- Ratusan orang tua berdesakan dan menginap sejak dini hari pada Selasa, 1 September 2026, demi mendaftarkan anak mereka di Bimbel Exist Gayam, Kota Yogyakarta.
- Pengelola Bimbel Exist Gayam, Yurin Gagarin, membatasi kuota sekitar 400 siswa dan mempertahankan tarif terjangkau sebesar Rp150 ribu per mata pelajaran demi menjaga kualitas pembelajaran.
- Para orang tua memilih bimbel tersebut agar anak mereka dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menembus sekolah menengah atas negeri favorit.
Suara.com - Antusiasme orang tua mendaftarkan anaknya ke Bimbingan Belajar (Bimbel) Exist Gayam, Kota Yogyakarta, tahun ini melonjak drastis. Demi mendapatkan kuota, sejumlah orang tua bahkan rela datang sejak dini hari hingga ada yang menginap di lokasi.
Bimbel yang beralamat di Jalan Gayam Nomor 17, Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, itu memang dikenal khusus memberikan bimbingan persiapan ujian bagi siswa kelas 9 SMP.
Kuota yang terbatas membuat orang tua memilih mendaftarkan anak jauh-jauh hari, bahkan ketika anak mereka baru duduk di kelas 2 SMP.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, ratusan orang tua siswa sudah memadati gang-gang menuju Bimbel Exist Gayam tersebut. Mereka rela duduk mengemper dan mencari tempat teduh sembari menunggu nomor antreannya dipanggil.
Salah satunya ada Raven, orang tua dari Nitikan, Yogyakarta. Ia datang bersama istrinya untuk mendaftarkan anaknya yang kini masih duduk di kelas 2 SMP untuk mengikuti bimbingan saat naik ke kelas 3 dan bersiap masuk SMA.
"Kalau sekarang sih masih di SMP kelas 2 ya. Tapi mendaftarkan untuk untuk yang SMP kelas 3," kata Raven ditemui di lokasi, Selasa (1/9/2026) siang.
Kejar Kuota Sejak Dini Hari
Raven mengaku semula tidak menyangka proses pendaftaran akan berlangsung sedemikian membludak. Ia mengira pendaftaran hanya akan seperti bimbel pada umumnya, yakni datang sesuai jam buka, mengambil antrean, kemudian melakukan registrasi.
"Kalau pengalaman belum ada ya, ini baru pertama kali juga. Kita juga nggak expect kalau akan terjadi seperti ini (membludak) ya," tuturnya.
Ia dan sang istri sudah sempat datang pada hari pertama kemarin. Namun, kuota untuk hari tersebut sudah habis.
Pengalaman itu membuat Raven dan istrinya datang lebih awal pada hari berikutnya. Istrinya bahkan sudah diantar ke lokasi sekitar pukul 05.30 WIB pagi tadi.
Menurut informasi yang ia terima dari orang tua lain, antrean bahkan sudah dimulai sejak dini hari, bahkan malam di hari sebelumnya.
Ada orang tua yang disebut rela datang sejak pukul 23.00 WIB untuk mendapatkan nomor antrean dan menginap di lokasi. Ada pula yang datang pukul 03.00 WIB dini hari.
"Jam 06.00 dapatnya (antrean) pun udah 279 tadi," imbuh Raven.
Situasi tersebut membuat persaingan mendapatkan kuota semakin ketat. Apalagi, pada hari ini antrean membludak hingga kuota yang semula dibatasi per hari harus dimaksimalkan agar orang tua tidak perlu kembali mengantre pada hari berikutnya.
![Sejumlah orang tua siswa sedang antre untuk mendaftar bimbel di Yogyakarta, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Hiskia]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/09/01/71274-sejumlah-orang-tua-siswa-sedang-antre-untuk-mendaftar-bimbel-di-yogyakarta.jpg)
Orang Tua Berupaya
Fenomena antrean panjang juga dialami Ainina, orang tua dari Mergangsan, Kota Yogyakarta. Ia sudah datang sejak sekitar pukul 04.00 WIB tadi setelah mengetahui pendaftaran hari sebelumnya telah penuh.