Dari Coffee Shop ke Tempat Sampah, Bagaimana Perjalanan Gelas Kopi Setelah Dipakai?

Dinda Rachmawati

Senin, 31 Agustus 2026 | 13:44 WIB
Dari Coffee Shop ke Tempat Sampah, Bagaimana Perjalanan Gelas Kopi Setelah Dipakai?
Kopi Nako (Instagram)
baca 10 detik
  • Ngopi bukan lagi sekadar minum kopi, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan aktivitas sosial.
  • Di balik kebiasaan ngopi, ada material bekas pakai yang masih bisa dikelola dan dimanfaatkan kembali.
  • Lewat Kopi Nako dan Chandra Asri, kebiasaan sederhana dikenalkan sebagai langkah menuju gaya hidup yang lebih sirkular.

Suara.com - Bagi banyak orang, kopi kini bukan lagi sekadar minuman untuk mengusir kantuk. Secangkir kopi bisa menjadi teman memulai pagi, menemani bekerja, alasan bertemu teman, hingga bagian dari rutinitas sebelum menjalani aktivitas sehari-hari.

Coffee shop pun tak lagi hanya menjadi tempat membeli minuman. Banyak orang datang untuk bekerja, mengobrol, menghabiskan waktu, atau sekadar mencari suasana baru. Ngopi perlahan berubah menjadi bagian dari gaya hidup.

Berdasarkan survei GoodStats pada Oktober 2024, sebanyak 71 persen masyarakat Indonesia memilih membeli kopi di coffee shop dibandingkan menyeduhnya sendiri di rumah. Angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya budaya ngopi di tengah masyarakat.

Namun, di balik satu gelas kopi yang selesai diminum, pernahkah terpikir ke mana perginya gelas plastik, tutup, sedotan, hingga berbagai material lain yang ikut digunakan?

Pertanyaan sederhana itu menjadi menarik ketika melihat kembali perjalanan sebuah produk setelah selesai menemani aktivitas kita. Sebab, sesuatu yang sudah tidak kita gunakan belum tentu benar-benar kehilangan nilai.

Hal inilah yang coba diperkenalkan melalui Jejak Asri Hobbies Vol. 2 “Ngopi Bijak, Sirkular Berdampak”, bagian dari Kampanye Indonesia Asri yang digagas PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group).

Kegiatan tersebut mengajak komunitas Indonesia Asri atau “Sobat Asri” melihat kebiasaan ngopi dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Bukan hanya soal kopi dan cara menyeduhnya, tetapi juga mengenal material yang digunakan serta apa yang bisa dilakukan setelah material tersebut selesai dipakai.

Di tengah aktivitas menikmati kopi, peserta diajak memahami bahwa setiap material memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Kemasan minuman, misalnya, dapat menggunakan material seperti Polypropylene (PP) maupun High-Density Polyethylene (HDPE) untuk kebutuhan tertentu.

Pemahaman sederhana mengenai material tersebut ternyata penting. Sebab, cara memperlakukan barang setelah digunakan ikut menentukan apakah material tersebut berakhir sebagai sampah atau masih memiliki kesempatan untuk dimanfaatkan kembali.

baca juga

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengatakan perubahan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

“Melalui secangkir kopi kita bisa belajar memahami material yang kita gunakan, menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan memikirkan apa yang bisa kita lakukan setelah material tersebut selesai digunakan,” ujar Chrysanthi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Kesadaran itu juga terlihat dari langkah yang dilakukan pelaku usaha kopi. Founder Kopi Nako, Robert Wanasida, mengatakan kebiasaan menikmati kopi dapat menjadi ruang untuk mengenalkan praktik ekonomi sirkular dengan cara yang lebih dekat dengan konsumen.

Di Kopi Nako, salah satunya dilakukan dengan memperkenalkan produk berbahan daur ulang sebagai bentuk tanggung jawab terhadap material gelas plastik yang digunakan. Konsumen juga diajak menggunakan mesin rinser untuk mencuci langsung gelas plastik bekas pakai.

Langkah tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari kebiasaan kecil seperti itulah perjalanan sebuah material mulai diperhatikan.

Begitu pula dengan ampas kopi. Sisa yang biasanya langsung dibuang ternyata dapat dimanfaatkan menjadi kompos. Artinya, tidak semua yang tersisa dari aktivitas ngopi harus berakhir sebagai sesuatu yang tidak berguna.

Pada akhirnya, menikmati kopi dan menjaga lingkungan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Justru karena ngopi sudah begitu dekat dengan kehidupan masyarakat, kebiasaan tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran baru.

Mungkin setelah ini, ketika kopi sudah habis dan gelas tinggal menyisakan sedikit es, ada satu pertanyaan sederhana yang muncul: setelah ini, gelasnya akan pergi ke mana?

Sebab, perjalanan secangkir kopi ternyata tidak benar-benar selesai ketika tegukan terakhir habis. Ada perjalanan material setelahnya, dan di situlah kebiasaan kecil kita bisa ikut menentukan akhirnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TPA Liar Serang Terbakar, Bara Api Terkubur 7 Meter

TPA Liar Serang Terbakar, Bara Api Terkubur 7 Meter

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Terkini

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:54 WIB

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Tanggal Lahir Ungkap Peran Rahasia dan Pelajaran Hidup yang Harus Anda Bawa ke Keluarga

Tanggal Lahir Ungkap Peran Rahasia dan Pelajaran Hidup yang Harus Anda Bawa ke Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Ada Perbaikan Lapangan, Persija Jakarta Dipastikan Tak Bisa Pakai SUGBK Sampai April 2027

Ada Perbaikan Lapangan, Persija Jakarta Dipastikan Tak Bisa Pakai SUGBK Sampai April 2027

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:43 WIB

×