- Faishal Hikam mendadak viral di media sosial setelah wajahnya muncul di videotron acara BTS.
- Video reaksi spontannya menyebar luas dan mendatangkan banyak tawaran kerja sama industri kreatif.
- Mahasiswa Cianjur ini kini menyeimbangkan kegiatan kuliah, produksi konten, dan studi bahasa Korea.
Suara.com - Kejadian tidak terduga di ruang publik sering kali menjadi titik awal perjalanan karir seseorang di dunia digital. Pengalaman ini dirasakan langsung oleh Faishal Hikam Ramdan Suhendar.
Pemuda berusia 21 tahun asal Cianjur yang kini menempuh pendidikan di Yogyakarta ini mendadak menjadi pusat perhatian warganet.
Publik mulai mengenal sosoknya setelah wajahnya muncul secara tidak sengaja di layar raksasa atau videotron sebuah acara penggemar BTS.
Momen spontan tersebut menjadi langkah penting dalam peningkatan popularitasnya di berbagai platform digital sebagai kreator konten.
Ketertarikan pemuda yang akrab disapa Ikam terhadap budaya pop Korea tumbuh sejak tahun 2019 karena sering mendengarkan lagu TWICE yang diputar kakaknya di rumah.
Kehadirannya di acara BTS awalnya murni untuk menikmati suasana konser dan merayakan kebersamaan bersama komunitas penggemar.

Di tengah acara berlangsung, situasi berubah cepat ketika ia menyadari wajahnya terpampang jelas di layar besar yang sedang disaksikan oleh ribuan penonton. Tanpa ragu, ia merespons sorotan tersebut dengan gaya yang sangat khas.
"Aku sangat spontan langsung bergaya berenang dan pose ala Jin dan Taehyung. Reaksi pertamaku benar-benar kaget dan nggak percaya. Dalam kepala langsung berpikir, 'Hah? Itu aku?'," ungkap Ikam mengenang momen tersebut.
Membuka Peluang Baru di Industri Kreatif
Saat kejadian berlangsung, Ikam sama sekali tidak menyadari momen singkat tersebut direkam secara diam-diam oleh pengunjung lain.
Video reaksinya menyebar luas di berbagai akun media sosial dan mendapat respons sangat positif. Banyak warganet merasa terhibur dengan gaya spontan dan kepercayaan dirinya.
Keluarga di rumah merasa senang, sementara teman-temannya heboh mempertanyakan kebenaran video viral tersebut.
"Lucunya, kadang orang lain justru lebih cepat tahu kalau aku sedang viral dibanding aku sendiri. Jadi ada momen di mana aku baru tahu setelah dikirimi pesan, 'Kam, ini kamu kan?'," tambah pemilik akun TikTok dan Instagram @ikamm.rs tersebut.

Peristiwa di acara BTS itu membawa dampak signifikan terhadap jejak digitalnya. Paparan audiens yang meluas berimbas langsung pada peningkatan jumlah pengikut di akun media sosialnya.
Tawaran kerja sama dan peluang baru perlahan mulai berdatangan. Ikam menyikapi status viral yang didapatkan dengan pemikiran matang.
Ia menganggap lonjakan penonton tersebut sebagai pintu masuk untuk karir yang lebih terarah, bukan sebuah pencapaian akhir yang membuatnya cepat berpuas diri.
"Menurutku, viral bukanlah tujuan akhirnya. Viral itu lebih seperti pintu yang tiba-tiba terbuka. Setelah orang datang karena satu momen, tantangannya adalah bagaimana membuat mereka punya alasan untuk tetap mengikuti perjalanan kita," jelas Ikam mengenai prinsip kerjanya.
Menjaga Keseimbangan Karir dan Keseharian
Keseharian Ikam kini berjalan dengan manajemen waktu yang terstruktur. Ia harus cermat membagi fokus antara rutinitas belajar sebagai mahasiswa, memproduksi materi konten, hingga meluangkan waktu belajar bahasa Korea secara rutin.
Dalam memaknai perannya sebagai penggemar K-Pop, ia juga memiliki pandangan yang menginspirasi banyak pengikutnya agar tidak kehilangan jati diri saat mengagumi figur publik.
"Buatku menjadi ARMY atau penggemar K-Pop bukan berarti harus selalu mengikuti semuanya. Lebih dari itu, menjadi fans adalah tentang menemukan sesuatu yang bisa memberikan kebahagiaan, inspirasi, bahkan semangat di tengah kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Ia memegang prinsip untuk menyusun prioritas dengan menyelesaikan kewajiban utama akademis terlebih dahulu sebelum beralih ke jadwal pembuatan video.
Menurutnya, memaksakan diri untuk terus membuat konten justru membuat hasilnya terasa kurang natural. Oleh karena itu, ia berusaha menjaga keseimbangan antara konsisten, produktif, dan tetap menikmati proses kreatifnya.
Karya yang disajikan secara jujur terbukti mampu membuat pengikutnya bertahan dan terus mengapresiasi perjalanannya di media sosial.