada keberagaman. Mereka belajar bahwa cara berkomunikasi, kebiasaan, maupun kehidupan sehari-hari bisa berbeda antara satu negara dan negara lainnya.

Pendampingan pun tetap menjadi bagian dari perjalanan. Untuk program grup, peserta berangkat bersama kelompok dan didampingi EF Leader sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia. 

Menurut Agustania, keberadaan pendamping juga menjadi salah satu hal yang membantu memberikan rasa tenang bagi orang tua.

“Banyak orang tua yang ragu melepas anaknya pergi jauh bukan karena tidak percaya anaknya, tetapi karena tidak tahu siapa yang mendampingi anaknya di sana,” katanya.

Menariknya, manfaat pengalaman tersebut tidak selalu langsung terlihat dari kemampuan bahasa. Perubahan sikap seperti menjadi lebih berani berbicara, bertanggung jawab, mampu beradaptasi, dan tidak mudah bergantung pada orang lain juga dapat menjadi hasil yang dirasakan setelah pulang.

Pada akhirnya, belajar bahasa langsung dari dunia bukan semata tentang seberapa lancar seorang anak berbicara dalam bahasa asing. 

Ada proses mengenal lingkungan baru, memahami perbedaan, membangun relasi, dan menemukan kemampuan diri yang mungkin belum pernah mereka sadari sebelumnya.

Sebab terkadang, pelajaran paling berkesan justru hadir ketika anak berani melangkah keluar dari ruang kelas dan menggunakan apa yang dipelajarinya dalam kehidupan nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumus Present Perfect Tense Lengkap dengan Contoh Kalimat Sehari-hari

Rumus Present Perfect Tense Lengkap dengan Contoh Kalimat Sehari-hari

Tekno | Jum'at, 04 September 2026 | 11:48 WIB

Demi Kuota Bimbel Tahun Depan, Orang Tua di Yogyakarta Rela Antre sejak Dini Hari hingga Menginap

Demi Kuota Bimbel Tahun Depan, Orang Tua di Yogyakarta Rela Antre sejak Dini Hari hingga Menginap

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:10 WIB

Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain

Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×