- CEO Roemah Koffie, Felix TJ, menyampaikan gagasan rehumanisasi industri kopi dalam acara IdeaFest 2026 di Jakarta.
- Petani muda bernama Robby di Garut sukses meningkatkan nilai kopi berkat penguasaan teknologi pengolahan modern.
- Felix menekankan pentingnya regenerasi petani dan pemanfaatan teknologi untuk melestarikan budaya serta cerita kopi Nusantara.
“Technology is just a tool. Kita tidak mengagungkan teknologinya, tetapi menggunakannya sebagai alat yang tepat. Teknologi tidak boleh melampaui kehebatan manusianya,” kata Felix.
Gagasan tentang kopi sebagai pembawa cerita juga diterapkan Roemah Koffie melalui filosofi “Rasa dan Kisah”. Salah satunya dengan menjadikan lagu-lagu folklor Indonesia sebagai nama produk, seperti Rambadia, Anak Daro, hingga Cublak Suweng.
Melalui pendekatan tersebut, kopi tidak hanya hadir sebagai minuman, tetapi juga menjadi medium untuk mengenalkan kembali cerita, musik, dan budaya Nusantara kepada generasi yang lebih luas.
“Cita-citanya bukan hanya agar dunia mengetahui bahwa Indonesia menghasilkan kopi. Kita ingin dunia memahami bahwa kopi Indonesia membawa pengetahuan, keterampilan, keragaman budaya, dan cerita manusia,” tutup Felix.