- Konsumen Indonesia meningkatkan pembelian produk premium di LazMall hingga tiga kali lipat pada Semester I 2026.
- Lazada Indonesia menghadirkan kanal LazMall Luxury guna menyediakan produk berkualitas tinggi dan terjamin autentikasinya.
- Amelia Tediarjo menyatakan konsumen memandang pembelian produk berkualitas sebagai investasi untuk manfaat jangka panjang.
Suara.com - Membeli produk premium kini bukan lagi sekadar soal gengsi atau mengejar label brand ternama. Bagi sebagian konsumen, memilih produk dengan kualitas lebih tinggi justru menjadi cara untuk mendapatkan manfaat dan pengalaman yang lebih baik dalam jangka panjang.
Tren ini terlihat dari semakin banyaknya konsumen yang mulai mempertimbangkan kualitas, bahan, autentisitas, hingga manfaat produk sebelum memutuskan untuk berbelanja. Tak heran jika produk premium di berbagai kategori, mulai dari kecantikan, fesyen, elektronik, hingga perlengkapan rumah tangga, semakin diminati.
Namun, harga yang lebih tinggi tidak selalu berarti produk tersebut merupakan pilihan terbaik. Agar tidak salah membeli, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan sebelum mengeluarkan uang lebih banyak untuk produk premium.
1. Jangan hanya melihat nama brand
Brand memang bisa menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya. Sebelum membeli, cari tahu kualitas material, formulasi, teknologi, atau fitur yang ditawarkan produk.
2. Pastikan produk autentik
Ketika membeli produk premium, keaslian menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Produk palsu bisa saja memiliki tampilan yang menyerupai produk asli, tetapi kualitas, keamanan, dan performanya belum tentu sama.
Karena itu, pilih official store atau kanal penjualan resmi dari brand yang bersangkutan. Selain memberikan rasa aman, konsumen juga biasanya lebih mudah mendapatkan layanan purnajual apabila terjadi masalah dengan produk.
3. Pertimbangkan manfaat jangka panjang
Produk berkualitas tinggi idealnya tidak hanya memberikan kepuasan sesaat. Konsumen dapat mempertimbangkan seberapa sering produk akan digunakan, daya tahannya, serta manfaat yang diberikan dalam jangka panjang.
Misalnya, membeli peralatan rumah tangga yang lebih berkualitas mungkin terasa lebih mahal di awal, tetapi bisa menjadi investasi apabila produk tersebut lebih awet dan menunjang aktivitas sehari-hari.
4. Sesuaikan dengan kebutuhan, bukan sekadar tren
Sebelum checkout, coba tanyakan kembali: apakah produk ini memang sesuai kebutuhan? Apakah fitur atau manfaat yang ditawarkan akan benar-benar digunakan?
Cara sederhana ini dapat membantu menghindari pembelian impulsif hanya karena tergoda tren atau tampilan produk.
5. Manfaatkan promo dan keuntungan tambahan
Membeli produk premium juga tidak harus selalu dilakukan dengan harga penuh. Konsumen dapat memanfaatkan berbagai program promo, voucher, cashback, hingga fasilitas cicilan yang tersedia.
Dengan strategi ini, produk yang memang sudah masuk dalam daftar kebutuhan bisa diperoleh dengan nilai yang lebih menguntungkan.
Minat terhadap Produk Berkualitas Tinggi Meningkat
Kecenderungan konsumen untuk lebih selektif dalam memilih produk juga terlihat dari perkembangan belanja online.
Di Indonesia, penjualan produk berkualitas tinggi dari brand yang tergolong premium di kanal LazMall tercatat meningkat hingga tiga kali lipat pada Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terjadi di sejumlah kategori. Pada fesyen, misalnya, penjualan pakaian wanita meningkat hingga empat kali lipat. Sementara itu, penjualan peralatan dapur dan makan di kategori peralatan rumah tangga tumbuh hingga tiga kali lipat.

Kategori elektronik juga mencatat pertumbuhan, dengan penjualan kamera dan drone meningkat hingga 2,1 kali lipat. Di kategori beauty, penjualan produk dari brand tergolong premium meningkat sekitar 1,5 kali lipat.
Menurut Head of Operations and Business Growth Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, tren tersebut menunjukkan konsumen semakin melihat pembelian sebagai sebuah investasi.
“Pertumbuhan di berbagai kategori menunjukkan bahwa konsumen semakin memandang setiap pembelian sebagai investasi. Karena itu, mereka lebih cermat memilih produk autentik dan berkualitas tinggi yang memberikan manfaat dan nilai jangka panjang bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Amelia.
Fenomena ini juga terlihat pada kategori kecantikan. Produk skincare, makeup, fragrances, hingga bath and bodycare menjadi bagian dari tren small luxury, ketika konsumen memilih memberikan sedikit kemewahan dalam rutinitas sehari-hari melalui produk berkualitas.
Riset Cube Asia bertajuk The Rise of Authenticity-Driven E-Commerce in Southeast Asia: A $150bn Opportunity by 2030 juga menemukan adanya kecenderungan konsumen Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk melakukan upgrade ke produk premium, terutama pada kategori seperti kecantikan yang sangat dipengaruhi kualitas dan autentisitas.
Melihat perubahan perilaku konsumen tersebut, Lazada Indonesia menghadirkan LazMall Luxury, kanal belanja online yang menawarkan pilihan produk berkualitas tinggi dari brand tepercaya yang tergolong premium.
Kanal ini menghadirkan produk dari berbagai kategori, mulai dari kecantikan, fesyen, peralatan rumah tangga hingga fast moving consumer goods (FMCG), melalui official store brand.
Salah satu brand yang turut hadir adalah La Mer dari Estée Lauder Companies Indonesia. Country Online Manager Estée Lauder Companies Indonesia, Siska Mulysaputri, mengatakan kolaborasi dengan Lazada membantu brand menjangkau konsumen aspirasional yang semakin memperhatikan kualitas dan autentisitas.
LazMall Luxury kini sudah dapat diakses melalui aplikasi maupun situs web Lazada. Bagi konsumen yang memang tengah mencari produk berkualitas tinggi, kanal ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk membandingkan produk, memastikan autentisitas, sekaligus mendapatkan berbagai keuntungan saat berbelanja.